Vonis Fidelis | OPINI.id

Perjuangan cinta Fidelis berakhir dengan vonis 8 bulan penjara dan denda 1 Miliar Rupiah.

Cinta Berujung Vonis

Masih ingatkan dengan kasus PNS tanam ganja untuk obat istrinya? Dia adalah Fidelis Arie Suderwato. Pria berusia 36 tahun ditangkap BNN Kabupaten Sanggau karena memiliki 36 batang ganja.

Fidelis menanam ganja bukan untuk dikonsumsi ataupun dijual melainkan untuk obat bagi istrinya bernama Yeni yang didiagnosa mengidap Syringomyelia yaitu penyakit di sumsum tulang belakang.

Akibatnya, dirinya pun harus mendekam di sel tahanan sejak 19 Februari lalu dan kini ia sudah divonis bersalah oleh Majelis Hakim yang diketuai Achmad Irfir Rohman dengan anggota John Sea Desa dan Maulana Abdulah. Fidelis harus dipenjara selama 8 bulan dan denda serta Rp 1 miliar.

Benarkah Ganja Bisa Jadi Obat?

Kasus penanaman dan ekstrak ganja untuk pengobatan yang dilakukan oleh seorang suami di Sanggau Kalimantan Barat, sedang menjadi perhatian publik.

Pria bernama Fidelis Ari Sudarwoto menanam dan mengesktrak ganja demi pengobatan istrinya yang kena penyakit Syringomyelia atau kista di sumsum tulang belakang.

Lantas benarkah ganja bisa jadi pengobatan? Mungkin di beberapa negara seperti Amerika Serikat memang benar ganja dijadikan pengobatan. Bisa dilihat dari beberapa video yang ada di youtube seputar pengobatan.

Nah, menurut peneliti Natural Product and Pharmaceutical Chemistry Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sofna Banjarnahor, mengatakan dalam ganja memang mengandung banyak senyawa aktif, setidaknya ada 113 lebih senyawa.

Dilihat dari sifatnya, senyawa pada ganja terbagi menjadi dua yakni senyawa psikoaktif dan senyawa non-psikoaktif. "Yang membedakan psikoaktif dan non-psikoaktif adalah keterikatannya pada reseptor di otak. Yang bersifat psikoaktif terikat secara baik dengan reseptor CB1. Sedangkan yang non-psikoaktif terikat secara lemah dengan reseptor tersebut," ucapnya.

Sofna menyatakan, senyawa non-psikoaktif sudah banyak diteliti manfaatnya di bidang kedokteran, yakni sebagai antiradang, antikanker pelemas otot, obat epilepsi dan antinyeri.

Secara umum, kata Sofna, senyawa psikoaktif lebih kelihatan mata, misalnya menjadi mudah tidur, selera makan dan membuat mood yang lebih baik. Sedangkan senyawa non-psikoaktif cenderung pada yang tidak kelihatan mata.

Fidelis Korban Kampanye Buta Anti Narkoba?

Selesai sudah perjuangan Fidelis Arie Suderwato (36) yang menanam ganja untuk obat sang istri yang kini telah tiada sejak dirinya ditangkap oleh petugas BNN.

Fidelis pun kecewa dengan putusan Majelis Hakim terhadap dirinya. Ia harus menerima hukuman penjara 8 bulan serta denda Rp 1 Miliar atau kurungan satu bulan.

Padahal jelas jika fakta rekonstruksi yang diteliti oleh JPU juga menemukan bahwa penanaman ganja yang dilakukan Fidelis berdasar atas alasan kemanusiaan, bukan untuk disalahgunakan. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), menyayangkan putusan hakim.

Pengadilan dalam perkara Fidelis dinilai tidak masuk secara menyeluruh untuk melihat fakta dalam persidangan. Sebelum putusan, ICJR sempat mengirimkan pendapat hukum kepada PN Sanggau, yang isinya menyatakan Fidelis layak dibebaskan meski telah melanggar hukum.

Dalam pandangan ICJR, Fidelis semestinya dapat masuk dalam kategori keadaan darurat sebagaimana diatur dalam Pasal 48 KUHP. Kondisi Fidelis yang tidak memiliki pilihan selain menolong istrinya dengan pengobatan ganja yang tidak disediakan oleh Negara harusnya menjadi pertimbangan kunci oleh Hakim.

"Fidelis adalah contoh nyata kebijakan perang (antinarkoba) yang rentan salah sasaran, Pemerintah selalu membawa slogan antinarkotika tanpa berani masuk ke ranah imiah untuk menjamin kepentingan publik yang lebih luas," kata Anggara Suwahju, peneliti senior ICJR, dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi (2/8/2017).

Sumber: beritagar

Komentar

Fresh