Opini.id
Pop Culture
Human Interest
 
LEBIH DEKAT
Perpaduan Kesegaran Dari Rumah:

Ramengvrl Ngulik Manga Karena Gak Bisa Berekspresi di Panggung Saat Pandemi

Kita semua mungkin sepakat Ramengvrl telah membawa keresahan kita sebagai anak muda ke dalam musik hip hop. Lebih jauh dari itu doi udah berhasil mendobrak stereotip musik rap digawangi oleh laki-laki. Musik-nya fresh, nge-rapnya padat, gayanya eksentrik dan anti-mainstream. Doi juga gak ragu buat kolaborasi karya musik bareng musisi dan produser musik epic macam Mardial, Hindia dan ratu rap Yacko.
Opini memiliki kesempatan ngobrol bareng Ramengvrl soal pengalamannya berkarya di tengah pandemi. Meski tertekan karena gak bisa ekspresif di atas panggung, doi punya cara alternatif supaya tetap bisa berkarya dan berinteraksi dengan fans. Ramengvrl menemukan perpaduan kesegaran dari rumah seperti kesegaran Frestea. Perpaduan antara daun teh berkualitas dengan sari buah asli. Berikut hasil obrolan Opini dan Ramengvrl.
THE INTERVIEW
 
 
Halo, Ramengvrl apa kabar? Gimana nasib lo 7 bulan gak manggung ?
Gila sih. Hahaha. Tapi in a good way yaa. Cause I've always been a stay at home person juga. Cuma karena gig jadi hampir non-existent, gw jadi lebih fokus ke gimana caranya gue bisa tetap connect with my fans dengan cara-cara lain, sekaligus ngembangin skill lain juga.
Halo, Ramengvrl apa kabar? Gimana nasib lo 7 bulan gak manggung ?
Gila sih. Hahaha. Tapi in a good way yaa. Cause I've always been a stay at home person juga. Cuma karena gig jadi hampir non-existent, gw jadi lebih fokus ke gimana caranya gue bisa tetap connect with my fans dengan cara-cara lain, sekaligus ngembangin skill lain juga.
Sebelum lebih lanjut ke karya terbaru lo dan skill yang sedang lu kembangin. Apa yang lo rasain ketika di rumah? Ngapain kira-kira biar ga suntuk?
Sebenarnya gak terlalu sulit sih. Karena gue orangnya anak rumahan juga kan. Dan gak bisa diem. So, I challenge myself to explore new things. Kaya banyak hal-hal yang belum gue coba dalemin lagi. Coba ngulik kembali apa aja yang dulu gue tertarik banget, tapi belum dilakukan maksimal. Jadi gue belajar dari situ to makes something.
Sebelum lebih lanjut ke karya terbaru lo dan skill yang sedang lu kembangin. Apa yang lo rasain ketika di rumah? Ngapain kira-kira biar ga suntuk?
Sebenarnya gak terlalu sulit sih. Karena gue orangnya anak rumahan juga kan. Dan gak bisa diem. So, I challenge myself to explore new things. Kaya banyak hal-hal yang belum gue coba dalemin lagi. Coba ngulik kembali apa aja yang dulu gue tertarik banget, tapi belum dilakukan maksimal. Jadi gue belajar dari situ to makes something.
Menarik. Terus apa yang lagi lo explore buat challenge diri sendiri?
Karena di rumah bikin suntuk gua jadi sulit dapat inspirasi. Jadi lo sebagai musician/artist harus pinter-pinter cari cara buat bisa tetap connect with your fans and still make art. Jadi gue coba aja dulu ngelakuin hal lain yang nantinya bisa bikin gue kembali inspired in making music, salah satunya ya gambar komik.
Menarik. Terus apa yang lagi lo explore buat challenge diri sendiri?
Karena di rumah bikin suntuk gua jadi sulit dapat inspirasi. Jadi lo sebagai musician/artist harus pinter-pinter cari cara buat bisa tetap connect with your fans and still make art. Jadi gue coba aja dulu ngelakuin hal lain yang nantinya bisa bikin gue kembali inspired in making music, salah satunya ya gambar komik.
Intinya gue keluar dulu dari zona nyaman gue supaya feel inspired lagi di musik
 
Apa hubungannya musik sama komik? Bisa lo ceritain gimana proses kreatif ini berjalan?
Project ini namanya YoungNoodle. Semacam kaya artwork cover majalah Japan. Bikin musik butuh inspirasi. Dan dapetin inspirasi seringkali gak segampang itu, setidaknya buat gue. Apa lagi kalau di rumah terus.

