4 Bukti Menabung di Bank itu Banyak Rugi | OPINI.id

Banyak dari kita berpikir menabung di bank, entah dalam bentuk tabungan atau deposito, itu menguntungkan. Nyatanya, semua itu hanya isapan jempot semata. Menabung di bank justru banyak ruginya. Dengan hati dongkol, banyak dari kita yang sadar lalu bertanya bagaimana mungkin kita bisa mengajak masyarakat kalangan menengah ke bawah untuk ramai-ramai menabung di bank, bila uang di rekening yang tak seberapa terus tergerus biaya administrasi dan bermacam-macam potongan. Berikut ini 4 buktinya:

1. Biaya Administrasi

Menabung uang di bank sama saja dengan menitipkan uang pada bank sebagai lembaga yang dipercaya. Penitipan ini jelas tidak gratis. CS BCA mengatakan untuk tahapan, biaya admin per bulan 17 ribu. Saldo mengendap di bawah 100 ribu akan dikenakan tambahan biaya 10 ribu perbulan. Kalau tahapan gold di bawah 10 juta kena biaya 25 ribu. CS BNI mengatakan biaya administrasi tabungan di BNI perbulannya sebesar Rp. 11.000. Sementara itu, biaya pemakaian ATM per bulannya bervariasi (ATM Silver Rp. 20.000, ATM Gold Rp. 7.500 dan ATM Platinum Rp. 10.0000).

2. Bunga Kecil

Bunga tabungan terlalu kecil dan jauh di bawah inflasi. Rata-rata bunga tabungan biasa sekitar 1%. Bunga deposito juga kecil masih di bawah inflasi. CS BNI mengatakan Bunga tabungan yang ditawarkan BNI juga kecil dan bervariasi. Di bawah 1 juta: 0,00%, 1-50 juta: 1,05%, 500-1M: 1,30% dan di atas 1 M: 2%. Misalkan didepositokan dengan bunga 5,75 persen untuk jangka waktu 3 dan 6 bulan potong bunga pajak 20%, lagi-lagi, nilai uang memang masih di bawah inflasi.

3. Tabungan Sulit Berkembang

CS BNI pun menyebutkan, kalau tabungan mau tidak berkurang meski telah dipotong ini-itu, minimal nominalnya 100 juta. Orang dengan pendapatan kecil susah menabung hingga segitu. Karena banyak yang menabung dalam jumlah kecil, uang jelas pelan-pelan terkuras. Padahal, motivasi awal menabung biasanya biar uang berkembang.

4. Adanya Limit Transaksi

Meskipun kita bebas melakukan transaksi, ternyata ada limit yang diberlakukan bank. Misalnya, adanya saldo minimum yang harus tersedia di rekening sehingga kita tidak bisa menarik dana seluruhnya. atau limit penarikan tunai di ATM maksimal Rp5.000.000 untuk satu hari. Rempong bukan.

Komentar

Fresh