Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Kenali Risiko Jantung di Usia Muda dari Kejadian Markis Kido

Gak kenal atlet, anak muda atau orang yang sehat, serangan jantung ancam siapa pun. Sudah saatnya kenali risiko serangan jantung pada diri sendiri.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Gak nyangka ya, atlet legenda sekelas Markis Kido pun gak luput dari serangan jantung. Serangan jantung di usia muda mungkin terjadi pada siapa pun. Kuy, kenali risikonya.

Peraih medali emas Olimpiade 2008 ini wafat di usia 37 tahun. Masih terbilang muda, apalagi seorang atlet ternama kena serangan jantung. Ia meninggal di saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin, Tangerang.

Kawan-kawannya sempat memberikan tindakan namun nyawanya gak tertolong.

Markis Kido legenda bulu tangkis Indonesia/Antara
Markis Kido legenda bulu tangkis Indonesia/Antara

Sabtu (12/6), pesepak bola muda asal Denmark, Christian Eriksen (29) juga mengalami serangan jantung di laga Denmark vs Finlandia Euro 2020. Meski nyawanya tertolong, ia terancam gantung sepatu di usia dini.

Seharusnya olahraga bisa menjaga kesehatan jantung di usia muda. Gak perlu khawatir berlebihan jika kita mengetahui risiko dan gejala serangan jantung saat beraktivitas.

Risiko Serangan Jantung di Usia Muda

Penyebab serangan jantung terdiri dari banyak faktor. Dokter jantung dr Paul Chiam menerangkan penyebab serangan jantung saat olahraga yang paling umum adalah gangguan irama jantung atau aritmia. Ini terjadi bisa karena keturunan atau aktivitas olahraga yang intens.

Selain itu, penyebab serangan jantung saat beraktivitas biasa terjadi karena penyumbatan pembuluh darah. Ada penumpukan lemak, kolesterol atau zat lain yang menghambat sehingga membuat aliran darah terganggu. Akhirnya menyebabkan serangan jantung.

Ada juga faktor eksternal seperti polusi udara, perubahan cuaca ekstrim dan kejadian bencana yang membuat shock. Dr Paul menyarankan setiap orang memeriksa risiko penyakit jantung ke dokter. Lewat USG jantung pasien bisa mengetahui risiko dan gejalanya.

Berikut rangkuman sejumlah risiko serangan jantung yang perlu diketahui.

Sejumlah Faktor yang Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
  • Usia
  • Keturunan
  • Kebiasaan Merokok
  • Stres
  • Mengidap Penyakit Diabetes, Hipertensi, dan Kolesterol Tinggi
  • Pola Makan Buruk
  • Jarang Berolahraga

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Gejala Serangan Jantung

Ilustrasi anak muda yang alami serangan jantung saat olahraga/123rf
Ilustrasi anak muda yang alami serangan jantung saat olahraga/123rf

Gejala Serangan Jantung

Serangan jantung bukan hanya terjadi saat melakukan olahraga saja. Saat melakukan aktivitas sehari-hari kita juga berisiko mengalami serangan jantung. Berikut gejala serangan jantung yang perlu diketahui supaya bisa dideteksi lebih awal.

  1. Sesak napas
  2. Dada nyeri
  3. Pusing
  4. Detak jantung gak normal
  5. Keluar banyak keringat dingin
  6. Mual dan muntah
  7. Pingsan

Apa yang Harus Dilakukan?

Kita harus paham banget, nih, pertolongan pertama buat orang serangan jantung. Semoga ilmu ini gak terpakai ya. Ada 7 langkah pertolongan untuk serangan jantung agar nyawa penderita bisa terselamatkan.

  1. Tenangkan pasien dan langsung hubungi ambulans
  2. Sambil menunggu ambulans posisikan penderita duduk tegak atau bersandar tembok
  3. Kendurkan semua pakaian yang dikenakan penderita
  4. Jika tersedia berikan aspirin dengan dosis 325 miligram
  5. Jika penderita bawa obat jantung bantu untuk mereka meminumnya
  6. Jika penderita pingsan, lakukan CPR (teknik kompresi dada dan napas buatan)
  7. Persiapkan diri dengan skill CPR karena ini sangat penting untuk selamatkan nyawa orang
Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation