Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media

TIPS BELAJAR
MOTRET

FOR DUMMIES

By Anton Ismael



Ngga usah kebanyakan basa basi

Ini bukan panduan resmi ya. Tapi bisa loe pake sebagai salah satu acuan. Gue ceritain ini berdasarkan pengalaman gue berkecimpung di dunia fotografi selama 20 tahun, dengan background seorang fotografer komersil (fotografer yang bekerja untuk kepentingan promosi dan pembuatan iklan).

Dimulai dari pertanyaan ya.

1. Gue mau mulai motret. Apakah teknis perlu?

 

A. Kalo loe mau mulai memotret untuk hobi dan untuk seneng2, misalnya..

Pengen masuk ke dalam kalcer foto-foto di café yang estetis dan instagramable, atau mau mendokumentasikan kegiatan liburan keluarga kalian, atau kalian yang suka selfie buat duck face dengan pose jari “victory”, menurut gue gak perlu belajar teknis. Karena kamera yang ada di pasaran sekarang itu udah keren dan canggih alias dapat mengkalkulasi cahaya secara otomatis. Jadi kalian bisa mendapatkan hasil gambar yang keren (secara awam ya).

Intinya gak usah kebanyakan mikir deh..yang penting seneng dulu. Apalagi fotografi sekarang udah masuk ke ranah, semua orang bisa menikmati dan melakukan kegiatan memotret. Apalagi perkembangan smartphone dengan fitur yang macem2 dan keren, seperti filter “beauty” yang dapat membuat wajah kita lebih muda 10 tahun. Hmmm hazzeek nih..mulus kinclong.


Untuk temen-temen yang mau mulai nge-vlog, sekarang banyak produk kamera yang sudah memfasilitasi kepentingan pengguna. Dengan display flip yang dapat diarahkan ke wajah kita, jadi kita dapat melihat tampak wajah kita di display sebagai control. Dan, tentunya difasilitasi dengan fitur otomatis untuk mendapatkan hasil yang baik.

Nah, ada lagi ni yang jadi tren sekarang, fotografi analog. Foto-foto yang masih pake film seperti jaman dulu. Iya, trennya ada yang ke arah situ juga. Banyak temen2 mulai pake kamera analog, dan mulai membeli kamera tua (second) dan belajar menggunakannya. Banyak diantara mereka membeli kamera analog jenis “point and shoot”, yaitu kamera yang ngga usah mikir kalo mau make untuk motret – iyap bener, ini kamera dengan sistem otomatis pula. Tinggal cekrek.

Kalo ditanya kenapa mereka pada pake analog, jawabannya ya macem-macem, tapi yang paling banyak jawabannya adalah karena dengan kamera analog, mereka dapat menghasilkan gambar dengan tonality warna yang menarik. Cobain deh rasakan sendiri perbedaannya. Dari pada gue ngomong dan kalian cuma bisa bayangin sendiri.,.asik lho, gue bisa aja ngomong secara teknis yang njlimet tentang film tapi sebaiknya kalian rasain sendiri, kan cuma mo seneng-seneng aja, ya gak?

Jadi kesimpulannya kalo kalian mo mulai motret untuk seneng2 aja.. NGGA USAH TAU TEKNIS...yang penting kalian menikmati dulu prosesnya. kalo ntar mo lebih serius, boleh lah belajar teknis, dimulai dari yang sederhana dulu. kalo mo serius lagi ya belajar lebih dalam lagi teknisnya.


B. Kalo loe berpikiran untuk menekuni fotografi sebagai profesi, yoks belajar teknis fotografi. Itu harus sih menurut gue…

Lah mas, tadi kan dibilang, kamera sekarang udah canggih-canggih, udah otomatis bisa buat gambar bagus…Iya bener, tapi bagus untuk awam yaaa…nanti pada saat kalian tau lebih dalam tentan fotografi, kalian akan mulai sensitif dan dapat “membedakan” gambar dengan lebih rinci lagi.

Ingat bro, sis..nanti fotografi yang akan kalian tekuni itu akan berkembang terus keilmuannya dan juga trend visualnya. Apalagi imajinasi kalian yang akan terus berkembang. Teknis ini sebenernya adalah untuk membantu menerjemahkan keinginan lo, juga keinginan klien lo. Misalkan nih, ada klien yang minta model yang loe foto ngga keliatan gemuk, nah loe, tau ngga caranya gimana..? Hayooo.

Dalam teknis fotografi itu bisa dilakukan, misalkan dengan pemilihan lensa, dengan tata cahaya tertentu, dengan proses editing… hmmm...iya hampir kelupaan, teknis itu ngga sekedar tau cara make kamera dengan baik ya, dan mengkalkulasi banyaknya cahaya yang masuk ke dalam kamera, tapi kalian harus juga belajar teknik pencahayaan, editing, teknik presentasi, teknik, huffft…banyak! Hahahaha..sabar-sabar..santuy aja.


Untuk kalian yang mau serius nge-vlog, menurut gue harus belajar teknis juga sih. Banyak banget vlogger di luar sana yang keren dengan kontennya, dan jika didukung dengan teknis yang baik pula, loe bisa mendapatkan nilai yang lebih dari vlogger-vlogger yang lain…gimana?? Setuju? Ngga setuju juga gpp

Jadi kesimpulannya kalo kalian mau serius di bidang fotgrafi HARUS belajar teknis ya netizen yang terhormat.

2. Kamera yang bagus apa Mas

 


Nah ini...pertanyaan yang sering banget gue dapetin. Gue ngga setuju dengan pertanyaan itu. Bukan kamera yang bagus apa, tapi menurut gue, penting mengetahui kamera itu untuk kegiatan apa? Loe mau lakukan apa? Kita harus mengenali itu dulu.

Hampir semua merek kamera, dengan jenisnya yang banyak sekali itu, semua dibuat atas dasar fungsi pakainya. Sesuai profesi fotografernya. Mereka bekerja di medan atau lokasi yang seperti apa? Misalnya, kalian ingin memulai bisnis jasa fotografi wedding, coba kalian bayangkan seperti apa lokasinya, apa yang harus kalian lakukan saat bekerja, kecepatan respon kalian menangkap momen harus seperti apa, apakah kalian akan banyak memotret dalam keadaan gelap atau terang dan faktor lainnya..nah, setelah kalian mengumpulkan semua informasi itu barulah kalian menentukan kamera yang sesuai untuk pekerjaan kalian.

Dalam hal contoh pekerjaan yang telah dipertanyakan di atas, kalian butuh kamera yang mempunyai respon cepat, auto focus cepat. Jadi penting memakai kamera yang cukup sensitive dalam keadaan gelap, dengan kemampuan penangkapan gambar masih relative baik (nosie yang masih relatif aman dan ngga terlalu ancur) dengan penggunaan ISO yang tinggi (mohon di-browsing di Google, kalo ngga tau istilah ISO).

Oh iya, kalian juga butuh kamera yang ngga terlalu berat untuk ditenteng berjam-jam di acara wedding. Iya, yang awalnya kamera beratnya hanya 0,5 kg setelah 5 jam berdiri di acara wedding..berangsur-angsur beratnya bisa berasa jadi “10 kg” lho wakakakakak…ngga percaya? Jangan sampe tanganmu ntar gemeteran, tremor saat motret, saking kameranya berat. Nanti malah hasilnya geter gak jelas, malah dikomplain sama keluarga mempelai…wakakakakak.

Tapi emang kalo dipikir-pikir banyak yang beli kamera itu karena bentuknya dan “tongkrongan”nya keren…lensa yang segede “GABAN” (BTW gaban itu segede apa sih?)