Jadi trik yang biasa gue lakuin ya ini, lakukan hal lain yang bener-bener gak ada musik-musiknya, which for me is drawing manga Ceritanya sendiri sih gak ada direct connection sama lagu-lagu yang gue bikin, tapi everything is a mirror of yourself right, jadi in a way, apa yang gue biasa omongin di musik gue mungkin jadi ketranslate juga di manga, dan sebaliknya. Kayak gue bikin manga tentang 2 "delinquents", dan di musik gue, gue sering ngomongin how I don't fit super well with society's expectations but I still thrive in it.
Apa hubungannya musik sama komik? Bisa lo ceritain gimana proses kreatif ini berjalan?
Project ini namanya YoungNoodle. Semacam kaya artwork cover majalah Japan. Bikin musik butuh inspirasi. Dan dapetin inspirasi seringkali gak segampang itu, setidaknya buat gue. Apa lagi kalau di rumah terus.

Jadi trik yang biasa gue lakuin ya ini, lakukan hal lain yang bener-bener gak ada musik-musiknya, which for me is drawing manga Ceritanya sendiri sih gak ada direct connection sama lagu-lagu yang gue bikin, tapi everything is a mirror of yourself right, jadi in a way, apa yang gue biasa omongin di musik gue mungkin jadi ketranslate juga di manga, dan sebaliknya. Kayak gue bikin manga tentang 2 "delinquents", dan di musik gue, gue sering ngomongin how I don't fit super well with society's expectations but I still thrive in it.
Btw, kenapa komik sih ada apa dengan komik dengan lo?
Gue sebelum bermusik, duluuu banget pas sekolah gue emang suka gambar, bahkan tadinya gue pingin jadi manga artist, belajarnya otodidak. Cuman di sela-sela itu gue emang suka juga bikin musik dari beat yang bisa gue temuin di internet. Atau bahkan dari komputer sekolah. Yes, I started from Polyphonic beats. Haha. Awalnya buat internal jokes aja, tapi lama-lama jadi serius. Gue gak pernah ‘belajar’ banget, tapi gue emang suka nulis diaries, blogs, even make believe articles dan gue sering dengerin lagu-lagu rap but mostly Kanye and Nicki, dan dari situ gue nyoba-nyoba bikin sendiri. Intinya gue keluar dulu dari zona nyaman gue supaya feel inspired lagi di musik.
Btw, kenapa komik sih ada apa dengan komik dengan lo?
Gue sebelum bermusik, duluuu banget pas sekolah gue emang suka gambar, bahkan tadinya gue pingin jadi manga artist, belajarnya otodidak. Cuman di sela-sela itu gue emang suka juga bikin musik dari beat yang bisa gue temuin di internet. Atau bahkan dari komputer sekolah. Yes, I started from Polyphonic beats. Haha. Awalnya buat internal jokesaja, tapi lama-lama jadi serius. Gue gak pernah ‘belajar’ banget, tapi gue emang suka nulis diaries, blogs, even make believe articles dan gue sering dengerin lagu-lagu rap but mostly Kanye and Nicki, dan dari situ gue nyoba-nyoba bikin sendiri. Intinya gue keluar dulu dari zona nyaman gue supaya feel inspired lagi di musik.
Dari menggambar komik atau manga apa yang lo rasain sampai bisa terinspirasi kembali?
There's something in drawing that just relaxes me, and believe me that's kinda hard for me coz I'm tense 24/7. Tapi gue juga nyadar lagi bahwa there's still so much to learn in ANY FIELD, termasuk musik. Dan itu malah bikin gue jadi semangat lagi bikin musik.
Dari menggambar komik atau manga apa yang lo rasain sampai bisa terinspirasi kembali?
There's something in drawing that just relaxes me, and believe me that's kinda hard for me coz I'm tense 24/7. Tapi gue juga nyadar lagi bahwa there's still so much to learn in ANY FIELD, termasuk musik. Dan itu malah bikin gue jadi semangat lagi bikin musik.
Be true to yourself, because you never know
 
