Mitos Anak Milennial | OPINI.id

Lahir di tahun 1980, berarti dianggap sebagai generasi kaum milennial. Sat ini, generasi milennial banyak yang masuk ke dunia kerja profesional. Berikut adalah beberapa fakta seputar kaum milennial.

Cikal Bakal Milennial

Sebelum masuk ke slide seputar mitos kaum milennial, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu Milennial. Istilah Milennial sendiri pertama kali disebut oleh penulis William Strauss dan Neil Home dalam buku yang berjudul Generation: The History of America's Future, 1584 to 2069 yang diterbitkan pada tahun 1991.

Istilah millennial menjadi pengganti istilah generasi Y karena generasi ini tak mau dikaitkan dengan generasi X (generasi sebelumnya, lahir 1960-1980).

Kedua penulis ini kemudian menerbitkan buku Millennial Rising: The Next Generations (2000). Strauss dan Home menyebut mereka yang lahir dari 1982-2001, dan terutama yang lulus SMS pada tahun 2000-an, sebagai generasi millennial.

"Followers" Adalah Ukuran Kekayaan

Di usianya yang masih relatif muda, bisa dibilang para kaum milennial ini sudah punya pendapatan yang cukup dan gaya hidup modern.

Menurut pakar psikologi Dr Thomas Armstrong yang membagi populasi masyarakat jadi tiga kelompok. Kelompok ini akan dilihat dari kebutuhan finansial serta perspektif mereka tentang makna kekayaan. Kelompok tersebut adalah Milennial,Dreamer, dan Legacy.

"Untuk kelompok ini kekayaan dilambangkan oleh jumlah uang dalam tabungan, jumlah followers ataupun like di media sosial serta gaya hidup kekinian mereka," kata Direktur Retail Banking Bank Permata Bianto Surodjo, pada acara Wealth Wisdom di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Hidup Hanya Untuk Hari Ini

Bukannya gak peduli sama masa depan, tetapi begitulah pola pikir para milennial. Generasi ini menganggap waktu sebagai kurs mata uang. Beda dengan generasi baby boomers (1946-1964) yang menganggap waktu adalah investasi.

Milenial hanya berpikir jika hidup hanya untuk hari ini. Mereka sangat tahu bagaimana menyeimbangkan pekerjaan, teman, pacar, dan acara bersenang-senang.

Menunggu Sukses Baru Menikah

Di Opini.id pernah ada pembahasan Milennial gak mampu beli rumah. Sebenarnya itu karena para kaum milennial ingin sukses dan mapan dalam berkarir terlebih dahulu baru memutuskan menikah. Jadi rumah adalah hitungan terakhir setelah menikah.

Akrab dengan Teknologi

Generasi ini digambarkan tidak pernah bisa lepas dari kemajuan teknologi. Itulah sebabnya kenapa para milennial seringkali berkecimpung dan aktif dalam media sosial. Mereka juga selalu menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari.

Menggeser Baby Boomers

Kaum milennial telah berhasil mengambil alih posisi sebagai populasi terbesar dari generasi baby boomers. Sebanyak hampir 80 juta jiwa generasi millenial (di Amerika) melampaui generasi baby boomers yang pernah dianggap sebagai populasi terbesar angkatan kerja.

Komentar

Fresh