Stop Bully | OPINI.id


Aksi bully sampai sekarang ini masih saja terjadi di beberapa sekolah bahkan sampai tingkat universitas. Yuk pahami lagi apa itu bully sekaligus dampak buruk yang terjadi sama korbannya.

Miris! Bully Masih Terjadi

Berapa banyak kasus bully yang terjadi di dunia? Berbagai cara sudah ditempuh tapi nyatanya, di beberapa tempat bully masih saja terjadi. Lantas kenapa sih bully terjadi?

Menurut beberapa sumber, biasanya bully terjadi karena korbannya dianggap gak sesuai dengan mereka. Biasanya pelaku bullying kakak kelas. Hal ini sesuai dengan defenisi bullying bahwa pelaku memiliki kekuatan yang lebih tinggi sehingga mereka dapat mengatur orang lain yang lebih lemah.

Namun tidak menutup kemungkinan bullying dapat dilakukan oleh teman sekelas baik perseorangan maupun kelompok. Berdasarkan penelitian bahwa jika siswa menghargai dirinya dengan baik maka ia dapat menghindari dirinya dari dampak tindakan bullying.

Dampak Buruk Pada Korban Bully

Jangan pernah sepelekan aksi bully. Jika kita melihat aksi tersebut di depan mata, sebaiknya segeralah hentikan. Itu karena bisa berdampak buruk pada korbannya.

Korban bully akan menunjukkan fungsi psikososial yang lebih rendah daripada teman-temannya. Biasanya korban mulai menghindar,depresif,cemas,berhati-hati dan kurang prososial serta merasa tidak aman.

5 Faktor Ini Bisa Buat Kamu Jadi Sasaran Bully

Tindakan bully terjadi biasanya karena ada beberapa faktor. Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, korban biasanya dianggap tidak bisa menghargai dirinya dengan baik. Di bawah ini ada 5 faktor lainnya yang bisa jadikan kamu sasaran bully.
1) siswa baru disekolah

2) latar belakang sosial ekonomi

3) latar belakang budaya dan agama

4) warna kulit

5) faktor intelektual.

5 Pihak yang Kerap Terlibat Dalam Aksi Bully

Perlu diketahui jika kebanyakan pelaku bullying (bully) biasanya ingin melihat targetnya jadi emosi. Dalam hal ini biasanya ada lima pihak yang terlibat, check these out!

1) Bully adalah siswa yang dikategorikan sebagai pemimpin yang terlibat aktif dalam perilaku bullying.

2) Asisten bully, juga terlibat aktif dalam perilaku bullying, namun cenderung mengikuti perintah bully.

3) Rinfocer adalah mereka yanga ada ketika kejadian bullying, ikut menyaksikan, menertawakan korban, memprofokasi bully, mengajak siswa lain untuk menonton dan sebagainya.

4) Defender adalah orang-orang yang berusaha membela dan membantu korban, sering kali akhirnya menjadi korban juga.

5) Outsider orang-orang yang tahu bahwa hal itu terjadi, namun tidak melakukan apa-apa seolah-olah tidak peduli.

4 Jenis Peran Bystander Dalam Aksi Bully

Aksi bullying paling tidak melibatkan dua aktor utama yaitu pelaku dan korban. Akan tetapi, banyak situasi menunjukkan bahwa dalam aksi bullying muncul pula warga sekolah yang menyaksikan aksi tersebut yang biasa disebut bystander atau saksi mata, baik secara aktif maupun pasif (Ahmed, 2005). Terdapat empat jenis peranan bystander dalam aksi bullying yaitu :

(1) mendukung atau menyoraki,

(2) terlibat sebagai pelaku, (

3) menyaksikan dengan pasif,

(4) melakukan intervensi (Salmivalli dkk., 1996).

Komentar

Fresh