Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Sandiaga Uno Ingin Tempe Jadi Diplomasi Kuliner, Coba Belajar dari Thai Tea

Bang Sandi, kalau mau bikin tempe jadi diplomasi kuliner Indonesia, jangan setengah-setengah. Belajar dari Thailand dengan thai tea dan pad thai-nya.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Thai tea is everywhere. Ada satu momen warga Indonesia berbondong-bondong dagang thai tea di pinggir jalan dengan etalase sederhana. Thai tea jadi populer seperti itu bukan karena untung-untungan, tetapi sudah direncanakan secara sistematis sebagai strategi diplomasi kuliner oleh pemerintah Thailand.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno harus belajar sama negara gajah putih kalau ingin tempe jadi gastro diplomasi atau diplomasi kuliner Indonesia.

Pada tahap awal, Bang Sandi mengajukan tempe jadi warisan budaya UNESCO. Harapannya lewat pengajuan warisan budaya dunia ini tempe bisa mewakili Indonesia dalam hal diplomasi budaya.

“Tentunya rendang sudah duluan, tempe akan menyusul sebagai bagian dari gastro diplomasi atau ekonomi berbasis makanan,” ungkapnya dalam Weekly Press Briefing.

Rencana Bang Sandi ketika tempe bisa jadi produk diplomasi kuliner Indonesia, produksinya meningkat. Sehingga, produsen tempe bisa berdaya.

Tempe goreng masakan khas Indonesia/123rf
Tempe goreng masakan khas Indonesia/123rf

Gastro diplomasi atau diplomasi kuliner adalah diplomasi yang memanfaatkan produk makanan sebagai interaksi suatu negara ke negara lain di dunia. Diketahui cara strategi diplomasi ini yang tertua.

Kuliner bisa memancing para wisatawan asing pergi berlibur ke negara tersebut. Awalnya wisatawan berburu makanan hingga merembet ke wisata destinasi.

Contoh Thailand, tren thai tea, pad thai dan makanan Thailand di Indonesia bikin orang penasaran gimana rasa kuliner tersebut di negara asalnya. Untuk mencapai tahap seperti Thailand, gak cuma jadikan makanan warisan UNESCO saja. Perjalanan mereka panjang buat bikin thai tea dan pad thai jadi diplomasi kuliner.

Ilustrasi masakan pad thai/123rf
Ilustrasi masakan pad thai/123rf

Dimulai dari Pad Thai

Secara historis mie khas Thailand ini orisinil milik China. Tahun 1930-an terjadi tarik menarik kekuasaan antara China dan Siam (nama Thailand saat itu). Siam ingin merdeka di tanah sendiri, tapi ada masalah kelaparan dan nasionalisme di masyarakat.

Kepemimpinan Plaek Phibunsongkhram punya strategi yaitu mengklaim mie beras tepung buatan China sebagai alat pemersatu bangsa. “Bagian dari strategi pembangunan bangsa Phibun adalah mengembangkan 'Thai-ness' dan menerapkan 'Thai Great Tradition' untuk menunjukkan kekuatan dan persatuan bangsa Thailand," tulis Penny Van Esterik dalam bukunya Materializing Thailand.

Selanjutnya, Phibun mengirimkan mie ke seluruh pelosok negeri. Jadikan mie sebagai makanan jalanan yang mudah didapatkan hingga dijual oleh pedagang keliling. Akhirnya, mie tersebut jadi penyelamat kelaparan negeri Siam. Dan Thailand menjadi dikenal negara mandiri di seluruh dunia.

Tonton juga:

Soto layak banget dinobatkan jadi representasi makanan indonesia. Soalnya banyak daerah punya soto khas masing-masing.

Subscribe di sini: https://www.youtube.com/c/OpiniID untuk ngeliat video lucu/informatif/motivasi lainnya.

Nama pad thai diganti dari kway teow pad thai, menjadi pad thai. Lebih berbau Thailand bukan?

Hal yang sama juga terjadi di thai tea. Tradisi minum teh itu milik China. Thailand menambahkan teh, susu dan rempah lainnya hingga menjadi minuman khas sendiri. Sekarang dua kuliner tersebut tersebar ke seluruh dunia berkat program diplomasi Thailand.

Sajian thai tea minuman khas Thailand/123rf
Sajian thai tea minuman khas Thailand/123rf

Sebar Restoran Thailand Otentik ke Seluruh Dunia

Diplomasi kuliner modern Thailand berlanjut lewat program Thai Kitchen of the World tahun 2002. Pemerintah Thailand punya program ambisius diplomasi kuliner, yaitu membuat 3.000 restoran thailand di seluruh dunia.

Oh, tentu gak sembarang bikin. Orang kepercayaan pemerintah di gastro diplomasi, Pisarn Soydhurum punya standar ketat mengenai chef, bahan masakan dan resep semua masakan. Agar budaya Thailand tetap otentik dan wisatawan asing penasaran.

“Salah satu tujuan kami untuk melestarikan, melindungi, dan mempromosikan budaya Thailand,” ungkapnya dikutip dari Southeast Asia Globe.

Saking ketatnya standar resep makanan restoran Thailand di seluruh dunia, pernah ada kasus kedai makan di Afrika Selatan terlalu memadukan unsur lokal. Hingga otentik dari masakan Thailand berubah. Pemerintah mengirimkan perwakilan ke Afsel untuk melatih chef dan mengecek otensitas masakan.

Dampak dari strategi diplomasi kuliner ini Thailand berhasil mengekspor bahan bahan masakan lokal ke seluruh dunia. Sejak 2002 ekspor makanan mencapai 200% atau menempati posisi ke-11 eksportir makanan lokal di seluruh dunia.

“Restoran Thailand adalah semacam platform, di mana orang berpikir bahwa makanan Thailand itu enak, jadi mereka cenderung membelinya dan memasaknya sendiri,” ungkap Natiya Suchinda, Direktur Kantor Promosi Perdagangan Pertanian dan Industri Thailand.

Apa Langkah Diplomasi Kuliner Indonesia?

Tenang, Indonesia sudah mencoba diplomasi kuliner, kok. Pada Juni 2016, Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf saat itu) membuka restoran ‘Wonderful Indonesia’ di Jinzhai Road, Shushan District, Hefei, Anhui, China. Ada berbagai macam menu masakan Indonesia tersedia di sana.

Selain membuka kedai makan, Kemenparekraf memperkenalkan kuliner Indonesia di acara Asia Culture Festival di Denmark (2016). Festival diadakan selama 1 bulan dilakukan dengan tour atau berpindah-pindah kota.

Serta banyak acara yang diadakan mengenalkan kuliner Indonesia, termasuk peran diaspora Indonesia atau perkumpulan WNI di berbagai negara biasa mengadakan acara masak-masak menu Indonesia.

Olahan kedelai tempe potensi menjadi kekuatan diplomasi kuliner supaya Indonesia dikenal dunia. Gak cuma ekonomi, tapi kekuatan secara politik dunia. Mungkin saja nanti ada tukang gorengan tempe di London atau dagangan tempe mendoan di Tokyo. Seperti fenomena thai tea di Jakarta.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation