Veronica dan Alasan Bunuh Diri | OPINI.id

Seorang jurnalis perempuan memutuskan makan 5 pil obat tidur sebagai cara untuk bunuh diri. Nama gadis itu Veronica. Ia berharap setelah itu ia sudah tidak di dunia ini. Namun, ia malah terbangun di sebuah rumah sakit. Rumah sakit jiwa pula. Alasan bunuh dirinya sungguh berbeda. Ia membaca sebuah majalah dengan pertanyaan Di mana Slovenia. Tidak banyak orang tahu ibukota Slovenia berada. Slovenia tidak ada di dalam peta. Ia pun menulis sebuah surat sebelum bunuh diri yang menerangkan Slovenia.

1. Pecahnya Yugoslavia

Secara cerdik, Coelho ingin membawa tema pecahnya Yugoslavia dan berbagai tragedi yang menyelimutinya. Sebagaimana kita tahu, pada tahun 90-an dan setelahnya, Yugoslavia terpecah-pecah menjadi berbagai negara. Salah satunya Slovenia. Coelho ingin mengemas latar itu dalam cerita yang lain, kehidupan orang-orang sakit jiwa. Di rumah sakit, Veronica bertemu dengan Mari yang menderita serangan panik, Zedka yang depresi, dan Eduard yang mengidap skizofrenia. Pergulatan keempat tokoh ini begitu intens di dalam novel. Dan kepada Eduard, Veronica jatuh cinta.

2. Siapa yang Gila?

Sayangnya, novel ini terlalu kaya. Sehingga sebagai pembaca, saya kesulitan menemukan fokus cerita. Ada banyak tema besar dijejalkan di dalam novel. Seperti kegilaan massal. Vilette ingin dijadikan Coelho sebagai metafora bagi dunia ini seperti sebuah cerita manakala di sebuah negara, rakyat meminum air dari sebuah sumur berubah menjadi gila. Kegilaan rakyat menggurita dan mereka menggugat rajanya yang normal. Takut oleh gugatan, sang raja pun ikut meminum air dari sumur tersebut dan menjadi gila juga. Saat menjadi gila itulah, sang raja dianggap normal oleh sesama orang gila.

3. Kegilaan dan Hasrat Hidup

Bagaimanakah kegilaan sesungguhnya? Itulah pertanyaan Coelho yang coba ia sajikan di dalam novel ini. Di rumah sakit, Veronica yang berhasrat membunuh dirinya itu diberikan sebuah pernyataan mengejutkan. Ya, umurnya tinggal 5 hari lagi. Ia mengidap kelainan jantung. Veronica tetap berusaha sebisa mungkin tidak mati oleh penyakit (ia merencanakan keluar dan bunuh diri), sebelum pertemuannya dengan Eduard. Ternyata, vonis mati itu adalah sebuah uji coba dari sang dokter. Apakah kekuatan hidup justru akan muncul jika seseorang diberikan kabar pasti mengenai jadwal kematiannya?

4. Kesan dan Puisi

Kesan saat membaca novel ini mendorongku untuk menulis sebuah puisi: Ia tak akan lagi menceritakan hidupnya yang singkat dan memilih berdiam diri di dalam kamarnya yang karib dengan penat Ia berjanji tak juga menelan lima obat tidur setelah kecewa, tak banyak yang tahu di mana ibukota Slovenia berada dan setelah mengetahui banyak yang tak peduli pertumpahan darah tak pernah berhenti Hanya berpindah tempat dari Slovenia ke Bosnia, dari Bosnia ke Checnya lalu berkelana ke semenanjung Arab Bahkan suatu saat, hal serupa akan menyapa negara-negara yang mengaku punya toleransi Dan gadis-gadis mereka akan mencintai laki-laki yang berani memancung perasaan saling menghargai Ia ingin pula berdoa kepada Tuhan, kepada Tuhan yang tak ia yakini ada Semoga semua manusia diberi kebahagiaan

Komentar

Fresh