Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#ekonomi

Jangan Salah Langkah, Ini 9 Ciri-ciri Penipuan Crypto

Siapa yang mau rugi saat berinvestasi? Tentu tidak ada. Tapi kenapa banyak investor berani tertipu? Nih, kenali ciri-ciri penipuan crypto biar lo makin waspada!

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tahun 2019 lalu, banyak orang yang jadi korban penipuan cypto, mayoritas merupakan yang baru “nyemplung” di dunia investasi. Sejak cryptocurrency digandrungi banyak kalangan karena bisa menghasilkan banyak cuan, orang-orang mulai tertarik gabung dalam berbagai exchange atau bursa crypto. Tapi, gak banyak dari mereka yang paham betul modus kejahatannya. Maka dari itu, tulisan ini bakalan bahas ciri-ciri penipuan crypto yang bahkan bikin banyak pengguna kehilangan lebih banyak uang daripada yang mereka investasikan.

Photo by Bermix Studio on Unsplash
Photo by Bermix Studio on Unsplash

Dilansir dari laporan dari CipherTrace, sebanyak USD4.26 miliar telah dicuri dari berbagai exchange crypto, investor, dan juga pengguna. Contohnya seperti exchange crypto terkenal asal Jepang, BITpoint yang kehilangan sebanyak USD28 juta, dan harus ganti rugi ke sekitar 5.000 pelanggan mereka.

Adapun koin crypto yang paling sering mengalami kasus pencurian adalah Bitcoin, Litecoin, XRP dan Ethereum. Bahkan Binance, selaku exchange crypo terkenal melaporkan ada kasus pencurian yang merugikan USD40 juta dalam bentuk Bitcoin.

Photo by André François McKenzie on Unsplash
Photo by André François McKenzie on Unsplash

Cryptocurrency memang sangat tidak stabil, dan banyak platform perdagangan saat ini yang belum cukup mapan pula. Banyak exchange yang gak menyediakan asuransi apa pun, jadi lo gak punya jaminan apakah investasi lo akan aman. Bahkan lo bisa aja kehilangan seluruh uang kapan pun.

Oleh karena itu, sebelum mulai trading atau berinvestasi, ada baiknya lakukan riset mengenai berbagai exchange yang ada, dan cari tahu mana yang memberikan asuransi dan mana yang tidak.

Selain melakukan riset terkait asuransi, langkah lain yang harus lo lakukan untuk menghindari penipuan crypto adalah dengan mengetahui ciri-ciri penipuan crypto yang umumnya terjadi dan menimpa orang yang tidak waspada. Berikut rangkuman dari Opini.id.

1. ICO atau Whitepaper Palsu

ICO merupakan kepanjangan dari Initial Coin Offerings, yang bantu lo buat dapetin beberapa investasi awal dalam menyiapkan cryptocurrency. Ini bisa juga disebut sebagai teknik penggalangan dana untuk sebuah cryptocurrency baru. Selama beberapa tahun terakhir, para investor telah menggelontorkan dana ke lebih dari 1000 ICO.

Meskipun sudah banyak ICO yang sudah resmi, tapi masih banyak yang baru mengenal bisnis ini dan belum ada pengalaman sebelumnya. Karena sekarang ada banyak investor untuk cryptocurrency, ICO palsu bisa aja lolos dan lakuin penipuan crypto. ICO palsu biasanya cenderung memalsukan whitepaper mereka. Whitepaper palsu itu mungkin disalin dari whitepaper yang sudah ada dan terlihat seperti asli.

Makanya, sebelum lo mulai investasi di ICO mana pun, lo bisa lakuin beberapa riset tentang tim dan whitepaper mereka. Lo bisa copy-paste isi dari whitepaper mereka di Google dan memastiin kecocokannya.

2. Exchange yang Belum Teregulasi

Beberapa exchange atau pedagang uang kripto, biasanya mempersulit penarikan uang setelah lo berinvestasi di sana. Mereka ngelakuin itu dengan ngebebanin biaya komisi yang tinggi, sehingga lo bisa kehilangan banyak uang. Para investor dan pengguna harus lebih hati-hati terhadap exchange yang suka janjiin keuntungan tinggi dan berbagai promosi.

Sebelum lo daftarin diri pada exchange crypto apa pun, lo harus baca syarat dan ketentuan mereka dengan super teliti.

3. Dompet Palsu

Ada berbagai dompet crypto di pasar yang bisa nampung coin crypto lo, tapi gak semuanya resmi. Sejak meningkatnya penipuan crypto, kemunculan dompet palsu juga ikut meningkat. Mereka menawarkan tempat untuk menyimpan koin tapi begitu lo memuat saldo di sana, lo bisa kehilangan semuanya.

