BIJI NANGKA UNTUK CEGAH OSTEOPOROSIS | OPINI.id

30-40 % perempuan usia menopause yang telah mengonsumsi susu tinggi kalisum masih menunjukkan tingginya penderita osteoporosis.Maka, susu saja tidak cukup.Hal ini melatarbelakangi lima mahasiswa UGM : Aulia Ayub, Arum Trisnaningtyas S.P., Fun Nagede A., Presty Dwi F., dan Risma M. melakukan penelitian terhadap biji nangka yang dapat menggantikan estrogen, sehingga dapat mencegah osteoporosis pada wanita menopause. Campuran susu tinggi kalsium dan biji nangka dapat efektif mencegah osteoporosis

MAHASISWA UGM MENCIPTAKAN SUSU TINGGI KALSIUM DENGAN FORTIFIKASI EKSTRAK BIJI NANGKA UNTUK MENGOBATI OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE

Osteoporosis adalah penyakit sistemik tulang yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang. Osteoporosis memiliki prevalensi yang sangat tinggi di Indonesia, dan biasanya terjadi pada wanita menopause. Menopause adalah kondisi terhentinya proses menstruasi pada wanita sehingga menyebabkan hormon estrogen atau hormon yang sangat penting dalam proses pencegahan osteoporosis berkurang. Berdasarkan hasil riset Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, tahun 2020 diperkirakan 35% wanita Indonesia dengan kondisi menopause akan mengalami osteoporosis. Penanganan umum kondisi osteoporosis saat ini biasanya dilakukan dengan pemberian berbagai macam susu tinggi kalium maupun suplemen. Namun, setelah diteliti lebih lanjut ternyata penanganan yang dilakukan terhadap wanita dengan kondisi tersebut masih kurang efektif. Menurut data survei gizi, 30-40 % perempuan usia menopause yang rutin mengkonsumsi susu tinggi kalsium masih menderita osteoporosis. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan, susu tinggi kalsium yang tersedia di pasaran hanya mengandung komponen kalsium, sedangkan komponen lainnya yang sangat berperan dalam proses terjadinya osteoporosis seperti hormon estrogen tidak dapat tergantikan. Hal ini melatarbelakangi lima mahasiswa UGM yaitu Aulia Ayub, Arum Trisnaningtyas S.P., Fun Nagede Adinsyah, dan Presty Dwi Fitriani dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Risma Martasuri dari Fakultas Farmasi, dan didampingi dosen Pembina kami yaitu drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D. untuk mencari bahan tambahan yang efektif dan efisien mencegah osteoporosis pada wanita menopause. Tim mereka memanfaatkan biji nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai bahan tambahan yang ditambahkan ke dalam susu tinggi kalsium sebagai suplemen yang dapat meningkatkan kepadatan tulang pada wanita menopause. “Selama ini biji nangka belum banyak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah , padahal biji nangka mengandung isoflavon atau suatu fitohormon estrogen yang memiliki struktur kimia yang hamper sama dengan estrogen, sehingga memungkinkan terjadinya ikatan dengan reseptor estrogen. Ikatan yang terjadi antara isoflavon dan reseptor estrogen mampu memperlambat proses bone resorption matriks tulang. Sehingga, biji nangka berpotensi menjadi solusi dalam penatalaksanaan kondisi osteoporosis pada wanita menopause.” Kata Aulia Ayub, sebagai ketua tim dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Jum’at (16/6) di kampus setempat. Mereka mengumpulkan biji nangka yang diperoleh dari limbah biji nangka Warung Es Buah PK Yogyakarta. Biji nangka yang telah maserasi selanjutnya di spray drying sehingga berubah dari bentuk cairan menjadi bentuk bubuk. Bubuk ekstrak biji nangka dicampur dengan susu tinggi kalsium sehingga didapatkan bentuk sediaan bubuk fortifikasi. Kemudian, sediaan di aplikasikan secara in vivo pada 25 ekor tikus Sprague Dawley. Arum menuturkan sebelum diberikan ekstrak biji nangka secara oral, terlebih dahulu tikus diovariektomi. Hal ini dilakukan agar tikus mengalami kondisi defisiensi esterogen. Setelah 28 hari perlakuan dan dilakukan pembedahan pada tikus dan diambil tulang pendukung gigi untuk dianalisis. Setelah dilakukan analisis dari hasil pengamatan jumlah osteoblas, osteoklas, luas trabekula, dan kepadatan kolagen, terbukti bahwa kelompok tikus yang diberi perlakuan fortifikasi bubuk ekstrak biji nangka dengan susu tinggi kalsium memiliki hasil yang jauh lebih efektif dalam hal peningkatan kepadatan tulang, dibandingkan dengan kelompok tikus yang hanya dengan perlakuan susu tinggi kalsium saja. Hasil pengamatan rontgen foto pada kelompok tikus yang diberi perlakuan fortifikasi bubuk ekstrak biji nangka dengan susu tinggi kalsium menunjukkan hasil yang lebih opaque dibandingkan dengan kelompok tikus yang hanya dengan perlakuan susu tinggi kalsium. Produk luaran dari penelitian ini adalah Binastic yaitu sediaan bubuk campuran susu tinggi kalsium dan ekstrak biji nangka. “Penelitian ini menjadi langkah awal eksplorasi biji nangka untuk agen anti-osteoporosis yang prospektif dan aman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi yang efektif dan efisien dalam peningkatan densitas massa tulang bagi wanita menopause,” imbuhAuli. Referensi : Baziad A, 2003, Menopause danAndropauseEdisi ke-1, YayasanBinaPustakaSarwonoPrawirohardjo,Jakarta, Hal 75-81. Jeffcoat, Marjorie., 2005, The Association Between Osteoporosis and Oral Bone Loss, 76(11): 2125-2132.

Komentar

Fresh