Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Dampak Positif dan Negatif Minum Kopi Setiap Hari terhadap Tubuh

Menjamurnya kedai kopi dan kemudahan memesan kopi secara online bikin gak sedikit orang minum kopi setiap hari. Perhatikan dampaknya terhadap tubuh.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Banyak di antara kita yang suka banget sama kopi. Menjamurnya kedai kopi dan kemudahan memesan kopi secara online bikin gak sedikit orang minum kopi setiap hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dampak positif dan negatif minum kopi setiap hari.

Photo by Mike Kenneally on Unsplash
Photo by Mike Kenneally on Unsplash

Rata-rata di seluruh belahan dunia, kopi biasanya dikenal sebagai minuman yang dinikmati saat pagi hari. Selain itu, kopi bukan lagi sekadar minuman, namun juga sudah menjadi gaya hidup. Makanya, orang-orang jarang melewatkan satu hari pun tanpa minum kopi.

Tapi, penting bagi kita buat tau apa sebenarnya yang bakal terjadi pada tubuh kalau minum kopi setiap hari. Meski kopi mengandung kafein yang berperan aktif pada tubuh, dampaknya gak selalu positif, kafein juga bisa berefek negatif.

Berikut 5 dampak positif dan negatif minum kopi setiap hari terhadap tubuh.

1. Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

Rata-rata orang Amerika memenuhi kebutuhan antioksidan dari mengonsumsi kopi. Buktinya, mereka selalu minum kopi setiap hari, lebih banyak dari negara lain di dunia.

Dilansir dari laman Health Line, efek dari minum kopi setiap hari salah satunya adalah mengurangi risiko terserang penyakit-penyakit kronis. Bahkan, minum kopi bisa juga sebagai cara untuk melindungi otak dari penyakit demensia.

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash
Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

“Kopi adalah ‘obat ajaib’ karena khasiatnya yang ampuh untuk mencegah penyakit semacam itu. Pada dasarnya ini membantu manusia hidup lebih lama,” kata Janet Rich Pittman, Dokter Spesialis Pencegahan Demensia dan Penasehat Kesehatan Senior.

Menurut Beth Witherspoon, seorang konsultan ahli diet asal Amerika Serikat, minum kopi dalam jumlah sedang, yakni 3-5 cangkir dalam sehari berkaitan dengan penurunan kematian dari semua penyebab, seperti diabetes, sirosis hati, hingga kanker.

Namun untuk mendapatkan efek minum kopi seperti ini, para peneliti menganjurkan untuk meminum kopi tanpa krim dan gula.

2. Memperbaiki Suasana Hati

Perbaikan suasana hati adalah efek minum kopi setiap hari yang paling diinginkan para penikmatnya. Kafein yang terkandung dalam kopi punya hubungan langsung pada otak. Efek ini terlihat pada tingkat konsumsi yang rendah, yakni sekitar 75 miligram bubuk kopi.

“Kafein telah dikaitkan dengan tindakan positif pada otak, termasuk meningkatkan kewaspadaan dan perhatian mental, membantu konsentrasi, dan memperbaiki suasana hati,” kata Witherspoon.

Jika suasana hati membaik, maka risiko depresi akan turun. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin minum kopi setiap hari dapat berefek pada pengurangan risiko bunuh diri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard’s School of Public Health pada 2013 membuktikan hal tersebut. Setelah melakukan penelitian, para peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa orang yang minum 2-3 cangkir kopi dapat mengurangi risiko bunuh diri hingga 45 persen.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Meningkatkan retensi memori....

3. Meningkatkan Retensi Memori

Sebuah jurnal berjudul Nature Neuroscience juga menemukan efek minum kopi setiap hari, yaitu dapat meningkatkan retensi memori. Efek tersebut terjadi juga karena peran kafein dalam kopi.

“Kafein meningkatkan kinerja 24 jam setelah diminum. Kami menyimpulkan bahwa kafein konsolidasi ingatan jangka panjang pada manusia,” ujar peneliti.

Meski demikian, penting pula untuk dicatat bahwa mengonsumsi lebih banyak kafein tidak selalu baik dan tidak selalu terbukti berdampak positif pada produktivitas.

4. Bisa Berdampak Negatif pada Rutinitas Harian

Selain efek positif, minum kopi setiap hari juga bisa berefek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa efeknya seperti kecemasan, panik, tidur gelisah, dan ketergantungan kafein.

Photo by Christiana Rivers on Unsplash
Photo by Christiana Rivers on Unsplash

“Peran kafein dapat berhenti 12-24 jam setelah dosis terakhir mengonsumsi kafein. Ini sembuh dalam 24-48 jam. Gejala yang paling menonjol adalah sakit kepala,” sebut salah satu pernyataan yang dikutip dari laman American Heart Association.

Selain itu, sebuah studi menunjukkan dosis yang mematikan dari mengonsumsi kafein adalah 236 mililiter. Namun, itu tidak bisa disamakan semua orang, tergantung dengan metabolisme tubuh masing-masing.

5. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Kolesterol meningkat bisa menjadi salah satu efek minum kopi setiap hari. Karenanya perhatikan bagaimana cara kamu menyeduhnya, karena cara menyeduh dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam kopi.

Jika kamu menyeduh dengan cara French Press, perkolator atau lebih suka minum espresso, maka kopi mengandung kafestol dalam jumlah yang lebih tinggi daripada menyeduh menggunakan kertas yang disaring atau instan.

Kofestol sendiri merupakan senyawa alami yang hanya ditemukan pada kopi. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kadar kolesterol LDL pada tubuh menjadi baik. Itu karena kemampuan filter untuk memisahkan kopi dari minyak peningkat kolesterol yang disebut terpene.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation