MENGELOLA BISNIS SYARIAH DENGAN MSDI | OPINI.id

Bisnis syariah saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Perkembangan bisnis syariah yang meningkat berdampak pada kebutuhan sumber daya yang syariah atau sumber daya insani. Untuk mendapatkan sumber daya insani perlu dilakukan pengelolaan yang terdiri dari tahap perencanaan, pengorganisasi, pengarahan, dan kontrol.

MENGEMBANGKAN BISNIS SYARIAH MELALUI PENGELOLAAN SUMBER DAYA INSANI BERBASIS SYARIAH

Seperti yang kita ketahui, bahwasannya perekonomian di dunia berkembang secara pesat. Hal itu juga terlihat pada perkembangan bisnis syariah di Indonesia khususnya. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi siapapun yang ingin terjun langsung ke dalamnya. Sebagai seorang muslim dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari – hari tentu tidak boleh keluar dari apa yang telah disyariatkan dalam Al – Qur`an dan Sunnah. Begitu pun dalam menjalankan kegiatan ekonomi dimana harus berdampingan dengan kedua pedoman tersebut. Sejak peradaban islam, Rasulullah pun telah mengajarkan konsep ekonomi terbaik yang menjadi rujukan bagi konsep ekonomi yang berkembang saat ini. Tentunya, konsep ekonomi syariah yang berpedoman terhadap ketetapan Al-qur’an serta sunnah ini memberikan manfaat bagi setiap manusia, memberikan keadilan terhadap sesama manusia, dan menciptakan masyarakat yang sejahtera. Sehingga para khilafah pun tetap menjalankan konsep ekonomi syariah, selain bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan juga meneladani yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Para pelaku usaha yang menerapkan konsep ekonomi dalam menjalankan bisnisnya dapat melihat dan mempelajari bagaimana karakteristik sumber daya insani yang diilhami dari sifat Rasulullah yaitu jujur, amanah, tabligh dan fathanah. Namun seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan pelaku bisnis di Indonesia yang notabene beragama Islam masih belum menyadari pentingnya dalam mengelola usahanya berdasarkan ketentuan syariat Islam. Menurut Hermawan Kartajaya dan Syakir Sula, bisnis syariah adalah bisnis yang santun, bisnis yang penuh kebersamaan dan penghormatan atas hak masing-masing (Syariah Marketing, hal. 45). Pengertian yang hari lalu cenderung normatif dan terkesan jauh dari kenyataan bisnis kini dapat dilihat dan dipraktikkan dan akan menjadi trend bisnis masa depan. Bisnis yang santun merupakan bisnis yang menjunjung tinggi syariah islam. Patuh pada larangan riba, gharar, maysir serta tidak mendukung pada jalan kemaksiatan. Adanya landasan kebersamaan dan penghormatan mengartikan bisnis syariah harus dijiwai dengan sensitivitas sosial yakni tolong menolong dan membayar kewajiban bagi yang berhak menerimanya. Perkembangan bisnis syariah yang semakin pesat tentunya harus diimbangi dengan pengelolaan manajemen sumber daya insani yang syariah. Pengelolaan tersebut mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan. Dalam hal perencanaan, tentunya tidak terlepas dari hukum syariat Islam yang berpedoman pada Al – Qur`an dan Sunnah. Sumber daya insani yang dicari adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam berbisnis akan tetapi juga mereka yang bersedia untuk berhijrah dari bisnis yang berorientasi kepada keuntungan semata ke bisnis yang berorientasi untuk beribadah kepada Allah SWT dengan menjalankan konsep ekonomi syariah. Setelah tahap perencanaan terpenuhi, dilanjutkan ke tahap perngorganisasian. Sumber daya insani akan melewati proses seleksi yang mana proses ini bertujuan guna menjaring mereka layak atau tidaknya untuk lanjut ke tahap pengarahan. Sumber daya insani akan diarahkan mengenai mengapa konsep syariah lebih tepat diterapkan dalam berbisnis syariah, bagaimana cara mengimplementasikan konsep syariah dalam berbisnis syariah serta bagaimana menumbuhkan keberanian dalam menjalankan konsep syariah di bisnis syariah. Tahap terakhir adalah tahap pengontrolan. Kontrol terhadap sumber daya insani sangat diperlukan demi terbentuknya sumber daya insani yang berkarakter syariah. Karakter syariah yang telah melekat pada setiap pribadi sumber daya akan membantu mereka untuk menjalankan konsep syariah pada setiap bisnis syariah yang sedang dijalaninya, mereka tidak akan takut bersaing dengan kompetitor bisnis, tidak mengambil jalan pintas untuk mendapat keuntungan semata, bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kesuksesan dengan yang lain, serta tidak lupa untuk menyedekahkan keuntungan maupun harta yang dimiliki terhadap kaum yang membutuhkan. Pengelolaan sumber daya insani secara syariah pada akhirnya akan menghasilkan para manusia yang kompeten baik dalam hal kemampuan berbisnis, memiliki karakter seperti Nabi Muhammad SAW yaitu jujur, amanah, tabligh dan fathanah, serta memiliki prinsip menjadikan kegiatan berbisnis sebagai bentuk beribadah kepada Allah SWT. Keberadaan sumber daya yang syariah bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia.

Komentar

Fresh