Plastik, Dicintai Sekaligus Dibenci | OPINI.id
Plastik, Dicintai Sekaligus Dibenci

Anggapan dunia bakal lebih baik tanpa plastik gak sepenuhnya benar. Walau permasalahan sampah plastik tengah menjadi sorotan dunia, namun tidak dapat dipungkiri bahwa plastik tercipta untuk mempermudah kehidupan kita.

Saat ini plastik udah jadi material yang paling serbaguna dan murah. Mulai dari pembungkus makanan, perabot rumah tangga hingga keperluan industri besar menggunakan plastik.

Andaikan gak ada plastik, mungkin saat ini kita sudah tidak bisa melihat gajah lagi. Sebab sebelum terbuat dari plastik, bola biliard cuma bisa dibuat dari gading gajah.

Dampak Plastik

Sampah plastik yang bocor ke laut memang menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani segera. Dampaknya tidak hanya mengganggu kehidupan laut Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan manusia.

Sampah plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun sampai dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Diperkirakan ada sekitar 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun.

Artinya ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Bayangkan saja berapa banyak sampah yang akan memenuhi bumi kita ini dalam 10 tahun ke depan bila tidak dikelola dengan benar.

Manfaat Plastik

Kalau kalian lihat sekitar, mungkin pandangan mata kalian gak akan pernah terhindar dari penampakan limbah plastik. Seiring berkembangnya zaman, plastik menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Plastik itu termasuk material yang paling serbaguna. Selain harga yang jauh lebih murah, bobot plastik yang ringan membuat industri otomatif makin maju. Lebih dari 70% komponen otomotif terbuat dari plastik dan membuat berat kendaraan akan lebih ringan hingga menekan angka konsumsi bahan bakar dari kendaraan.

Gak cuma itu, di dunia kedokteran plastik juga berperan sangat besar. Kebanyakan komponen dan alat bantu di bidang kedokteran terbuat dari plastik. Seperti contoh selang infus yang terbuat dari plastik jenis PVC (Polivinil klorida).

Lewat sifatnya yang ringan dan mudah dimodifikasi (kustomisasi) sesuai dengan kebutuhan, tidak heran bila produksi banyak yang mengadalkan material ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.

Lebih Bijak Pakai Plastik

Kalo kita harus lepas 100% dari plastik, emang sesuatu yang sangat sulit. Hampir di semua aktivitas manusia mengandalkan plastik, karena itulah sebagai konsumen, kita harus lebih bijak dan bertanggungjawab menggunakan plastik agar tidak menjadi sampah yang tercecer ke lingkungan.

Jika sudah bisa bijak menggunakan plastik dan sadar untuk melakukan pengelolaan sampah sederhana sendiri, maka kita tidak perlu takut dengan plastik. Sebab plastik itu sendiri dapat didaur ulang agar bisa digunakan kembali. Sekarang yang perlu kita tingkatkan dan lakukan adalah dengan memilah sampah dari rumah agar memudahkan proses daur ulang.

Dalam menangani permasalahan sampah, Pemerintah sendiri telah menggalakan program Bank Sampah, sebuah metode pengumpulan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Melalui Bank Sampah, masyarakat didorong untuk memilah sampahnya sendiri, kemudian ditimbang di Bank Sampah untuk mendapatkan insentif.

Ternyata, menurut data Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia tahun 2018, sampah jenis plastik punya harga jual yang relatif lebih tinggi dibandingkan sampah jenis lain lho!

Selain itu, pemanfaatan sampah plastik juga dilakukan dengan penerapan aspal plastik yang sudah dilakukan oleh pemerintah serta asosiasi dan sektor swasta.

Menurut riset Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penambahan unsur plastik dalam campuran aspal dapat meningkatkan daya tahan aspal tersebut, sehingga lebih tahan lama dan lebih tidak rentan terhadap retak.

Jadi selain memperpanjang siklus umur plastik, metode ini juga dapat memberikan nilai lebih pada produk baru.

Sampah plastik dapat diatasi dengan metode 3R, yakni: Recycling (daur ulang), Reuse (dipakai kembali), dan Remanufacture (produksi ulang).

Berkaca pada solusi di atas, seharusnya umur plastik bisa jadi tidak sependek ‘sekali pakai’ saja, karena dapat terus dimanfaatkan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun kita juga tidak bisa menutup mata atas permasalahan sampah plastik yang terjadi sekarang.

Untuk itu, diperlukan peran dan usaha dari pemerintah, swasta serta komitmen masyarakat sebagai konsumen untuk mengelola plastik bekas pakai sehingga kehadirannya dalam hidup kita tidak lantas sia-sia menjadi sampah.

Udah bijak pake plastik belum hari ini?
Udah dong
Belum
6 votes

Komentar

Fresh