PSIKOLOGI AKTOR POLITIK BICARA! | OPINI.id

PSIKOLOGI AKTOR POLITIK SUDAH SAATNYA ANGKAT BICARA! Diterbitkan : 19/01/2017 Oleh : Hasyemi Faqihudin Siapa yang ga kenal hugo chavez? Presiden venezuela yg menyumbangkan sebagian besar gajinya untuk anggaran sosial. Dikala melakukan kunjungan kenegaraan pun ia hanya menggunakan jeep atau menumpang ditruck. Dan ketika venezuela terkirim bencana banjir, diseluruh pintu istana negara hendak dibuka sebagai tempat penampungan. Lahirlah disudut karibia siapa yg ga kenal fidel castro? Yang gajinya sebesar 900 peso kuba yg tidak ada nilai dipasar internasional. Dalam hitungan rupiah, mungkin kisaran ratusan ribu saja. Lebih besar gaji kuli pabrik dibanding penghasiln si fidel castro. Lalu, ditengah ibu kota teheran, seorang pemimpin diminta mengumumkan kekayaannya. Dalam sebuah fakta mengejutkan, kekayaannya hanya satu rumah sederhana 175 meter persegi. Dan sering menolak tidur di karpet antik peninggalan persia, juga alergi dipesankan kursi V.I.P saat kunjungan negara, Dialah ahmaddinejad presiden iran tahun 2005. Sekilas tokoh pemimpin yang berpengaruh didunia juga berpengaruh didalam contoh kehidupan menjadi cita cita rakyat yang kerap hanya menjadi lamunan kosong apabila stagnasi mengusung calon pemimpin hanya sekedar prediksi dan korban iklan pemilu. Gaya blusukan ke pasar, datangi kampung terpencil, menyapa petani yang sedang macul, hadiri pengajian agama, tongkrongin rumah susun, kontrak politik dikorban lumpur, pasang bendera dan poster itu anggap saja formalitas belaka. Tahun demi tahun sama saja. Panwaslu, Banwaslu juga KPU bertahan pada formasinya sesuai undang-undang yg ditetapkan. Begitu juga aparatur penegak hukum yg telah siap menanti perintah penindakan. Pers bertahan pada fungsinya, juga para pengamat yg telah memepersiapkan catatan dan pena nya. Para Ahli dalam bidang sosial, infrastruktur, budaya, hukum, kesehatan, SDM, BUMN, pertanian dan lainya telah siapkan untuk memenuhi perintah pemberian soal pertanyaan dalam debat capres/cawapres nanti. Begitu juga terjadi dalam perebutan kursi di setiap daerah. Semua telah dipersiapkan, tanpa ada perbedaan dari tahun ke tahun. Dalam pergolakan perebutan kursi panas, hanya saja yang membedakan alur cerita yg dibuat. Dan cerita tersebut siap dikritisi oleh pelajar, mahasiswa, buruh dan ormas lainnya. Sepatutnya negara yg tergolong renta tua ini selain memiliki pengalaman dalam berbagai persoalan semestinya memiliki ciri khas dalam seleksi mengusung calon pemimpin. Wayan crow berpendapat pengalaman afektif yang disertai penyesuaian sangat diperlukan. Sedikit kilas balik para revolisioner, sosok gie seorang mahasiswa sastra UI yg pernah mengatakan "Soekarno berpihak pada PKI, maka harus jatuh." Tapi takdir mengatakan gie tidak mati dipenggal atau dihabisi dijeruji akibat mengkritisi presiden. Menurut Prof.DR. Ahmad Safii Ma'arif, seorang sejarawan mengatakan soe hok gie sebagai sejarawan muda telah merekam sebuah episode tentang konflik ideologi yang telah membawa banyak korban. Berani mengungkap lembaran hitam bagi bangsa indonesia. Mengupas singkat tentang afektif menurut wayan crow dalam ajaran perkembangan politik, dijelaskan dalam sebuah kajian ilimiah afektif atau sering orang menyebut intelektualitas pelajaran mengenai sikap, minat, emosi, nilai hidup. Tinta pena mencatat sejarah, disaat para ahli dalam bidang ilmu psikologi dan politik berseteru tentang fakta yg masyhur dalam aplikasi kehidupan. Yang paling dipercaya yaitu krathwol (1964) menurutnya domain afektif terbagi lima kategori yaitu, penerimaan (recerving), responsif atau partisipasi (responding), nilai dan penentuan sikap (valung), organisasi dan juga pembentukan pola hidup (karakteristik).  Maka ketika dikawinkan dengan sebuah agenda politik baik sesudah (pasca) atau sebelum (pra) maka ini monitor ilmu yang telah dikaji oleh para ahli psikologi. Ada juga psikomotorik yang juga dibagi bagi dalam kategori, misalnya ada manipulasi, peniruan dan artikulasi menurut davc. Kembali lagi mengupas tokoh revolusioner seperti soe hok gie, sekarang siapa yg ga kenal emesto che guevara? Bahkan para ahli mengatakan guevara adalah simbol revolusi dunia, setelah runtuhnya rezim batista di kuba saat berdiri gagah berbicara pada suatu forum yg kata katanya menggetarkan dunia dia berkata "kalian, kawan kawan harus menjadi pelopor untuk seluruh gerakan, pertama sekali kalian harus sanggup untuk mengorbankan diri demi kebutuhan revolusi, apapun jadinya". Kalo kata wiji widodo alias thukul atau yg sering terdengar widji thukul "bila rakyat berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam" Maka catatan hidup dalam interpretasi yg sedikit dibeberkan tadi, saatnya negara yg sudah tua renta ini dapat memunculkan sosok pemimpin yang benar-benar sepakat dengan hati rakyat, bukan sepekat dengan pimpinan