Ada Apa Dengan Indonesia? | OPINI.id

Saat ini Indonesia dalam keadaan panas, khususnya di media sosial. Kebhinekaan mulai retak dan rengat karena bentrok dengan agama dan kepercayaan. Kenapa sih jadi begini?

Indonesia Penuh Propaganda!

Tulisan ini dibuat atas dasar keresahan saya sebagai warga negara Republik Indonesia. Setiap membuka media sosial, isinya gak jauh tudingan dan juga propaganda.

Awalnya sih karena kasus penistaan agama yang dilakukan sama Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Sempat percaya karena itu, tapi ujung-ujungnya melebar sama pemerintahnya. Presiden jadi sasaran. Darisitu saya mulai yakin kalau keramaian dan hingar bingar ini bukan karena Ahok semata, tetapi justru karena ketidaksenangan pihak tertentu terhadap kepemimpinan Jokowi.

Alhasil, dengan atas nama umat, konten-konten fitnah pun bertebaran di dunia maya. MEME saling ejek banyak ditemukan. Herannya, semua ini dishare dan seolah terorganisir dengan baik. Tapi jika saya berasumsi takut dianggap pro ke salah satu pihak, meski tulisan ini dibuat tanpa dasar memihak manapun.

Salah satu alat yang dijadikan Propaganda adalah isu kebangkitan PKI. Dibumbui dengan ucapan-ucapan yang mendiskreditkan umat muslim. Ditambah lagi respon pemerintah yang seakan tutup telinga. Jadilah perpecahan atas nama umat muslim di media sosial.

Padahal, menurut saya PKI itu massanya udah gak ada. Menurut saya taktik cerdas sih menghidupkan kembali isu PKI di Indonesia. Tentu saja, PKI membekas didalam pikiran orang Indonesia. Berapa banyak orang yang dibunuh oleh PKI waktu dulu? Dan yang lebih lucunya lagi, aksi saling serang antara ormas muslim dan PDIP semakin kental di media sosial.

Karena ucapan Megawati yang dianggap tidak mempercayai rukun iman (emang bener sih kayaknya), MEME PKI yang menegaskan jika partai banteng itu berisikan orang-orang PKI kembali beredar. Seakan-akan, justru Soekarno adalah orang yang membentuk PKI. Padahal kalau gak salah, bukannya PKI itu dibentuk oleh Soeharto sebagai alat untuk menjatuhkan pemerintahan Soekarno.

Dan pada saat itu, sebagai Jenderal kepercayaan Soekarno, dia memberantas dan menumpas PKI(padahal dia yang buat). Ujaran kebencian dan saling tuding betebaran di media sosial. Ditambah lagi isu chat Imam besar FPI Rizieq. Dalam isi chat tersebut, berisi konten-konten porno yang diduga dilakukan olehnya terhadap wanita bernama Firza Husein.

Tentu saja hal ini menambah kekesalan kubu FPI dan para penggemar Rizieq. Mereka beranggapan jika ini konten buat menjatuhkan ulama mereka. Dan buktinya, memang benar jika ada fake chat yang bisa dibuat. Tetapi ada salah satu teman saya yang menanggapi isu ini di media sosial facebook.

"pada intinya saya pribadi juga gak percaya sama berita HOAX, cuma kalau saya jadi korban pelecehan CHAT FAKE seperti isu yang lagi hot saat ini, normalnya saya atau si wanita jadi jadian itu akan lapor duluan ke pihak kepolisian sewaktu berita ini baru beredar, saya lapor atas dasar pencemaran nama baik, saya akan nyatakan ke polisi bahwa ini berita HOAX dan saya difitnah, karena saya yakin saya tidak melakukan itu, jadi kalau polisi periksa ini chat asli atau palsu saya gak takut. Tapi... kalau emang bener saya begitu saya mungkin cuma bisa senyum doank sih dan nunggu panggilan polisi atas pelaporan dari orang lain, saya gak berani lapor duluan ke polisi takut malah jadi ketauan. #sayayakininipalsu #inihoax #inipenistaan

Begitu isinya, memang benar, jika yang dirumorkan tidak merasa seharusnya ia melaporkannya kepada pihak kepolisian. Bukan justru ada tim yang membuat dan membantahnya. Logikanya, jika tidak melakukan seharusnya marah besar apalagi ini berbau pornografi sekaligus bisa mematikan karakter beliau.

Kini medsos semakin terbakar, ditambah lagi dengan penetapannya sebagai tersangka kasus penistaan terhadap Pancasila. Sedangkan Ahok belum resmi jadi tersangka, dan yang lainnya. Saya heran, lama-lama negara ini lucu. Sepertinya memang benar Indonesia belum waktunya merasakan Demokrasi.

Kamu sendiri gerah gak sih lihat timeline di media sosial sekarang ini?
Gerah dan emosi
Biasa aja ah
16 votes

MEME fitnah dan hoax betebaran di medsos, mari waspada demi terjaganya keamanan dan kenyamanan.

null

Medsos dijadikan sebagai alat, dan PKI adalah isu yang dimainkan sebagai propaganda.

null

Komentar (4)

Fresh