Kan terisolasi banget tuh di rumah, lo dapat sumber inspirasi dari rumah ribet gak sih?
It's always been the people around me. Artikel-artikel ‘humaniora’ yang suka jadi semacam commentary dari people's lifestyle. I’m probably the music version of it. Haha. Yeah, my music is mostly bangers dan bikin lo hyped up and not think too much about, but if you really listen, some of the lyrics suka ngomongin soal, misal how these kids can buy sneakers so easily but still can't pay their rent, atau orang-orang kemakan omongan orang lain dan akhirnya ninggalin passion mereka in favor of… I don't know, bekerja di korporasi dan menikah di umur 25 tahun? All that good stuff.
Kan terisolasi banget tuh di rumah, lo dapat sumber inspirasi dari rumah ribet gak sih?
It's always been the people around me. Artikel-artikel ‘humaniora’ yang suka jadi semacam commentary dari people's lifestyle. I’m probably the music version of it. Haha. Yeah, my music is mostly bangers dan bikin lo hyped up and not think too much about, but if you really listen, some of the lyrics suka ngomongin soal, misal how these kids can buy sneakers so easily but still can't pay their rent, atau orang-orang kemakan omongan orang lain dan akhirnya ninggalin passion mereka in favor of… I don't know, bekerja di korporasi dan menikah di umur 25 tahun? All that good stuff.
Dengar-dengar, lo punya kumpulan musik yang udah lo kurasi, dan sekarang jadi playlist di Spotify, berjudul “RamenGvrl: Perpaduan Kesegaran dari Rumah” Bisa lo jelasin lebih jauh nggak, apa yang mau lo ceritakan dari playlist tersebut?
I mean, these songs are just dope songs yang emang gue suka dengerin apapun itu yang gue lakuin. Cuman, if you look closely, a lot of the artists in the playlist, they're people who started from nothing, atau mungkin gak diterima society sebelumnya, tapi sekarang malah ‘winningin their own unique ways. So I guess, be true to yourself, because you never know.
Dengar-dengar, lo punya kumpulan musik yang udah lo kurasi, dan sekarang jadi playlist di Spotify, berjudul “RamenGvrl: Perpaduan Kesegaran dari Rumah” Bisa lo jelasin lebih jauh nggak, apa yang mau lo ceritakan dari playlist tersebut?
I mean, these songs are just dope songs yang emang gue suka dengerin apapun itu yang gue lakuin. Cuman, if you look closely, a lot of the artists in the playlist, they're people who started from nothing, atau mungkin gak diterima society sebelumnya, tapi sekarang malah ‘winningin their own unique ways. So I guess, be true to yourself, because you never know.
Jangan biarkan orang lain mendefinisikan lo siapa, buat definisi diri lo sendiri aja
 
Gimana Ramengvrl melihat diri sendiri?
I don’t know, I will asking you back, how you looking yourself? Gue gak sepenuhnya terlihat seperti di atas panggung singing a rap song like I don’t care with anything. Semua orang punya insecurities issue. Tinggal gimana caranya you handle it with your own. Jadi, gue hanya berusaha memaksimalkan apa yang ada di diri gue. And stop listening the society.
Gimana Ramengvrl melihat diri sendiri?
I don’t know, I will asking you back, how you looking yourself? Gue gak sepenuhnya terlihat seperti di atas panggung singing a rap song like I don’t care with anything. Semua orang punya insecurities issue. Tinggal gimana caranya you handle it with your own. Jadi, gue hanya berusaha memaksimalkan apa yang ada di diri gue. And stop listening the society.
Eh, beneran lo bakar ijazah lo sebagai sarjana Universitas Indonesia?
Haha. Of course not, I’m not going to do that foolish thing. Gue tetap menghargai apa yang sudah gue lakukan, meski gak buat gue super excited. Gue hanya berusaha mengolok-olok apa yang society norms, seakan itu berlaku buat semua orang. Gue gak bilang akademik gak penting. Tapi apa yang society bentuk gak cocok buat semua orang. Do your own passion. Jangan biarkan orang lain mendefinisikan lo siapa, buat definisi diri lo sendiri aja.
Eh, beneran lo bakar ijazah lo sebagai sarjana Universitas Indonesia?
Haha. Of course not, I’m not going to do that foolish thing. Gue tetap menghargai apa yang sudah gue lakukan, meski gak buat gue super excited. Gue hanya berusaha mengolok-olok apa yang society norms, seakan itu berlaku buat semua orang. Gue gak bilang akademik gak penting. Tapi apa yang society bentuk gak cocok buat semua orang. Do your own passion. Jangan biarkan orang lain mendefinisikan lo siapa, buat definisi diri lo sendiri aja.
Ramengvrl sudah memberikan kita inspirasi untuk terus kreatif dalam kondisi serba terbatas. Mencari perpaduan kesegaran di rumah bisa memberikan kita ide-ide baru yang fresh. Seperti Frestea, perpaduan kesegaran antara daun teh berkualitas dengan sari buah asli. Gak ada salahnya coba mencari ide baru siapa tahu bisa jadi mahakarya.
Kamu sudah merasa produktif selama di rumah belom?
 
0%
Sudah banget
 
0%
Masih kurang nih