Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
Next Video

Kisah Pahit Manis dan Perjuangan Pendiri Aqua, Tirto Utomo

Anak muda mengenal AQUA kini adalah merek air minum dalam kemasan premium. Namun, apakah kalian tahu proses pendirian perusahaan ini? Adalah Tirto Utomo sang pencetus ide gila tersebut. Kenapa gila? Karena di awal pendirian perusahaan, masyarakat masih mengonsumsi air tanah yang dimasak.

"Kok bisa air putih dijual? Apa iya laku, air dikemas dalam botol lalu ada yang beli?" mungkin itulah beberapa pikiran masyarakat kala itu. Namun kini, AQUA jadi salah satu market leader air mineral minum dalam kemasan, bahkan kepemilikan sahamnya telah dimiliki perusahaan multinasional, Danone.

Kembali ke sejarah, Tirto mendirikan AQUA pada tahun 1973 dengan pabrik pertamanya terletak di Pondok Ungu, Bekasi. Kemasan awal AQUA adalah botol kaca 950 ml dan dijual seharga Rp 75.

Dalam menjalankan perusahaan, Tirto juga menemui tantangan. Aqua pernah tidak laku dipasarkan, hingga Tirto mengumpulkan seluruh karyawan untuk mengabarkan, jika terus seperti ini dia akan menutup perusahaan itu per Januari 1978. Pasalnya, dalam beberapa waktu ke belakang Tirto terus selalu mengeluarkan modal lagi dari duit pribadinya untuk menggaji karyawan.

Lantas ide untuk menyelamatkan AQUA hadir. Ide Tirto adalah menaikkan harga jual satu botol AQUA dari Rp 75 menjadi Rp 175. Pertimbangannya produk sejenis menjual di angka Rp 350. Meski diselimuti ketidakpercayaan diri dari karyawan, keputusan Tirto menaikkan harga jual AQUA ternyata tepat.

Willy Sidharta, karyawan pertama dan mantan Direktur Utama Aqua Tirto bercerita, menaikkan harga jual bertujuan untuk memberi kepercayaan pada pasar. Karena kalau harga terlalu murah justru membuat konsumen curiga.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi

RECOMMENDATION