Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Mengapa Ada Orang Pura-pura Bodoh untuk Terkenal?

Dewasa ini kita banyak melihat kenyataan—kenyataan pahit—bahwa dunia hiburan saat ini dipenuhi oleh banyak orang pura-pura bodoh untuk terkenal dan menghasilkan banyak uang.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Dewasa ini kita banyak melihat kenyataan—kenyataan pahit—bahwa dunia hiburan saat ini dipenuhi oleh banyak orang pura-pura bodoh untuk terkenal dan menghasilkan banyak uang. Di satu sisi, fenomena ini membuat frustasi banyak orang berbakat yang mempertanyakan, “Mengapa seseorang yang kurang berdedikasi, tidak secerdas dan tidak begitu passionate tentang apa yang mereka lakukan, justru menghasilkan lebih banyak uang?” Namun di sisi lain, menarik untuk membahas apa yang terjadi di baliknya.

Bego dipiara, kambing dipiara bisa gemuk.
- Kasino.

Orang-orang ini terkenal karena masyarakat yang menjadikan mereka demikian. Orang-orang seperti ini tidak pantas mendapatkan perhatian yang mereka dapatkan. Namun apakah itu murni kesalahan mereka? Jawabannya adalah: Tidak. Itu adalah kesalahan semua orang.

Di zaman kerajaan kuno, calon bintang membutuhkan bakat. Mereka harus bisa menyanyi, menari, berakting, dan semuanya dengan performa dan konsistensi yang luar biasa. Gene Kelley, Fred Astaire, Debbie Reynolds, Humphrey Bogart, Ingrid Bergman, dan Audrey Hepburn adalah legenda di Hollywood dan masih bertahan hingga hari ini karena mereka memiliki bakat. Mereka selamanya akan dikenang sebagai “some of the best”.

Audrey Hepburn. Image: flickr.
Audrey Hepburn. Image: flickr.

Jadi, bagaimana masyarakat saat ini bisa berpindah minat dari Audrey Hepburn menjadi, let say, Kardashian Family? Hal ini menarik untuk dibahas.

Masyarakat Ingin yang Serba Instan

Ketika rentang perhatian masyarakat semakin kecil sedangkan di saat yang sama, kebutuhan akan kepuasan instan semakin besar, kita dibiarkan dengan musik yang durasinya gak nyampe tiga menit, mobil yang bisa nyetir sendiri, dan orang-orang yang cuma peduli sama hasil daripada gimana cara mereka menuju ke kesuksesan.

Ketika diimplementasikan dalam dunia hiburan, selebritas yang lebih banyak dibicarakan adalah mereka yang dapat melejit dengan instan, meski tak jarang sebagai “one hit wonder”. Mereka memposting satu hal konyol atau bodoh di internet dan booming, sehingga keesokan harinya mereka diundang ke acara TV atau seenggaknya, masuk podcast-nya Om Deddy.

Photo by Anastase Maragos on Unsplash
Photo by Anastase Maragos on Unsplash

Tapi siapa peduli? Meskipun mereka juga gak tau kenapa mereka bisa terkenal. Perbedaan mendasar antara pelaku karier berbakat dan one hit wonder tadi adalah waktu dan upaya untuk mengabdikan hidup mereka pada bakat atau keahlian mereka dan passion untuk menciptakan sesuatu yang hebat. Rasa bangga dan penghargaan oleh khalayak luas itu sesuatu yang gak akan bisa dibeli.

Sebenarnya. penyebaran konten orang-orang seperti ini bisa dicegah dengan cukup mudah. Namun sayangnya hal itu dan akan selalu dilestarikan oleh masyarakat. Bahkan jika masyarakat menganggap sesuatu itu bodoh, mereka akan terus membagikannya di seluruh media sosial, menghasilkan lebih banyak traffic, meningkatkan jumlah penayangan, dan memberi orang itu kesempatan untuk memanfaatkannya.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Hal yang paling ironis....

Hal yang paling ironis tentang seluruh masalah ini adalah bahwa ada begitu banyak orang di dunia ini yang memiliki bakat dan keterampilan luar biasa, yang malah tidak dikenal padahal mungkin berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat. Inilah orang-orang yang sebenarnya layak mendapat perhatian. Bakat sejati dan kemampuan tampil berpotensi untuk menggerakkan dan menginspirasi orang untuk melakukan hal-hal hebat, baik itu untuk dunia maupun pada tingkat pribadi.

Sungguh mengherankan melihat konten-konten yang dihasilkan bahkan terkenal karena tidak ngasih kontribusi apa pun yang baik bagi dunia. Seringkali konsumennya adalah remaja atau orang tua yang membiarkan perilaku seperti ini ditiru oleh anak-anaknya. Apakah ini benar-benar cara yang kita inginkan dari remaja kita untuk bertindak? Apakah kita menginginkan sekelompok orang yang tidak sopan, berhak, kasar dan sampah di masa depan kita? Ini akan berakhir seperti itu kecuali kita secara kolektif berhenti membuat orang bodoh terkenal.

Alasan Mengapa Mereka yang Tidak Berbakat Lebih Menghasilkan Banyak Uang

Berikut adalah empat alasan mengapa orang yang pura-pura bodoh menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang cerdas dan bertalenta.

1. Orang Terlahir Kaya Mudah Menjadi Kaya Pula

Kesuksesan finansial gak selalu hasil kerja keras dan keterampilan; terkadang itu hanya diwariskan. Ada korelasi statistik antara pendapatan seseorang sebagai orang dewasa dan pendapatan orang tuanya.

2. Gen yang Baik

Seringkali penampilan fisik punya peran besar dalam kesuksesan finansial. Daniel Hamermesh dari Yale University dalam penelitian berjudul “Beauty in the Labor Market” menyimpulkan bahwa orang cantik akan menghasilkan $230.000 lebih banyak dalam hidup mereka daripada orang yang tampak biasa-biasa saja.

3. Orang Baik Lebih Sering Tertindas

Sebuah penelitian yang dibuat oleh Beth Livingston, asisten professor bidang Sumber Daya Manusia Cornell University School of Industrial and Labor Relations menunjukkan bahwa laki-laki yang “di bawah rata-rata dalam hal keramahan memperoleh kira-kira 18 persen uang lebih banyak daripada mereka yang dianggap baik”. Bagi perempuan, keuntungannya 5 persen.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation