Cerita Nyata, Banyuwangi Dulu dan Kini | OPINI.id

Hanya anak kampung sini dan Traveller yang sangat mengerti perubahan yang terjadi di Banyuwangi. Bagi yang belum pernah ke Banyuwangi, cerita ini menjadi bekal penting untuk hidup kamu.

DULU, serem banget, dari Jakarta ke Banyuwangi butuh waktu 21 jam.

Dulu tenaga, waktu, dan pikiran kita disiksa dalam perjalanan. Bosen dijalan tidak bisa dihindari, lelah dijalan tidak bisa dipungkiri, capek dijalan mau tak mau dihadapi. Dulu ke Banyuwangi bukanlah pilihan bijak untuk umat manusia yang sehari-hari hidup di Ibu kota. Entah itu dalam rangka pulang kampung maupun sekedar jalan-jalan indah.

KINI, Jakarta ke Banyuwangi cukup 1,5 Jam.

Bukan sulap, bukan sihir. Betul banget, sekarang ke Banyuwangi dari Jakarta udah ga perlu cape, lelah dan kejang-kejang. Karena berkat pak Azwar Anas, Banyuwangi kini punya bandara yang melayani penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi. Jadi, kalau mau mudik dan jalan-jalan Indah ke Banyuwangi, inilah waktu yang paling tepat dan bijak, karena Banyuwangi sudah sangat mudah diakses untuk kalian para pekerja keras yang perlu liburan.

DULU, kalau mau ke Banyuwangi dari Surabaya makan waktu 8 jam.

Jangankan perantau dan orang Jakarta, warga Surabaya pun dulu juga mikir-mikir untuk ke Banyuwangi. Perjalanan yang lama, bisa membuat kita kebanyakan bengong, galau, dihantui mantan dan kenangan bersamanya, itu sungguh menyiksa dan mengerikan teman-teman.

KINI, ga pake lama, Surabaya ke Banyuwangi cuma 45 menit.

Sekarang dari Surabaya banyak pilih transportasi untuk ke Banyuwangi. Jadi, makin mudah untuk kita keliling-keliling untuk menjelajah Jawa Timur. Dengan waktu yang semakin singkat, udah ga ada waktu lagi buat kita untuk bengong dan terjebak nostalgia. Sekarang siapkan perlengkapan dan tenaga untuk berburu permata pariwisata di Banyuwangi, Jawa Timur.

DULU, Banyuwangi terkenal sebagai kota santet dan sarang dukun.

Banyak orang mengenal Banyuwangi sebagai kota yang kaya dengan sumber daya satet dan klenik. Tidak jarang, anak asli kelahiran Banyuwangi di Bully karena hal tersebut. bahkan, ada beberapa kasus yang berujung pada konflik dan tindak kekerasaan yang menyebabkan kematian orang-orang yang tidak bersalah tapi sudah terlanjur dituduh sebagai dukun santet. Makanya, jangan suka mem-bully dan main hakim sendiri.

KINI, Banyuwangi dikenal sebagai kota rujukan pariwisata di dunia.

Terkenal sebagai kota santet adalah masa lalu. Banyuwangi kota pariwisata adalah masa depan. Berbagai penghargaan bergensing diberikan oleh dunia saat Banyuwangi dipimpin bapak Azwar Anas yang berhasil membuat berbagai festival berkelas internasional di kota paling timur di pulau Jawa ini. Dukun sudah tidak zaman lagi, saatnya dukun berahli profesi sebagai pemandu pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif. Dan, kamu harus segera travelling ke Banyuwangi, untuk melupakan masa lalumu dengan si dia yang sedang bersamanya.

DULU, Banyuwangi kota terjorok dan terkotor ke 2 di Jawa Timur.

Jalanan kotor, sungai tercemar, pasar berantakan, fasilitas kebersihan tidak terkelola dengan baik. Sekolah-sekolah, perkantoran dan perumahan tidak terjaga kebersihannya. Banyuwangi dulu itu tidak membuat warganya nyaman dan sehat. Membuat para jomblo sering sakit-sakitan karena kesehatan semakin memburuk. Para jomblo pada masa itu sudah sakit hati, ditambah sakit hulu hati. Karena kondisi kota yang tidak sehat dan kondisi gebetan yang tidak sehati. Perih sob!

KINI, Banyuwangi rutin mendapatkan penghargaan Kota Adipura.

Berkat kepemimpinan Azwar Anas, Banyuwangi jadi sangat bersih, rapi, terawat dan sehat. Karena kepemimpinan sang Bupati mampu membangun keterlibatan masyarakat dari berbagai elemen. Alhasil, Banyuwangi mendapatkan 4 kali penghargaan Kota Adipura berturut-turut untuk kesuksesan pemerintah dan masyarakat menjaga kelesetarian "Sunrise Of Java" . Dan sejak saat ini, para jomblo tampak lebih riang, sehat dan bahagia. Setidaknya kesendirian mereka jauh lebih menyehatkan dari pada masa lalu Banyuwangi yang kelam, seperti masa lalu saat gebetan meninggalkan kita tanpa alasan.

DULU, Ngaku asal Banyuwangi malu.

Karena masa lalu Banyuwangi yang dulu-dulu itu tidak baik. Kadang membuat kita malu buat ngaku asli dari Banyuwangi. Takut diketawain dan jadi bahan bercandaan oleh teman-teman, kita dibuat minder akibat kondisi Banyuwangi ga keren. Yang lebih menderita, kalau dulu kita ngaku asal Banyuwangi, dan sedang cinta-cintanya dengan gebetan. lalu doi mendadak bilang " Aku baru tahu kamu dari Banyuwangi, kamu anak dukun santet ya? kata bapak ku, kita temenan aja ya", (perih, santet diriku saja wahai dukun sedunia)

KINI, Kita sangat bangga karena Banyuwangi maju, tumbuh, berkembang dan membahagiakan

Sekarang, tanpa ditanya orang, saya akan ceritakan kota Banyuwangi, keberhasilan pemimpinnya yang mampu membangun kerjasama dan membuat bangga warganya. Merubah kota yang tak terpadang, menjadi kota yang menjadi sorotan dunia. Sebagaimana diskusi dengan teman-teman komunitas anak muda di Jawa Timur. Kini, Jawa Timur butuh orang baru bukan orang dulu.

Komentar

Fresh