Trus ada yang bela-belain beli kamera yang harganya ratusan juta (ngga usah disebut mereknya yaaaa) tapi apakah kamera itu bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan profesimu?? Belum tentu lah, karena yang penting nurut gue tepat guna dulu..bro sis.



Nah kalo profesimu mau jadi vlogger, cafe hopping, jalan dari satu lokasi ke lokasi lain dengan pakaianmu yang udah estetis, siap untuk foto-fotoan di tempat instagramable, artinya loe harus cari kamera yang ngga pake ribet. Bilang sama abang-abang di tempat jual kamera, “saya cari kamera yang simple gak usah ribet ganti-ganti lensa”. Ntar akan ditunjukin tuh kameranya apa. Dengan satu kamera simple dan ringan udah bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Oh iya, tanya juga ke mereka, minta kamera yang udah ada preset pengaturan warnanya, agar foto kalian bisa lebih HITS gak usah diedit warnanya, udah langsung estetis..wakakaka…ada kok kamera itu, dan gue yakin abang-abang yang jual kamera udah tau yang loe maksud itu kamera apa.

Jadi, pemilihan kamera yang terbaik untuk mu itu kamera apa?

Kamera terbaik adalah yang sesuai dengan profesi dan kegiatanmu saat motret. Nanti kalo mau beli kamera, bilang aja ke yang jual tentang profesimu dan apa yang mau kamu lakukan sebagai profesi. Ntar mereka nunjukin kok kamera yang terbaik. Percaya deh, semua kamera itu bagus kalo loe bisa menggunakannya dengan baik. Pelajari fitur-fiturnya dan banyakin motret, lama-lama akan terbiasa.

Tapi, masih ada yang ngeyel, pengennya beli yang paling mahal dan paling HITS…ya gpp juga sih..serah loe! ..

yang PENTING LOE SUKA DAN PERCAYA DIRI pake kamera itu.

Kalo loe suka, kan efeknya loe akan motret terus. Kalo motret terus ntar kan akan semakin baik…gitu aja…ngga usah dibawa pusing ya, udah serah loe aja

3. Mas..yang difoto apa dulu ya mas...?

 

YA...GUE KAGAA TAAUUU LAAAAAHHHHHHHH…..eh lu percaya ngga sih bro, sis, pertanyaan ini banyak banget gue denger. Mungkin ini pertanyaan konyol ya, tapi kalo hal ini menjadi kebingungan kebanyakan pemula mungkin ini harus dibicarakan ya.

Yoks kita breakdown..mari kita transformasikan pertanyaan “Apa yang harus difoto dulu?” dengan pertanyaan “Kita mau cerita apa?”

Gimana, udah merasa lebih mudah, dibanding memikirkan apa yang harus difoto? Karena, menurut gue, foto itu sebuah bahasa tutur juga, tapi bentuknya visual. Dan jika kita sudah tau apa yang ingin kita ceritakan, hal ini akan semakin mudah untuk kita menentukan apa yang harus difoto. Dan ingat ya, semua cerita itu SAH! Ngga usah takut kalo kalian ngga bisa buat cerita yang keren. Mulai dari cerita simple juga gpp menurut gue.


Misalnya, loe mau mulai jadi vlogger dengan cerita atau review café yang keren, hayo apa yang harus difoto? Makanannya kah? Ambience/suasana cafenya kah? Baristanya kah? Atau cerita apa? Ya tergantung dari respon yang kalian mau tampilkan ke audience.

Kalo kalian ingin mereview makanannya, cobain deh kalian fokus memotret makanannya, bagaimana makanan itu terlihat enak dan menggiurkan. Contohnya, kalian ingin bercerita tentang sebuah café yang menghidangkan lava cake dengan lelehan coklatnya yang menggoda, maka fotolah lava cake itu dengan lelehannya yang ngebuat orang bisa ikut ngiler. Naaah, mungkin kontennya memang makanan, tapi untuk dapat mendeskripsikan cerita lewat visual ini, kalian butuh pengetahuan teknis seperti yang gue bilang di atas…agar loe bisa dapetin lelehan coklat yang mengkilap dan membuat kita semua ngiler.

