Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#ekonomi

Bitcoin Anjlok Rp 81,2 Juta Sehari, Investasi Pakai Rumor dan Emosional

Mata uang kripto termasuk bitcoin anjlok seiring dengan pernyataan Elon Musk hingga pemerintah Cina.

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Mata uang kripto termasuk bitcoin anjlok seiring dengan pernyataan Elon Musk hingga pemerintah China yang mengeluarkan peraturan baru. Hal ini diyakini jadi faktor yang menghantam bitcoin jatuh ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, Rabu (19/5) kemarin.

Image: Unsplash.
Image: Unsplash.

Mata uang kripto dengan valuasi terbesar di dunia itu jatuh hingga posisi terendah dengan nilai di bawah US$40.000. Kabar dari Cina, nilai bitcoin tergerus hingga 9% menjadi US$38.514 dalam perdagangan Asia, sebelum akhirnya naik kembali 5% ke posisi US$40.627 pada hari yang sama.

Nilai ini jauh turun dibandingkan dengan rekor tertinggi yang dicapai pada 14 April lalu, yakni US$64.895. Jika diukur dari nilai tersebut, bitcoin anjlok hampir 40%. Dilansir dari data Coinmarketcap, dalam kurun waktu 1 hari, nilai aset bitcoin merosot sekitar Rp81,2 juta.

Tekanan ini tak hanya dirasakan oleh bitcoin. Menurut pelacak pasar Coingecko, aset kripto lain seperti Ether, koin yang terkait dengan jaringan blockchain ethereum, juga turun 12% menjadi US$2.988. Ada juga dogecoin, uang kripto yang populer karena meme yang anjlok 18%.

Pengaruh dari Elon Musk dan Pemerintah China

Penurunan cryptocurrency ini diduga dipicu oleh cuitan terbaru CEO Tesla, Elon Musk di Twitter yang menyatakan bahwa dirinya tidak lagi menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Kicauan ini memicu spekulasi bahwa Tesla telah memangkas kepemilikannya di uang kripto.

Kondisi bitcoin makin tertekan usai pemerintah China melarang lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran menyediakan layanan yang berhubungan dengan transaksi cryptocurrency pada Selasa (18/5). Mereka juga memperingatkan investor soal sifat perdagangan kripto yang spekulatif.

Image: Unsplash.
Image: Unsplash.

Ulrik Lykke, direktur eksekutif di ARK36, sebuah hedge fund untuk aset kripto, menyatakan pasar sedang memproses serangkaian berita yang bisa memicu bearish, yakni istilah kondisi pasar saham yang sedang mengalami tren turun atau melemah, indikasinya adalah turunnya indeks harga saham global secara keseluruhan.

Menurutnya Ulrik, berita seperti ini mudah menuai perhatian sekaligus menggerakkan sentimen pasar. Meski sering kali berita itu tidak begitu penting bagi jangka panjang, namun pasar kripto sangat dipengaruhi secara emosional dan memiliki partisipan yang cenderung bereaksi berlebihan terhadap peristiwa yang mereka anggap negatif.

Banyak sekali rumor yang dapat membuat pasar menjadi fluktuatif. Contohnya seperti Musk yang mengumumkan bahwa dia telah membeli bitcoin lebih dari US$1 miliar untuk produsen mobil listrik miliknya awal tahun ini. Ketika rumor itu terbantahkan, informasi ini justru menjadi bagian dari alasan pelemahan bitcoin.

Benar saja, Musk pada pekan lalu mengumumkan bahwa Tesla tak lagi menerima bitcoin sebagai alat pembayaran, karena perhatiannya terhadap isu lingkungan.

Dampaknya dapat terjadi secara instan. Contohnya seperti Coinbase, yang melonjak di atas US$400 tak lama setelah perdagangan pertamanya pada 14 April, namun dengan cepat menghapus keuntungan tersebut usai turun mendekati US$220 per saham pada Rabu (19/5) pagi.

Selain itu, sebuah laporan dari JPMorgan juga mengatakan bahwa, investor institusional mulai bergerak menjauh dari bitcoin dan kembali ke emas. Padahal sebelumnya bitcoin digadang-gadang sebagai pengganti potensial seperti emas sebagai alat hedging dalam dunia investasi.

Investasi Selalu Punya Risiko

Pelemahan yang terjadi dalam perdagangan kripto adalah potret nyata ketidakpastian pasar. Keputusan investasi yang terburu-buru, kurang perhitungan, serta cenderung membeli rumor dan emosi membentuk pola trading yang lebih spekulatif.

Image: Unsplash.
Image: Unsplash.

Sebenarnya pada Juni 2019 lalu, Bank Sentral Cina telah memblokir akses ke semua pertukaran mata uang kripto domestik dan asing. Tujuannya adalah untuk menekan semua perdagangan mata uang kripto dengan larangan penukaran mata uang asing.

Kebijakan tersebut makin mengingatkan kita terhadap risiko perdagangan kripto. Otoritas Cina secara tidak langsung menegaskan kembali ke masyarakat dunia bahwa mata uang virtual ini “tidak didukung oleh nilai nyata”, harganya mudah dimanipulasi, dan kontrak perdagangan tak dilindungi hukum.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation