SOLUSI UNTUK PROBLEMATIKA MANAJEMEN SDM | OPINI.id

Oleh : Afriani Syaftria Putri Panjaitan Mahasiswi Program Studi Managemen Perbankan Syariah kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI ( STEI SEBI), Depok Bank Syariah merupakan lembaga perbankan yang dijalankan dengan menggunakan prinsip syariah. Dalam setiap aktivitas usahanya, bank syariah selalu menggunakan hukum-hukum islam yang tercantum dalam al-qur’an dan hadist. Adanya perbankan syariah di Indonesia merupakan sebuah cita-cita luhur yang sejak lama di impikan oleh penggagas adanya ekonomi

islam secara kelembagaan. Kemudian, beroperasionalnya Bank Syariah yang ditandai dengan lahirnya Bank Muamalat Indonesia (BMI),

telah menandai babak baru dunia perbankan di Indonesia. Sampai akhirnya, terjadi krisis perbankan yang terjadi pada tahun 1997. Bank syariah telah membuktikan bahwa bank yang beroperasi dengan prinsip syariah dapat bertahan ditengah gejolak nilai tukar dan tingkat suku bunga yang tinggi. Keadaan ini didukung karakteristik kegiatan usaha Bank Syariah yang melarang pemberlakuan bunga. Dalam perkembangannya, Bank Syari’ah harus selalu meningkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan bank-bank konvensional yang telah lebih lama berdiri. Sebagai wujud dari persaingan yang dihadapi maka peran karyawan yang berkualitas menjadi hal penting yang mesti diperhatikan oleh Bank Syari’ah selaku perusahaan. Saat ini, menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per bulan Desember 2015, berdasarkan statistik perbankan syariah, jumlah perbankan syariah telah mencapai 12 Bank Umum Syariah, 22 Unit Usaha Syariah dan 163 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dengan total jaringan kantor sebanyak 2.301 kantor di seluruh Indonesia. Dalam perkembangan terakhir, industri perbankan syariah ternyata mengalami penurunan performa dibanding perbankan konvensional. Eksistensi Bank Syariah di Indonesia saat ini belum didukung oleh faktor-faktor pendukung yang memungkinkan perbankan syariah untuk terus berkembang dan berjalan dengan baik. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat berkembangnya industri perbankan syariah di Indonesia, antara lain : Pertama, persoalan sumber daya manusia. Dalam hal ini maraknya perbankan syariah di Indonesia tidak diimbangi dengan sumber daya manusia. Terutama SDM yang memiliki latar belakang pengetahuan dalam bidang perbankan syariah. Kedua , kurangnya akademisi perbankan syariah, dimana banyak pendidikan yang lebih berorientasi pada pengenalan ekonomi konvensional dari pada ekonomi Islam, yang pada gilirannya perhatian terhadap ekonomi Islam khususnya perbankan syariah terbaikan dan kurang mendapatkan perhatian. Ketiga, permodalan yang relatif kecil dan terbatas, adanya ambivalensi antara konsep syariah pengelolaan bank syari’ah dengan operasionalisasi di lapangan. Keempat, tingkat kepercayaan yang masih rendah dari umat islam. Dalam hal tersebut, yang menjadi fokus permasalahan utama yaitu terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur pendukung yang berkualitas yang terdapat pada Bank Syari’ah. SDM yang berkualitas yang dibutuhkan oleh bank syariah adalah SDM yang secara keilmuan paham tentang konsep bank syariah dan ekonomi syariah dan secara psikologis dia memiliki semangat keislaman yang tinggi pula. SDM yang hanya mengerti tentang ilmu bank syariah dan ekonomi syariah saja,tetapi tidak memiliki semangat keislaman yang tinggi. Maka ilmunya bagai tidak ada ruh. Sehingga dalam beraktifitas sehari-hari dia tidak ada rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa tanggung jawab (sense of responsibility)terhadap kemajuan bank syariah. Bank Syari’ah selaku perusahaan tidak boleh mengabaikan unsur mutu terkait SDM (Sumber Daya Manusia), karena untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermutu juga harus didukung oleh karyawan yang bermutu. Tantangan dan sekaligus peluang besar yang memerlukan perjuangan dengan nilai ibadah yang tinggi, perlu secara terus menerus dilakukan oleh kalangan lembaga keuangan dan pendidikan syari’ah dalam rangka menumbuhkan sumberdaya manusia perbankan syari’ah yang ihsan, guna memantapkan pengembangan usaha perbankan syari’ah untuk dapat mengatasi persaingan dalam lingkungan mekanisme pasar, baik nasional maupun global. Dalam rangka mengatasi kendala-kendala tersebut, maka diperlukan sebuah solusi dan upaya yang serius dalam rangka pengembangan bank syari’ah untuk hari ini dan ditingkatkan terus di masa depan. Pertama,penigkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perbankan syari’ah. Salah satunya perlu mengembangkan sistem pendidikan yang mnegintegrasikan teori dan praktik perbankan syari’ah dalam rangka meningkatkan integritas bank syari’ah di tengah-tengah masyarakat. Kedua, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada bank konvensional untuk membuka kantor cabang syari’ah, yang mampu secara legalitas maupun materi, untuk mendirikan bank umum syari’ah di seluruh pelosok negeri. Ketiga, perlunya upaya-upaya yang lebih progresif dari semua pihak yang concern terhadap keberadaan dan pengembangan bank syari’ah baik dari kalangan pemerintah, ulama, praktisi perbankan terutama kalangan akademisi. Sumber Daya Manusia perbankan syariah diharapkan memiliki akhlak dan kompetensi yang dilandasi oleh sifat yang dapat dipercaya, memiliki integritas yang tinggi dan senantiasa membawa dan menyebarkan kebaikan, serta memiliki keahlian dan pengetahuan yang handal.

Komentar

Fresh