Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#lifestyle

Kenali Racun Alami Dalam Makanan yang Kita Konsumsi

Hati-hari pilih bahan atau makanan jadi yang kita konsumsi sehari-hari. Sebab, makanan tersebut bisa saja mengandung racun alami yang berbahaya bagi tubuh.

KONTRIBUTOR OPINI  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Saat memilih jenis makanan, khususnya jenis sayuran, buah-buahan atau biji-bijian yang akan dikonsumsi, kita mungkin tahu banget mana makanan yang baik dan sehat bagi tubuh dan mana makanan berbahaya bagi kesehatan, terutama yang mengandung racun alami.

Namun seringkali sayuran, buah maupun jenis biji-bijian yang kita anggap baik dan sehat untuk dikonsumsi karena dibudidayakan tanpa menggunakan pupuk kimia atau pestisida ternyata tetap saja memiliki racun alami yang terkandung di dalamnya.

Racun alami dalam makanan sehat ini memiliki efek beragam jika dikonsumsi berlebihan atau salah dalam cara pengolahannya, mulai dari penyempitan kerongkongan, mual, muntah hingga menyebabkan kematian mendadak.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Apa itu racun alami?

Ilustrasi sayur-mayur.  Chantal Garnier/Unsplash.
Ilustrasi sayur-mayur. Chantal Garnier/Unsplash.

Apa itu Racun Alami?

Zat racun yang kita ketahui biasanya berasal dari bahan kimia. Tetapi sebenarnya di sekeliling kita terdapat beberapa jenis hewan dan tumbuhan, termasuk beberapa jenis tanaman pangan yang mengandung racun alami dengan kadar yang sangat rendah.

Dikutip dari laman pom.go.id, disebutkan bahwa racun alami adalah zat yang secara alami terdapat pada tumbuhan, dan merupakan salah satu mekanisme dari tumbuhan tersebut untuk melawan serangan jamur, serangga, serta predator.

Kadar racun pada tanaman sangat bervariasi. Hal itu dipengaruhi, antara lain oleh keadaan lingkungan tempat tanaman itu tumbuh (kekeringan, suhu, kadar mineral, curah hujan, dan lain lain) serta penyakit yang menyerang tanaman atau buah tersebut.

Beberapa racun tanaman yang larut lemak dapat bersifat bioakumulatif, yang artinya bila tanaman tersebut dikonsumsi, maka racun tersebut akan tersimpan pada jaringan tubuh kita. Berikut beberapa tanaman pangan yang mengandung racun alami:

Sayur bayam. Andrijana Bozic/Unsplash.
Sayur bayam. Andrijana Bozic/Unsplash.

Bayam

Bayam adalah salah satu bahan pangan yang mengandung asam oksalat. Asam oksalat (Oxalic acid/H₂C₂O₄) merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung. Zat ini juga berperan dalam pembentukan batu ginjal. Guna menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat, sebaiknya tidak mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung senyawa ini.

 Louis Hansel/Unsplash.
Zucchini. Louis Hansel/Unsplash.

Zucchini

Zucchini mengandung racun alami yang disebut kukurbitasin (cucurbitacin), hingga menyebabkan sayuran ini berasa pahit. Namun zucchini yang telah dibudidayakan memiliki rasa yang tidak terlalu pahit.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Bahaya seledri

 Seledri. jacqueline macou/Pixabay.
Seledri. jacqueline macou/Pixabay.

Seledri

Sayuran yang memiliki aroma khas ini mengandung senyawa psoralen (C11H6O3), yang termasuk ke dalam golongan kumarin (C9H6O2). Untuk menghindari efek keracunan psoralen, sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah, dan akan lebih aman jika seledri dimasak sebelum dikonsumsi karena psoralen dapat terurai melalui proses olahan yang benar.

Parsnip. Ulrike Leone/Pixabay.
Parsnip. Ulrike Leone/Pixabay.

Parsnip

Parsnip adalah jenis sayuran yang berkerabat dengan wortel dan mengandung racun alami yang disebut furokumarin (furocoumarin/C9H6O2). Kadar racun tertinggi biasanya terdapat pada kulit atau lapisan permukaan tanaman. Agar kadar racun pada parsnip berkurang, sebelum diolah kupas bagian luar sayur ini dan masak dengan cara dipanggang atau direbus.

Tomat hijau. WagnerAnne/Pixabay.
Tomat hijau. WagnerAnne/Pixabay.

Tomat Hijau

Tomat mengandung racun alami yang termasuk golongan glikoalkaloid. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya tidak mengkonsumsi tomat hijau.

Kentang

Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid, dengan dua macam racun utamanya, yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia.

Namun, kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat mengandung kadar glikoalkaloid yang tinggi. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya kentang dikupas kulitnya sebelum dimasak.

Biji Buah-buahan

Beberapa jenis buah memiliki biji yang beracun meski daging buahnya aman dikonsumsi, diantaranya adalah buah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach. Biji buah-buahan ini mengandung racun glikosida sianogenik. Kandungan glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan ini terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Hati-hati makan rebung

Rebung. May_hokkaido/Pixabay.
Rebung. May_hokkaido/Pixabay.

Rebung (Dendrocalamus asper)

Racun alami yang terkandung dalam rebung (pucuk bambu) termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit.

Singkong (Manihot esculenta)

Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong pahit memiliki kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe singkong manis.

Jika mengonsumsi singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Kacang merah (Phaseolus vulgaris)

Racun alami yang dikandung oleh kacang merah disebut fitohemaglutinin (phytohaemagglutinin), yang termasuk dalam golongan lektin. Untuk menghindari keracunan zat fitohemaglutinin ini jangan mengonsumsi kacang merah dalam keadaan mentah atau yang dimasak kurang sempurna/setengah matang.

Vey Kresnawati, Kontributor Opini

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation