Serba-serbi & Drama Transportasi Online | OPINI.id

Transportasi online menjadi tren baru dalam beberapa tahun belakangan ini. Nggak cuma jasa ojek online, beberapa penyedia layanan transportasi online di Indonesia sudah punya jasa layanan delivery makanan, beli tiket, salon,antar jemput paket, mobil, taksi, dll. Penyedia layanan berlomba-lomba menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Meski ternyata, banyak juga drama yang terjadi di kalangan pengguna dan driver transportasi online. Sampai-sampai di media sosial ada akun drama ojek online!

Transportasi online banyak memudahkan kehidupan manusia

Harus diakui, transportasi online banyak memudahkan kehidupan manusia. Dulu, kalau pulang malam pasti pusing mau naik apa selain taksi, karena rata-rata angkutan umum sudah lenyap dari jalanan. Apalagi kalau lewat tengah malam, pilihannya cuma naik taksi –nggak peduli jauh maupun dekat. Meski banyak juga yang jadi manja dan hanya mengandalkan ojek online untuk jarak tempuh dekat.

Nggak khawatir lagi naik ojek malam-malam

Zaman ojek masih berupa ojek pangkalan, kita nggak akan tahu siapa drivernya, dan nggak bisa melacak jejaknya kalau sesuatu terjadi dalam perjalanan pulang. Itu sebabnya, jarang ada orang –apalagi perempuan, berani naik ojek malam-malam. Tapi sekarang dengan adanya ojek online, seluruh data driver pasti dipegang perusahaan. Jadi kalau ada apa-apa, masih bisa dilacak. Keamanan rasanya lebih terjamin dan tentu diantar selamat sampai tujuan.

Meski ada juga driver (atau penumpang) yang bikin geleng-geleng kepala

Walau begitu, nggak semua manusia waras-waras aja. Yang bisa nyari masalah bukan hanya dari sisi driver, kadang ada juga penumpang yang keterlaluan dan terlalu memandang rendah driver. Nah, jangan sampai kamu tergolong ke dalam penumpang kayak gini, ya! Jangan!

Jangan lupa berikan sedikit tip

Ini optional sih, sebenarnya. Tetapi salah satu teman yang bekerja sebagai driver ojek online mengatakan bahwa dia merasa senang mendapatkan tip walau jumlahnya sedikit. Rasanya? Rasanya penumpang sangat menghargai jasa mereka hari itu. Kalau lagi punya dana lebih, nggak ada salahnya berbagi dengan teman-teman driver, kan?

Kepada para driver, terima kasih sudah mengantarkan kami sampai tujuan

Terima kasih sudah bersikap ramah, mengantarkan penumpang sampai tujuan, nggak ngebut di jalan, nggak menerobos lampu merah, nggak ugal-ugalan, nggak naik trotoar, dan nggak melanggar aturan lainnya.

Dan terima kasih sudah mengingatkan agar…

…kami tidak main HP selama perjalanan. Yap, kami tahu itu berbahaya dan driver kerap disalahkan bahkan dianggap bekerja sama dengan malingnya jika ada penumpang yang dijambret di tengah jalan. Tapi percayalah, kadang kami cuma melihat peta atau balas chat penting karena mau janjian sama orang. Hehe.

Kalau kamu tim yang mana?
Gojek
Grab
Uber
Lainnya
149 votes

Komentar

Fresh