Pil Zombie Serang Indonesia | OPINI.id

Masyarakat kembali dibuat khawatir dengan beredarnya informasi soal penyalahgunaan obat bernama PCC. Banyak remaja yang berhalusinasi dan masuk rumah sakit jiwa akibat obat ini.

Video Bocah Halusinasi Ungkap Beredarnya Pil Zombie

Matanya terbuka lebar. Bajunya juga basah kuyup, mungkin karena air di sampingnya. Di video yang sudah 100 ribu kali dibagikan tersebut, tampak pula banyak orang yang hanya menontoni bocah ini.

"Tolong pemerintah kendarai tolong dihilangkan itu mumbul, pengaruhnya mumbul ini," kata lelaki di video. Bocah yang tak diketahui identitasnya tersebut tak kuasa berdiri. Dia hanya terlihat berbaring di atas tanah dengan kubungan air. "Tolong BNN dimusnahkan itu mumbul, disampaikan kepada pemerintah Kota Kendari tolong itu mumbul dimusnahkan. PCC dengan itu obatnya orang gila. Tadi rumah sakit jiwa 30 lebih masuk," begitu suara yang terdengar di video yang baru diunggah 8 jam lalu itu.

Dalam keterangan, disebutkan bawah penyebabnya yakni karena obat PCC. Disampaikan kepada Teman2, Saudara, Sahabat untuk melakukan pengawasan Ekstra terhadap putra putrinya, sejak semalam sampai saat ini RSJ Kota Kendari kedatangan hingga sampai 50 pasien, di antaranya ada anak dan remaja dengan gejala yg sama, Mereka Tidak Sadarkan Diri dan Berhalusinasi, Info yg didapat dari pasien mereka telah meminum obat yg disebut PCC (Mumbul) dan ada juga yang disebut Flakka Jenis Narkotika terbaru, dan obat tersebut didapatkan secara gratis oleh oknum yg mereka tidak kenal, Untuk diketahui Sudah ada Korban Meninggal dunia yang merupakan siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota kendari. Untuk meminimalisir jatuhnya korban diharapkan kerjasama dari para orangtua untuk melakukan pengawasan terhadad putra-putri nya, Terima Kasih.

Korban Berjatuhan Akibat Pil PCC

Indonesia kembali darurat narkoba.Peristiwa ini terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ironinya, korban berjatuhan dari kalangan anak-anak. Yah, anak-anak usia produktif, SD, SMP sampai SMA. Korban PCC ini harus diikat agar tidak semakin liar karena pengaruh obat PCC. Menurut keterangan, pil ini berjenis somadril dan tramadol.

Akibatnya, 50 korban berjatuhan dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kendari. Jumlah tersebut bisa saja bertambah, mengingat pelaku sudah menyebar obat itu.

Kabag Sumda Polres Kolaka Kompol Nuzul Sukendar mengatakan korban mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang tukang parkir di Mall Rabam Kendari. Pria berinisial A (17) yang juga tukang parkir itu mengaku tak sadarkan diri setelah mengonsumsi lima butir pil PCC atau Paracetamol Cafein Carisoprodol.

Inilah Penjelasan Ahli Kimia Farmasi BNN Soal PCC

Staf Ahli Kimia Farmasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Mufti Djusnir angkat bicara terkait banyaknya korban berjatuhan usai mengonsumsi obat PCC.

Hingga saat ini, tercatat 61 pasien telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Kendari. Mereka hilang kesadaran usai mengonsumsi obat terlarang itu. Menurut Mufti, harus diyakini dulu apa yang telah dikonsumsi korban hingga menimbulkan dampak demikian.

Sebab, dari informasi yang didapatkan, ada beberapa macam obat yang diracik. "Jika benar mereka meracik sejumlah obat, di antaranya obat PCC, harus dikonfirmasi dari laboratorium BPOM setempat," kata Mufti saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Dari pengakuan salah satu korban, terungkap bahwa dia telah mengonsumsi tiga jenis obat berbeda, yakni Tramadol, Somadril, dan PCC. Ketiga jenis obat itu dicampur dan diminum secara bersamaan dengan menggunakan air putih.

"Jika mereka mencampur tiga obat itu akan menimbulkan efek sinergis. Obat bekerja memengaruhi susunan saraf pusat. Dia menjadi kerja searah menghantam saraf pusat otak dan akan menimbulkan ketidakseimbangan," jelas Mufti.

Ragam jenis obat tersebut, kata dia, ada sebagiannya yang sudah tidak tersedia lagi di pasaran lantaran ditarik dari peredaran. Karena itu, aparat hukum harus menyelidiki oknum yang menyebarkan obat berbahaya tersebut.

"Informasi yang kita dapatkan, Somadril sudah ditarik dari peredaran. Enggak boleh. Tramadol resmi tapi harus ada resep dokter. Tidak dijual bebas. Harus dikonsultasikan dengan apoteker agar dosis yang diberikan kepada konsumen tepat," ujar dia.

Sementara obat PCC, kata dia, memiliki kandungan senyawa Carisoprodol. Jenis obat ini berfungsi mengatasi nyeri dan ketegangan otot. Obat ini tergolong muscle relaxants (pelemas otot). Obat ini bekerja pada jaringan saraf dan otak yang mampu merilekskan otot.

Obat ini biasanya digunakan saat istirahat, saat melakukan terapi fisik, dan pengobatan lain. Lantas apakah PCC termasuk bagian dalam narkoba? Mufti menilai hal itu bisa saja terjadi lantaran memiliki zat adiktif. Meski demikian, perlu hasil laboratorium untuk mengetahui jenis dari narkoba tersebut. "Zat adiktif, bisa saja (obat PCC). Tapi jenisnya apa? Harus ada hasil labnya," ujar dia.

Komentar

Fresh