Nah, berikutnya kalo loe mau cerita tentang sebuah café dimana loe biasa makan lava cake pagi-pagi sendiri, sambil bengong, juga mainan laptop, maka visualisasikan cerita loe itu secara visual…gimana hayooo? Gini-gini, loe foto lava cakenya dan di sebelah atau di belakangnya keliatan ada laptopnya, tapi blurry ya, ngga terlalu focus, agar point of view utamanya tetep lava cakenya. Trus, jangan lupa diliatin background jendela yang kita bisa liat matahari pagi yang masuk. Buat suasana seger dan semangat....gitu…caranya gimana…ya belajar teknis nyet.

Terusss…kalo loe mau ceritain tentang lava cake, juga mbak-mbak café yang baek dan hangat visualisasinya gimana hayooooo…..? Kalo gue, akan motret mbak cafenya yang baru tersenyum ikhlas, dengan membawa lava cake seolah-olah mau ngasih ke kita…simplenya gitu bro sis.

Jadi…untuk mencari tau apa yang harus kita foto..sebaiknya loe harus tau dulu APA YANG MAU LOE CERITAIN. Dengan begitu akan lebih mudah untuk menentukan apa aja dan bagaimana fotonya. Dan ingat, loe juga bisa motret beberapa frame untuk menceritakan maksud loe, nah itu yang kita namakan foto series. Jadi jangan khawatir kalo banyak yang mo loe ceritain dan loe rasa ngga bisa diceritakan dalam satu frame.


Usahakan untuk bercerita secara rinci dan detail, karena semakin kamu dapat bercerita seperti itu, secara naratif bisa disebut, kamu akan semakin mudah menuangkan hal tersebut secara visual. Ini bener lho. Ini jadi pengalaan aja ya, dulu awalnya gue ngga pake nge-breakdown cerita saat gue mau motret…sebenernya bisa juga sih...tapi sewaktu gue mulai belajar nulis, ternyata kemampuan visual gue semakin tajam, pikiran gue semakin terstruktur.

Walaupun terkadang banyak sekali yang mo diceritain, tapi gue coba ambil esensi ceritanya dulu. Ingat yang utama apa, yang mo loe ceritain, setelah itu barulah loe bisa menambahkan informasinya lain, tapi hati2 ya, kadang kebanyakan informasi akan buat orang yang liat jadi bingung…

INGAT…AMBIL ESENSI CERITANYA.

4. Mas, setelah belajar pengenalan kamera trus apa mas?

 

Begini-begini...memang belajar fotografi itu ngga terlepas dari banyak hal. Gue coba nge-breakdown untuk pemula aja ya, bagi kalian yang mo coba masuk ke dunia ini.

Pertama

Mau ngga mau harus belajar tentang fitur kamera kalian, setelah itu kalian kalo mau lebih serius, ayo belajar SEGITIGA EXPOSURE. Itu adalah pengenalan dasar fotografi. Segitiga exposure itu semacam ilmu yang mempelajari fungsi mekanis di dalam kamera dan secara fisikanya, untuk mendapatkan keseimbangan gambar dan exposure (terang/gelap) yang diinginkan. Ini adalah hal mendasar dalam fotografi..Di situ ada yang namanya diafragma, speed, dan ISO, dan bagaimana kamu harus mengkombinasikan penggunaa ketiganya untuk mendapatkan gambar yang dinginkan. Untuk lebih jelasnya kalian browsing aja sendiri ya, jangan males kalo mo pinter…kalo masih bingung loe DM gue aja di IG @antonismael_ mudah2an gue jawab kalo ngga sibuk (kebanyakan sibuk sih gue..wakakaka tapi coba aja DM gue, gpp santuy)


Kedua

belajar LIGHTING atau pencahayaan. Hal ini sangat penting dalam fotografi karena bicara tentang fotografi itu gak terlepas dari lighting. Sederhananya, kalo ngga ada cahaya, ngga akan terbentuk sebuah gambar. Dan cahaya itu dapat membentuk gambar. Dan terkadang, sebuah objel yang sama bisa memberikan kesan yang berbeda–beda kalo diberi pencahayaan yang beda pula.

