Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Cara Olahraga Aman untuk Jantung, Gak Menyiksa Diri Saat Bersepeda

Dari kejadian pesepeda meninggal karena serangan jantung, kita harus belajar cara olahraga aman untuk jantung.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tentu saja, tujuan kita berolahraga ingin meningkatkan stamina dan imun tubuh. Apalagi saat pandemi kayak gini, memperkuat imun jadi strategi yang paling murah. Namun, sering kali ambisius hingga lupa kapasitas diri atau kurang memahami cara olahraga aman untuk jantung.

Seorang pria berumur 61 tahun meninggal karena bersepeda roadbike saat uji coba JLNT Casablanca, Jakarta. Ia dinyatakan meninggal karena heart rate tinggi saat bersepeda oleh petugas medis. Petugas Dishub mengkonfirmasi korban yang rutin setiap hari bersepeda roadbike punya riwayat penyakit jantung.

Siapa sangka orang yang rutin berolahraga saja punya risiko meninggal karena jantung. Oleh karena itu, sebelum berolahraga penting memahami kapasitas diri, teknik dan cara olahraga aman untuk jantung.

Ilustrasi Detak Jantung/123rf
Ilustrasi Detak Jantung/123rf

Heart Rate Tinggi Bukan Penyebab Kematian Saat Olahraga

Dokter jantung, dr Vito A Damay mengatakan penyebab tubuh tumbang saat bersepeda atau olahraga intensitas tinggi terjadi karena kondisi jantung gak terkontrol.

Tonton juga:

Korban henti jantung kalau gak dapat pertolongan dalam 4 menit bisa tewas, guys! Makanya kamu wajib tau cara kasih bantuan RJP (Resusitasi Jantung Paru) kayak yang diajarin di acara Road to Blibli Indonesia Open ini. Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id Twitter: https://twitter.com/OPINI_id Instagram: https://www.instagram.com/opiniid/ Facebook: https://www.facebook.com/Opinidotid

“Jadi, artinya bukan karena heart rate tinggi, tetapi mungkin dia punya kondisi jantung dan pembuluh darah yang mungkin belum dicek lagi sebelumnya,” ungkap Vito dikutip dari Detik.

Ia menambahkan operasi ring jantung yang dilakukan seseorang bisa memperbaiki kondisi jantung seseorang. Sah-sah saja jika melakukan olahraga intensitas tinggi dengan kondisi diri terkontrol.

Ini produk yang bisa bantu kamu memantau detak jantung aman saat olahraga.

Sejumlah pesepeda memacu kecepatan saat berlangsungnya uji coba pemberlakuan lintasan road bike di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta/Antara
Sejumlah pesepeda memacu kecepatan saat berlangsungnya uji coba pemberlakuan lintasan road bike di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta/Antara

Cara Olahraga Aman untuk Jantung

Gak perlu khawatir olahraga atau bersepeda roadbike intensitas tinggi. Nyatanya, bersepeda secara rutin 5 kali 40 menit dalam seminggu bisa mengurangi risiko serangan jantung sebesar 50% dibandingkan mereka yang tidak aktif olahraga. Yayasan Jantung Indonesia bareng Komite Olimpiade Indonesia memberikan tips olahraga aman untuk jantung.

Buat kamu, Si Ambis, bisa jadi tergolong orang yang berisiko alami serangan jantung saat berolahraga, loh.

Golongan orang-orang yang risiko mengalami serangan jantung yaitu orang yang sudah lama gak rutin berolahraga, orang yang pernah pingsan tanpa alasan jelas dan orang yang sedang tingkatkan performa olahraga berlebihan termasuk golongan tersebut.

Jika Anda sudah lama vakum, sebaiknya, sebelum memutuskan rutin berolahraga performa tinggi, konsultasi dulu ke dokter, terutama dokter jantung. Supaya bisa memahami kapasitas diri untuk berolahraga.

Sebenarnya boleh-boleh saja orang dalam keadaan normal berolahraga intensitas kuat memacu heart rate (HR) hingga batas aman. Mengontrol HR jadi salah satu cara olahraga aman dengan intensitas kuat.

Formula menghitung batas maksimal HR:

(220 – usia orang) = HR

Contohnya seperti ini:

HR maksimal pria A berusia 30 tahun adalah:

220 - 30 = 190.

Cara mengetahui tinggi rendahnya intensitas olahraga yang dilakukan si A bisa diukur lewat heart rate. Jika HR 50-70 persen dari batas maksimal, antara 95-133, bisa dikatakan olahraga intensitas sedang. Jika HR 70-85 persen, antara 133-161, maka tergolong intensitas tinggi.

Btw, disarankan mengukur HR pakai alat heart rate monitor. Ribet kalau meraba urat nadi sambil hitung detak jantung per menit.

Setelah itu pahami juga tanda-tanda kamu mengalami serangan jantung saat berolahraga. Berikut tanda-tandanya:

  • Detak jantung gak beraturan.
  • Rasa nyeri di dada.
  • Keringat berlebihan.
  • Mual, mulas atau nyeri di bagian perut.
  • Gampang lelah.
  • Nyeri sampai lengan.

Apa yang Perlu Dilakukan Kalau Alami Serangan Jantung?

Kalau mengalami gejala seperti di atas saat berolahraga intensitas tinggi. Lakukan hal berikut:

1. Tenangkan diri dan berhenti olahraga secara perlahan-lahan.
2. Ambil posisi duduk untuk istirahat.
3. Jika pandangan mulai kabur, coba untuk berbaring. Agar aliran darah
lancar termasuk ke otak.
4. Jika masih belum pulih, segera cari pertolongan.

Intinya, mengebut pakai sepeda roadbike atau berolahraga intensitas kuat itu sebuah proses. Gak mungkin kalau hari ini baru bersepeda besok sudah bisa ngebut bak atlit. Tingkatkan performa secara bertahap. Karena kedisiplinan adalah kunci.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation