Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Tiga Menit Pertama Waktu Emas Lakukan CPR pada Orang Henti Jantung

Belajar dari kasus serangan jantung atlet, kita harus belajar CPR atau upaya pompa jantung untuk selamatkan nyawa orang.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Dalam waktu seminggu netizen dikejutkan dengan dua kejadian serangan jantung yang terjadi pada atlet nasional dan internasional. Keduanya memiliki skenario yang berbeda karena diberikan pertolongan pertama CPR atau upaya memompa jantung. CPR diperlukan untuk menyelamatkan nyawa orang yang mengalami serangan jantung hingga akibatkan henti jantung.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Markis Kido meninggal saat bermain bulu tangkis di daerah Tangerang (14/06). Diketahui Markis tumbang mendadak karena serangan jantung hingga menghilangkan nyawanya.

Kejadian yang sama juga terjadi pada pesepakbola muda Denmark, Christian Eriksen. Ia mendadak pingsan saat melempar bola dari garis out saat dalam laga Denmark vs Finlandia di Piala Euro 2020. Jantungnya berhenti mendadak saat bermain sengit. Namun, nyawanya terselamatkan setelah mendapatkan pertolongan pertama CPR dari pemain lain di lapangan.

Tonton juga:

Korban henti jantung kalau gak dapat pertolongan dalam 4 menit bisa tewas, guys! Makanya kamu wajib tau cara kasih bantuan RJP (Resusitasi Jantung Paru) kayak yang diajarin di acara Road to Blibli Indonesia Open ini. Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id Twitter: https://twitter.com/OPINI_id Instagram: https://www.instagram.com/opiniid/ Facebook: https://www.facebook.com/Opinidotid

Kalau atlet saja bisa alami serangan jantung mendadak, gimana dengan kita? Kejadian seperti ini sangat mungkin terjadi di sekitar kita, baik orang yang dikenal maupun gak dikenal.

Cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung adalah upaya teknik pompa jantung untuk pertolongan pertama henti jantung. Manfaat CPR untuk memompa aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh tetap terjadi meski detak jantung penderita berhenti.

Ilustrasi upaya CPR yang dilakukan pada seseorang yang alami henti jantung/123rf
Ilustrasi upaya CPR yang dilakukan pada seseorang yang alami henti jantung/123rf

Ini penting banget buat menyelamatkan orang yang alami serangan jantung dalam waktu kurang dari 3 menit. “Terutama jika dilakukan pada masa emas, tiga menit pertama setelah terjadinya henti jantung mendadak,” terang dokter spesialis jantung, dr Jetty R H Sedyawan dikutip dari Berita Satu.

Gap waktu tersebut sangat penting buat penderita henti jantung mendadak. Lewat dari waktu tersebut penderita bisa kemungkinan alami kerusakan otak, lumpuh bahkan meninggal.

Oleh karena itu, sangat penting semua orang bisa melakukan CPR atau pompa jantung. Karena buat penderita setiap detik sangat berharga, bisa meningkatkan peluang bertahan hidup. Angka harapan hidupnya bisa meningkat 10-44 persen.

Perolongan pertama CPR posisi tangan di tulang dada bagian bawah atau tulang sternum/123rf
Perolongan pertama CPR posisi tangan di tulang dada bagian bawah atau tulang sternum/123rf

Cara Melakukan CPR dalam 9 Langkah

Kalau kami melihat orang tiba-tiba tumbang saat beraktivitas maupun olahraga, pertolongan pertama CPR atau pompa jantung bisa dilakukan. Pastikan orang tersebut benar-benar pingsan, bernapas mengap-mengap atau berhenti napas sama sekali.

Kalau kamu gak terlatih melakukan CPR, langsung berikan pertolongan pompa jantung. Karena biasanya bagi orang yang terlatih akan mengecek nadi dan pernapasan. Berikut cara CPR dalam 9 langkah.

  1. Baringkan orang yang alami henti jantung di tempat yang datar dan keras. Pastikan tempat baring aman dari bahaya
  2. Cek kesadaran korban. Tepuk bahunya atau berusaha berkomunikasi. Dan minta orang lain panggil ambulans
  3. Cek napas korban 5-10 detik. Jika gak ada napas segera lakukan CPR
  4. Ekspos dada penderita, letakkan tangan kamu di bagian pertengahan dada. (pertengahan bagian bawah tulang sternum). Tangan satu dikaitkan ke tangan yang lain. Lakukan pijat dengan keras dan cepat 30 kompresi
  5. Setelah kompresi rit pertama, buka jalan napas dengan tengadahkan kepala penderita. Angkat dagu korban, pastikan gak ada yang menghambat saluran pernapasan
    Ilustrasi upaya CPR, penolong berusaha cek napas dengan menengadahkan kepala penderita henti jantung/123rf
    Cek napas dengan menengadahkan kepala penderita henti jantung/123rf
  6. Berikan dua kali bantuan napas. Tutup hidung > hembuskan napas lewat mulut > lakukan sekitar 1 detik hingga dadanya terisi udara
  7. Lanjutkan kompresi rit kedua, pompa dada 30 kali > berikan 2 kali napas bantuan > lakukan berulang sambil cek napas penderita setiap 2 menit sekali > CPR bisa dilakukan selama 5-7 menit
  8. CPR bisa dihentikan ketika penderita merespon seperti batuk dan mulai bernapas kembali
  9. Jika CPR berhasil, lakukan posisi pemulihan. Posisikan korban duduk, lutut tertekuk, tangan berada di atas lutut dan pipi menempel punggung tangan.

Setelah itu penderita bisa duduk dengan posisi santai dengan lutut tertekuk. Minta penderita menengadahkan kepalanya. Pantau kondisinya hingga ambulans datang.

CPR sangat disarankan bisa dilakukan oleh semua orang, terutama bagi yang rutin berolahraga sepeda, lari dan berenang. Kalau mampu melakukan CPR kamu berpotensi menyelamatkan nyawa orang.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation