Kenapa Ada Bullying? | OPINI.id

Bullying adalah sikap yang meresahkan karena kerap kali melukai fisik maupun mental orang yang dibully. Sebenarnya apa alasan mereka melakukan bullying, ya?

1. Kurang perhatian dari keluarga atau orang di sekitarnya

Ya, salah satu alasan orang melakukan bullying adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau orang di sekitarnya. Oleh sebab itu, dengan melakukan bullying, mereka akan mendapatkan perhatian dari orang lain. Bahkan mereka akan senang sekali ketika teman-temannya ikut andil melakukan bullying sama seperti yang dilakukannya.

2. Ingin menunjukkan kekuasaan

Orang yang melakukan bullying mungkin merasa bahwa yang dia miliki hanya kekuatan fisik dan sikapnya yang dapat memengaruhi orang lain untuk berbuat jahat terhadap orang yang dibully. Selebihnya dia tidak punya keahlian apa-apa. Biasanya dia membully untuk menunjukkan bahwa dia berkuasa dan mempunyai pengaruh kuat yang seolah-olah mengancam “Awas, jangan macem-macem sama gue, kalo ngga ntar gue hajar!” Semakin banyak pengikutnya, makin berkuasalah dia.

3. Penah jadi korban kekerasan

Aksi bully juga bisa disebabkan oleh adanya pemberontakan atas kejadian di masa lalu akibat kekerasan yang dialaminya. Dia merasa harus membalaskan dendamnya tetapi terhadap orang yang lebih lemah dari dirinya.

4. Iri hati

Dimulai dengan rasa tidak suka terhadap seseorang karena iri hati, lalu melakukan kekerasan verbal dan fisik terhadap orang itu. Dia merasa dengan melakukan bully, segala iri hati karena yang dibully jauh lebih baik, lebih pintar, lebih cantik atau tampan, lebih tajir, dan lainnya dapat menjadi lenyap. Padahal semakin dia melakukan bullying, semakin terlihatlah rasa iri hatinya.

5. Meniru adegan kekerasan dalam film

Tontonan aksi kekerasan dalam film bisa memengaruhi pola pikir juga, bahkan ada juga yang ingin mempraktikkannya langsung dalam kehidupan sebenarnya. Dia merasa ada kepuasan dan keseruan tersendiri ketika ada adegan pembullyian, sehingga dia ingin melakukannya juga.

Apakah kamu pernah melakukan aksi bully?
Ya
Tidak Pernah
Pernahnya dibully
28 votes

Komentar

Fresh