Belajar lighting atau pencahayaan pun diawali dengan belajar cahaya natural, kemudian barulah belajar tentang pencahayaan artifisial (buatan), karena cahaya natural itu sifatnya, terkadang, dimodifikasi oleh keilmuan fotografi itu sendiri. Misalnya nih, cahaya pagi hari terlihat lebih hangat dari siang hari..yang sifat itu diadaptasi dengan bohlam atau sumber cahaya lampu yang mengandung warna hangat (orange). Kemudian, biasanya saat kita memotret di cuaca mendung, wajah model terlihat lebih halus, karena sifat cahaya matahari yang lembut karena tertutup oleh awan. Sifat ini diadaptasi oleh sumber cahaya buatan manusia, dimana sumber cahayanya diberi layer atau lapisan transparan, yang secara bersamaan membuat sifat si cahaya menjadi lebih lembut. Dan masih banyak lagi lho informasi yang bisa kita dapat dari mempelajari cahaya natural.


Ketiga, belajar editing.

Yang namanya ngedit gambar itu bisa macem-macem sifatnya. Dari hal yang paling simple, sampe ribet banget. Tapi memang, yang namanya ngedit ngga bisa lepas dari kebutuhan esensial profesi sebagai seorang fotografer profesional. Salah satu hal yang paling simple dalam mengedit foto misalnya, pengaturan terang gelap dan kontras gambar foto. Kemudian beranjak kepada pengaturan warna, seperti saturasi warna, color balance, menciptakan mood warna sampe composing foto (penggabungan beberapa foto menjadi satu gambar visual)..ya begitulah.

Editing foto dilakukan untuk menyampaikan cerita tertentu. Tentunya salah satu ide cerita yang bisa saja diciptakan dari imajinasi kita dan juga sering sekali proses editing ini dilakukan untuk membantu efisiensi biaya produksi. Misalnya, kita dapat membuat sebuah foto yang kesannya dilakukan di sebuah padang salju, di daerah kutub selatan, dengan melakukan pemotretan di studio di Jakarta selatan. Cara editingnya menggabungkan beberapa foto dengan tujuan menghasilkan cerita dan kesan tertentu, sesuai yang kita inginkan. Contoh lain adalah bagaimana foto-foto wanita yang ada di iklan itu terlihat begitu perfect, dengan rambut dan kulit yang indah. Hmmm nanti dulu..gue ngga gampang percaya..ngga ada yang perfect di dunia ini, ya ngga...kecuali itu Tuhan dan Photoshop.


Jadi itulah beberapa tips yang bisa loe pake untuk mulai belajar motret. Sepele sih tapi gue berusaha ngambil esensinya dari hal-hal yang sering kalain tanyai. Semoga step tersebut bisa buat loe lebih jelas lagi dan berani nyoba motret.

Oh iya dari semua hal di atas, menurut gue, yang terpenting itu adalah loe harus belajar bercerita dengan baik karena gue yakin, mau apapun profesi loe semua diawali dengan bagaimana loe bisa pinter mendeskripsikan pemikiran loe. A great photographer is always a great story teller.

A good marketing is always a great story teller..do you think? I think so…

A great leader is always a good story teller..YES SOEKARNO…

So be a good story teller..

Selamat belajar...ngga usah takut salah...ngga usah takut fotonya jelek, rayakan kegagalan…coba terus..pasti akan lebih baik!


NANTIKAN TULISAN ANTON ISMAEL BERIKUTNYA

JUMAT, 21 MEI 2021

HANYA DI