partai. Seiring melihat dinamika yang terjadi saat ini, kehendak ikut-ikutan atau prinsip praduga subjektif menilai kelayakan pemimpin bangsa ini adalah sering sekali mleset atas kehendak pilihannya. Berbagai kampanye iklan dengan sanjungan bahasa menyentuh sanubari misalnya "pilihlah dengan hati nurani" itu hanya saja plesetan menarik. Rakyat memang yg memilih, tapi tentunya lembaga negara menyiapkan yang akuntabel dan terpercaya. Ahli pakar hukum, ekonomi, kesehatan, sosial budaya, SDM, pertanian, infrastruktur, dan kesehatan yang memberikan soal untuk debat bangku politik maupun dalam pandangan yg disiarkan langsung oleh media cetak atau elektronik, rata-rata pendapatnya mleset dan bisa ditundukan oleh jiwa calon-calon yg sudah terbiasa mempolitisir. Sehingga budaya politisir sudah tidak heran dan asing lagi di simak. Sekelumit berbicara politik dunia, salah satu negara akibat korban ideologi politik ialah india, negara ini terkenal dengan kekejaman politiknya. Sehingga pelopor tua yaitu mahatma gandhi berkiprah menepis kejanggalan. Hingga sampai saat kini pun demikian prosesi berlangsung yg sering menegang. Indonesia dengan kekayaan alam yg melimpah, pangan yang baik, dan unsur hasil bumi yang melimpah ruah. Ketika alam mendapat kehendak dari tuhan, maka akan selalu berkhidmat atau melayani tanpa batas. Kinipun undang-undang diatur secara bijak, meski hasil dari produk politik. Dalam internal dinegeri ini, yang menjadi persoalan adalah calon yang berambisi mengambil alih kursi panas ini merasa percaya diri atas pengalaman dan pendidikan tingginya. Padahal itu belum menjamin atas kehendaknya sendiri. Memang sifat manusia kadang berubah dari A bisa menjadi B, Atau berjuta sel-sel otak kadang ide tidak sesuai atas hati. Dikarenakan ada sosok yg lebih berjasa atas kedudukan yg diperoleh, ini rasa sifat untung budi padahal mencelakakan diri sendiri. Kini saatnya para ahli psikologi berbicara atas ilmu jiwa yg ditekuni. Melalui terobosan baru secara bombastis menjadi ciri khas indonesia dalam mengusung kepemimpinan kedepannya. Lembaga psikologi politik nasional perlulah digagas dan dikaji, menjadi cikal para ahli psikologi, media dan masyarakat menyalurkan atas nilai postif. Sehingga hasil dari calon yg akan menaiki kursi kepemimpinan telah diseleksi dan diuji melalui fit and propertest psikologi. Ahli dari psikologi akan memberikan saran baik, melalui uji karakter, uji emosi, uji kapabilitas, dan uji akuntabilitas dalam daftar calon. Setidaknya tepat diangka 60% akan membantu pilihan masyarakat. Sebab sering kita lihat di jalan-jalan umum dalam postur atau iklan kampanye, rata rata si calon interpretasi atas dirinya. Melalui timses misalnya "Pilihlah nomer 1, jujur, adil dan bijaksana. Padahal ini semata unsur dasar dari deparpolisasi dan eksistensialis Kita kenal bapak psikologi indonesia Prof.DR. Slamet imam santoso (alm) beliau sebagai orang pertama yang mengusulkan gagasan didunia pendidikan tentang satu acuan yg sama untuk semua bljenjang pendidikan di indonesia tahun 1979 - 1981. Lalu ada Prof.DR. Zakiah darjat dalam sebuah buku karangannya paling popular yaitu "menghadapi masa menopause problema remaja di indonesia". Kemudian ada kak seto muluadi pemerhati anak indonesia, dan yang tak asing lagi hamdi muluk yg sering sekali mengupas tuntas psikologi politik yg pengamatannya melalui jiwa aktor politik yg akan bersaing dan ketika duduk dibangku panas jarang sekali yg meleset. Buku karangan yg terkenalnya ialah mozaik psikologi politik indonesia (2010). Kini saatnya para sarjana, master dan ahli pakar psikologi mulai bertindak demi bangsa yg baik, sebab indonesia dengan alam nya yg melimpah ruah tidak pernah sakit, tetapi jiwa setiap manusia yg akan bersaing selalu sakit. Jadi ahli psikologi faham yg mana politisasi dan jiwa yg konsisten. Dalam psikologi trading misalnya, para ahli faham bagaimana melihat jiwa apakah memiliki strategi pengembangan modal, maka ketika di test uji oleh para ahli pskologi. Antara jiwa dan ilmu apakah sesuai. Misalnya bagaimana menghadapi orang yg berbohong ketika menjawab. Apakah tatapan matanya mentap lurus seperti berfikir baik saat mendengarkan atau saat mencoba mendapat kepercayaan. Atau isyarat tubuh dan bagaimana ketika tersenyum, cepat atau lambat kah? Ini para ahli psikologi faham akan kondisi jiwa ini. Maka penulis meminta maaf atas kekeliruan opini ini bila mana ada kesalahan, karna ahli psikologi lebih mendalaminya. Sehingga lembaga negara harus memanfaatkan potensi para sarjana,master hingga ahli pakar psikologi demi terobosan baru. Bisa saja melalui debat capres/cawapres, gubernur/wagub, dan bupati atau walikota. Para pakar ahli psikologi dihadirkan secara khusus untuk uji kelayakan calon. Sehingga melalui terobosan ini, semoga masyarakat dapat terbantu dan bangsa ini akan maju.

Komentar

Fresh