Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Bahaya Soda dan Alasan Ronaldo Lebih Pilih Minum Air Mineral

Aksi Bang Do menyingkirkan botol soda mengingatkan kita kembali akan bahaya soda yang harus disadari manusia.

Edo Juvano  |  

Bintang sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo tertangkap kamera saat menyingkirkan minuman bersoda di hadapannya kala jumpa pers jelang pertandingan Hungaria vs Portugal, Senin (14/6). “Minum air putih!” Ucap Ronaldo seraya menyingkirkan dua botol soda dan menaruh botol air mineral di depannya. Aksinya ini mengingatkan kembali bahaya soda yang harus disadari manusia.

Pemain yang akrab dipanggil dengan sebutan CR7 ini memang terkenal dengan pola hidup sehatnya. Tak ayal, ia menghindari minuman bersoda dan bahkan pernah memarahi putranya saat mengonsumsi minuman bersoda dan keripik.

Pernyataan Ronaldo tersebut ada benarnya. Seorang atlet pada umumnya sebaiknya menghindari minuman bersoda baik sebelum maupun sesudah berolahraga. Sebab, minuman bersoda bisa memicu lonjakan kadar gula dalam darah secara drastis.

Photo by Food Photographer David Fedulov on Unsplash
Photo by Food Photographer David Fedulov on Unsplash

Vandana Sheth, seorang juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, mengungkapkan bahwa setelah minum soda, tubuh akan menggunakan hampir seluruh gula dari minuman bersoda tadi untuk menggantikan energi yang hilang. Makanya, gula darah yang semula naik bisa kembali turun secara drastis. Bukannya bertenaga, minum soda setelah olahraga justru bikin tubuh mudah letih dan haus.

Bahkan, melansir dari Livestrong, minum soda setelah olahraga tidak dianjurkan karena bisa memicu sakit perut pada sebagian atlet. Terlebih bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan olahraga, kebiasaan minum soda sebelum atau setelah olahraga bisa mengacaukan usaha ini.

Sebaiknya, ganti soda dengan air mineral sebagai minuman untuk dikonsumsi sebelum dan setelah olahraga. Pasalnya, air putih dapat membuat kita tetap terhidrasi tanpa membuat gula darah turun.

Mengandung Jenis Gula Paling Berbahaya

Dikutip dari laman Health Now, ilmuwan telah melakukan penelitian dan sepakat bahwa jenis gula yang digunakan untuk minuman bersoda, kue, dan cokelat adalah fruktosa dari pemanis buatan, yakni jenis gula yang paling “mematikan”.

Fruktosa bisa meningkatkan kolesterol jahat dan risiko diabetes. Jika dikonsumsi terus menerus bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. Meski fruktosa juga ditemukan dalam buah, efek dari fruktosa alami dapat dinetralisir dengan mudah oleh tubuh, beda dengan fruktosa dalam makanan serta pemanis buatan.

Photo by Masahiro Naruse on Unsplash
Photo by Masahiro Naruse on Unsplash

Penelitian tersebut melibatkan tikus yang diberi air fruktosa. Selama dua bulan, berat badan tikus itu mengalami lonjakan ketimbang tikus yang diberi air gula. Tikus-tikus itu juga punya kadar lemak berbahaya dalam aliran darah, serta kondisi arteri yang tidak sehat.

Profesor Marta Alegret selaku ahli makanan asal University of Barcelona menyarankan orang untuk menghindari produk dengan tambahan fruktosa. Menurutnya, jumlah fruktosa yang tertelan dalam buah-buahan alami biasanya lebih rendah dari yang dikonsumsi dalam minuman manis.

Selain itu, Alegret dan rekan sesama peneliti juga menemukan fakta bahwa fruktosa memiliki efek pada bagaimana aorta (arteri utama tubuh) bekerja. "Fruktosa menghasilkan efek negatif karena mempersulit relaksasi kanan aorta ini,” kata Alegret.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Tingginya kandungan gula....

Tingginya Kandungan Gula dalam Sekaleng Soda

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, minuman bersoda punya kandungan gula paling tinggi jika dibandingkan dengan minuman lain yang biasa ditemukan sehari-hari.

Berikut rinciannya:
  • 1 gelas es teh tawar = 0 gram
  • 1 cangkir teh/kopi + susu kental manis = 21 gram
  • 1 gelas minuman soda = 33 gram

Sementara itu menurut World Health Organization (WHO), batas konsumsi gula per harinya adalah 50 gram atau kurang lebih setara dengan 4 sendok makan. Bisa dibayangkan, jika manusia meminum dua gelas minuman bersoda setiap hari, berarti kemungkinan terkena diabetes akan semakin tinggi. 

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation