Polemik Lelang Perawan | OPINI.id

Jajaran cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tangkap pendiri layanan online lelang keperawanan dan nikah sirih. Para penegak hukum menilai jika hal tersebut adalah tindak pidana.

Sepak Terjang Pendiri Nikah Sirih

Dia adalah pria bernama Aris Wahyudi. Aris juga seorang pendiri Partai Ponsel yang merupakan singkatan dari Partai Pelangsingan Obesitas Negara, Startup Ekonomi Luar Biasa itu pun digawangi oleh Aris Wahyudi yang pada situsnya disebut sebagai ketua umum DPP Partai Ponsel.

Pria yang akrab disapa dengan panggilan ini tercatat pernah kuliah di ITB pada jurusan Teknik Kimia. Ia juga pernah mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia ke Essex University, Inggris hingga diwisuda jadi seorang insinyur teknik elektro.

Ia juga memulai karirnya sebagai peneliti bidang radar di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Setelah itu, Arwah banting setir menjadi pengusaha di bidang informasi teknologi dan internet sejak 2005 dan mendirikan situs nikahsirri.com.

Apa itu situs nikahsirri.com?

Bagi kamu yang pernah mengakses situs ini pasti tahu maksud nikahsirri.com. Di halaman muka situs tampak sebuah gambar perempuan dengan lambang empat kaki manusia bertumpukan, dengan slogan bertuliskan "Mengubah Zinah menjadi Ibadah".

Di gambar itu, juga ditulis ajakan untuk menjadi mitra nikahsirri.com yang diyakini akan mendatangkan uang hingga ratusan juta rupiah.

Menelisik kebagian bawah, tampak penjelasan tentang nikah siri versi pembuat situs. Dalam laman tersebut dijelaskan mengenai syarat dan hal-hal mengenai nikah siri yang dianggap lebih mudah dibanding pernikahan legal yang diakui oleh negara.

Dalam situs itu juga dijelaskan, bahwa program nikahsirri merupakan aplikasi nikah siri online yang dapat diakses melalui aplikasi Android. Tujuannya untuk membantu mempertemukan seseorang dengan calon mempelai idamannya secara cepat dan akurat.

Situs ini memperlihatkan gambar mesum

Gimana tidak meresahkan, di dalam websitenya saja tepatnya di samping kiri paparan tulisan, ditampilkan sejumlah foto dan gambar mesum yang sangat vulgar.

Namun pihak Dirkrimsus Polda Metro Kombespol Adi Deriyan belum bisa pastikan apakah www.nikahsirri.com adalah bentuk prostitusi yang berkedok agama atau bukan.

Syarat Jadi Memberi nikahsirri.com

Menurut Kombespol Adi Deriyan dari Dirkrimsus Polda Metro, klien harus mendaftar dengan membayar Rp 100 ribu. Aris juga mendapatkan bagi hasil dari mahar yang didapatkan mitra.

Perinciannya, 80 persen untuk mitra, 20 persen untuk Aris. Porsi itu menjadi hitungan mutlak. Tidak bisa ditawar. Juga, Aris membuat saluran pembayaran online agar mitra tidak mangkir dari kewajiban.

"Misal, mitra A menentukan besaran mahar 200 poin. Berarti klien membutuhkan 200 poin, kan? Setiap poin itu dibeli klien dari AW. Dan dari sana, Aris langsung memotong 20 persen untuk dirinya," papar Adi.

Gak hanya itu saja, menurut perhitungan Jawa Pos berdasar data klien yang didapat www.nikahsirri.com, setidaknya diperoleh Rp 270 juta. Sebab, ada 2.700 orang dan masing-masing diwajibkan membayar Rp 100 ribu.

Adi memaparkan dua poin yang berkaitan dengan pelanggaran Aris. Poin pertama, ada indikasi eksploitasi anak di bawah umur. Sebab, syarat menjadi mitra minimal berusia 14 tahun. Lalu, poin kedua berkaitan dengan fitur foto yang diduga memuat unsur pornografi.

Setelah klien membayar mahar, terlihat mitra mengirimkan beberapa foto syur. Selain itu, ada beberapa gambar dari situs yang menunjukkan tindakan pornografi. Misalnya uang koin yang memperlihatkan hubungan intim suami istri.

Komentar

Fresh