Sstttt, a better word for better life! | OPINI.id

Tau gak sih say, dampak dari sebuah diksi (pemilihan kata)? *Gue anggep kalian belum tau aja ya? Yaaa? Yaaa? Yaa dehh!🙈* Gini say, dalam studi psikologis, seorang anak dapat merespon hal-hal yang ia dengar dan ia lihat lebih kuat lhoo. Hal tersebut bertahan lebih lama. Percaya nggak? Coba deh inget-inget, apa yang sering diomongin sama ibumu pas kalian lagi punya waktu bareng? Misal nih, saat kamu masih TK, ibumu lagi makein sepatu, sambil bilang, "Nduk, belajar yang rajin ya, kamu pasti bisa lebih baik dari ayah dan ibu." Pernah? Masih keinget sampe sekarang¿ Dan sekarang, apa kata-kata ibumu udah kamu lakuin? Seorang ibu, pasti menginginkan hal terbaik untuk anaknya. Jadi, setiap kata yang terucap, setidaknya harus dipilah-pilih terlebih dahulu. Mana yang lebih baik dampaknya, mana yang tidak. Mungkin maksudnya sama, namun jika penggunaan katanya berbeda, si anak juga bisa merespon hal yang berbeda pula. Sebisa mungkin efek positif selalu timbul tatkala ia mendengar nasehat si ibu. Misalkan ketika melihat seorang petugas kebersihan, usahakan hindari penggunaan kalimat, "Nak, belajar yang rajin, kalo gak kamu jadi kayak gitu tuh!" Sambil nunjuk si petugas kebersihan. Seolah-olah menjadi petugas kebersihan adalah pekerjaan yang buruk. Say, kalo gak ada petugas kebersihan, lingkungan gak akan senyaman ini lhoo. Usahakan pilihlah penggunaan kata yang lebih baik. Hindari kata larangan. Misal, "Nak, belajar yang rajin ya, kalo kamu belajarnya lebih giat, pasti bisa lebih baik dari ini." Sambil nunjukin nilai raport. Udah gitu aja ya say. Selamat pagi...

Komentar

Fresh