Jadi tipsnya adalah: Selalu gunakan dompet yang resmi meskipun ada biaya untuk pendaftaran.

4. Perdagangan Bitcoin

Bitcoin adalah salah satu cryptocurrency populer di pasar sekaligus yang paling sering digunakan dalam penipuan crypto. Berbagai exchange yang menawarkan perdagangan bitcoin ngasih akses yang mudah sewaktu seseorang melakukan investasi tapi kesulitan sewaktu melakukan penarikan.

Bitcoin sangat tidak stabil, dan kadang beberapa exchange membutuhkan waktu yang cukup lama dalam memproses order sehingga dalam situasi ini, semua keuntungan bisa lenyap dalam waktu singkat. Selalu waspada tentang perdagangan Bitcoin dan lakukan analisis status pasar secara reguler.

5. Phishing

Photo by Bermix Studio on Unsplash
Photo by Bermix Studio on Unsplash

Phising sebenarnya merupakan salah satu trik lama yang paling sering digunakan penipu. Banyak penjahat di internet yang bisa meniru exchange terkenal, dan bertujuan untuk mencuri kredensial login lo. Dalam beberapa kasus, mendeteksi peniruan semacam ini dirasa cukup sulit.

Ada beberapa laporan soal kasus peniruan identitas pejabat dan CEO perusahaan yang menawarkan berbagai macam promosi untuk memikat calon pengguna. Hal ini disebut dengan serangan multi vektor. Serangan ini menggabungkan rekayasa sosial, bahkan sampai ke panggilan telepon.

6. Media Sosial

Media sosial udah jadi sebuah platform untuk memverifikasi kredensial berbagai pegawai di tim cryptocurrency. Tapi media sosial juga jadi platform para penipu dan trader palsu untuk nyamar jadi trader resmi.

Untuk mengantisipasi hal kayak gini, lo bisa mengabaikan semua pesan pribadi yang nawarin berbagai promosi tentang crypto.

7. Email Spam

Photo by Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk on Unsplash
Photo by Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk on Unsplash

Kurang lebih sama kayak media sosial, jangan pernah klik link apapun tentang promosi atau penawaran mengenai crypto. Email tersebut bisa aja keliatan resmi, tapi sebaiknya lo mengabaikannya daripada terjadi sesuatu yang gak diinginkan seperti kehilangan uang. Email spam bisa juga termasuk dalam modus phising yang umum, usahakan gak jadi salah satu korbannya.

8. Pump and Dump

Pump and dump adalah metode penggelembungan saham sebuah komoditas yang kemudian dijual untuk dapetin keuntungan tinggi. Dalam penipuan ini, penipu menggunakan platform media sosial yang terkenal seperti Facebook, Telegram, atau Twitter.

Mereka membentuk sebuah komunitas yang luas dan mulai nyari cryptocurrency apa yang paling sering digunakan untuk penipuan. Kemudian mereka membeli koin tersebut di harga yang rendah dan mereka membantu menaikkan nilainya untuk kemudian dijual dengan harga tinggi.

9. Broker atau Pialang

Karena perdagangan cryptocurrency bersifat kompleks dan banyak pengguna yang terlibat di dalamnya, maka peningkatan jumlah penipuan crypto jadi lebih sering terjadi. Para broker ini seringkali mendekati pengguna melalui email atau media sosial.

Tips: Jangan pernah percaya pada seseorang yang lo temuin secara online, terutama dengan banyaknya penipuan yang terjadi.

Gak semua cryptocurrency dikembangkan dengan baik, dan gak semua platform perdagangan crypto juga menawarkan asuransi untuk melindungi diri dari peretasan. Meskipun bitcoin ada dalam posisi puncak di dunia cryptocurrency, namun tetap saja jauh dari kata stabil.

Setiap detik, menit, jam, nilai koin crypto bisa berubah. Kalau lo pernah trading crypto, pastiin lo paham apa yang sedang lo lakuin. Jangan pernah berinvestasi di sesuatu yang gak lo pahami. Hal yang sama bisa diterapkan terhadap exchange. Lakukan penelusuran sebelum menggunakan sebuah exchange.

Setiap hari, berbagai situs web dan forum memperbarui daftar exchange cryptocurrency palsu atau yang terlibat dalam penipuan. Sebelum mulai investasi, pelajari dan riset dulu secara online. Itu bakal nyelametin lo dari peretasan atau penipuan online.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation