Pentingnya Mengeluarkan Unek-unek | OPINI.id

Bicara bisa jadi merupakan hal yang sepele bagi sebagian orang, tapi ternyata cukup penting untuk dilakukan. Ungkapan bahwa ‘semua orang kadang hanya butuh didengarkan’ itu sepertinya juga benar. Unek-unek sederhana aja kalau nggak dikeluarkan, berasa ada yang mengganjal dalam kepala, bayangkan kalau masalah besar dan serius.

Sebab...

Salah satu alasan orang menjadi depresi adalah karena merasa tak ada yang mau mendengarkan, sehingga kemudian mereka mengambil tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya sendiri. So, berbicara itu penting? Ya, penting banget!

Dengan berbicara, kamu belajar mengeluarkan unek-unek riuh dari kepalamu

Kadang kita terpikir pada suatu hal, dari yang sepele mulai dari lagu Armada yang katanya jiplak lagu F4 dari Taiwan, kehidupan glamour ABG bandel bernama Awkarin, sampai masalah yang beratnya mengalahkan beban hidup seperti: mengapa Pak Ahok dipenjara, atau pro kontra agama samawi VS feminisme di negeri ini, misalnya. Semuanya menuntut untuk dikeluarkan. Kalau nggak, malah kepikiran sendiri dan jadi pusing. Tapi ketika ada yang dikeluarkan, meski pertanyaan itu belum terjawab, tapi berasa lega sudah menyampaikannya pada kepala yang lain.

Cari teman bicara

Mereka bisa siapa saja. Teman grup, teman komunitas, teman kantor, teman kuliah, orangtua, saudara, sahabat kecilmu, dan bahkan orang random yang kamu temui entah di mana, berkenalan dan kemudian klik. Kenapa tidak?

Tapi…

Kalau kamu sejatinya butuh didengarkan, bicaralah sebagai teman diskusi, jangan berlagak seperti lawan debat. Karena orang lain sudah meluangkan waktunya untuk mendengarkan ocehanmu –yang mungkin kalau tak mereka dengarkan pun, nggak berpengaruh apa-apa bagi hidupnya. Apresiasi apa yang diberikan orang lain, bicaralah seperti kawan diskusi alih-alih lawan debat meski kamu berpikir bahwa pengetahuanmu 1000x lipat di atas kawanmu itu. Kalau nggak? Kalau nggak ya, nggak ada yang mau mendengarkan apalagi menanggapi unek-unekmu.

Kecuali...

Kamu memang hanya sedang butuh pembuktian diri. Bicara untuk pembuktian memang sesuatu yang agak-agak berbahaya. Kamu hanya ingin membuktikan pada dunia dan dirimu sendiri bahwa kamu smart. Walau sebenarnya isi otak dan tingkat cakep bisa kelihatan dengan sendirinya ketika orang berinteraksi denganmu, sih. Tetapi pembuktian lewat debat biasanya lebih menjengkelkan. Btw, tahu, kan, bedanya sekadar curhat, diskusi untuk berbagi, atau berdebat pakai ego? Nah.

Seberapa sering kamu bicara dan curhat pada orang terdekat?
Sering, teman deket gue banyak
Ya, kadang-kadang aja
Nggak punya temen dekat :(
Lainnya..
282 votes

Komentar

Fresh