Pelanggaran HAM di PAPUA | OPINI.id

PELANGGARAN HAM DI PAPUA, SEBAGAI PEMICU DISINTEGRASI BANGSA

Situasi HAM di Papua Menjadi Isu di Kawasan Regional Pasifik

Pelanggaran HAM di Papua telah mengemuka di kawasan Regional, yaitu Pasifik pada umumnya, termasuk Selandia Baru dan Australia. Pelanggaran HAM di Papua berpotensi mengakibatkan disintegrasi Bangsa. Keraguan ini saya sampaikan dengan dukungan Bukti bukti: A. Bahwa pelanggaran HAM bernar Benar terjadi tetapi Pemerintah tetapi Pemerintah dengan Sengaja membiarkan ( terdapat pada sejumlah Laporan Pelanggaran HAM Papua ) B. Pelanggaran HAM mendorong orang Papua untuk mencari dukungan dari luar, Penilaian Oranga Papua bahwa Pemerintah tidak Serius menyelesaikan Kasus HAM di Papua. Beberapa bukti Bahwa Pelanggaran HAM di Papua dapat memicu dis integrasi Bangsa dapat saya sodorkan Seperti di bawah ini: 1. ULMWP menjadi Anggota pengamat dalam Melanesia Spearhead Group ( MSG ). 2. Adanya keinginan atau Inisiatif dari negara negara di Pasific ataupun ULMWP sendiri untuk meningkatkan status dari pengamat menjadi anggota MSG. 3. Laporan Gereja-gereja Katolik Keuskupan Brisbane – dengan judul “We Will Lose Everything, A Report of Human Right Fact Finding to West Papua” (Kami akan Senantiasa Kalah; Sebuah Laporan Pencarian Fakta Hak Asasi Manusia ke Papua Barat). 4. Adanya keinginan Kuat dari PIF untuk memberntuk Tim Pecari Fakta Pelanggaran HAM di Papua. 5. Masalah Papua telah mengemuka di beberapa pertemuan PBB. Hanya dengan Menyelesaikan Pelanggaran HAM di Papua, Orang Papua akan merasa Terhormat dan dihargai hidupnya didalam NKR.

Komentar

Fresh