Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#ekonomi

Waspada! Investasi Bodong Bitcoin Muncul, Puluhan Ribu Orang Tertipu

Investasi bodong berupa aset bitcoin telah merenggut harta ribuan investor pemula. Model penipuan kaya gini gak jauh-jauh dari skema ponzi.

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kombinasikan animo orang investasi bitcoin dan maraknya investasi bodong di tengah pandemi. Ini bisa jadi mimpi buruk buat investor pemula yang sedang mencoba berinvestasi. Baru-baru ini polisi menetapkan E-Dinar Coin Cash (EDC Cash) sebagai modus investasi bodong bermodus cryptocurrency dengan dugaan korban 57 ribu orang.

Polisi belum lama ini menerima laporan 350 orang korban penipuan EDC Cash. Rata-rata jumlah uang mereka yang disetorkan ke pelaku sekitar Rp 5 juta. Uang tersebut sebagai biaya pendaftaran member baru, penukaran 200 bitcoin abal-abal dan dompet saldo.

“Sampai saat ini sekitar 350-an korban yang lapor di Bareskrim Polri,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika dikutip dari Tirto.

Petugas mengamati barang bukti mobil mewah Ferrari dan McLaren saat rilis kasus investasi ilegal E-Dinar Coin (EDC) Cash di Bareskrim Polri, Jakarta/Antara
Petugas mengamati barang bukti mobil mewah Ferrari dan McLaren saat rilis kasus investasi ilegal E-Dinar Coin (EDC) Cash di Bareskrim Polri, Jakarta/Antara

Polisi sudah menangkap 6 tersangka dalam kasus investasi bodong cryptocurrency ini. Mereka disangkakan melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang.

Boss EDC Cash, Abdulrahman Yusuf sudah membelanjakan milyaran uang untuk mobil, rumah mewah dan barang mewah lainnya. Barang tersebut didapat polisi dari hasil penggeledahan rumah pelaku dan kini menjadi barang bukti tindak pidana.

Gak tanggung-tanggung cuy, ada mobil Ferrari yang disita dari tangan pelaku.

Boss EDC Cash, Abdulrahman Yusuf dalam peluncuran EDC Cash Indonesia/Detik
Boss EDC Cash, Abdulrahman Yusuf dalam peluncuran EDC Cash Indonesia/Detik

Potensi Korban Ada 57 Ribu Orang

Helmy mengatakan potensi korban mencapai 57 ribu orang yang tergabung sebagai member. Mayoritas mereka menginvestasikan uang rata-rata Rp5 juta dan telah memperkaya pelaku hingga Rp285 miliar.

Modus EDC Cash gak jauh-jauh dari skema ponzi yang umum terjadi di investasi bodong. Kali ini produk kamuflasenya adalah investasi bitcoin yang lagi hype di masyarakat.

Korban dijanjikan keuntungan sebesar 0,5 persen per hari dari investasi bitcoin, atau sekitar 15 persen keuntungan tiap bulan. Ini belum termasuk iming-iming keuntungan berlipat jika mengajak member baru untuk investasi bitcoin.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Cryptocurrency Palsu

Cryptocurrency Palsu

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Sidharta Utama menegaskan cryptocurrency yang dijual EDC Cash palsu. Soalnya aset kripto dari EDC Cash gak memenuhi syarat yang sudah disepakati oleh coin market cap atau pasar mata uang digital dunia.

“Koin produk EDC Cash gak termasuk dalam 229 jenis aset kripto yang diperdagangkan di pasar fisik aset kripto,” ungkap Sidharta disadur dari Liputan6.

FYI, biar kamu gak kena tipu. Teliti pola investasi bodong yang mayoritas memakai skema ponzi. Apapun bentuk produknya baik investasi bitcoin maupun produk lainnya. Jika sudah berkaitan dengan member get member, teliti lagi bisnisnya!

Ilustrasi bitcoin sebagai salah satu produk mata uang kripto/Unsplash
Ilustrasi bitcoin sebagai salah satu produk mata uang kripto/Unsplash

Jangan Tergiur Cuan Besar, Pahami Risikonya

Sidharta juga meminta masyarakat gak mudah termakan tren investasi kripto yang harganya melonjak tinggi. Dibalik potensi cuan gila-gilaan, investasi kripto punya risiko tinggi. Perlu pengetahuan dan pemahaman mata uang digital untuk menghindari kerugian besar.

Tonton juga:

Makin banyak tawaran investasi bodong manfaatin Bitcoin yang lagi naik daun. Gak ada jalan pintas mau jadi kaya. Waspada! Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id

“Harga aset kripto mengalami mengalami fluktuasi yang sangat tinggi. Sehingga, bitcoin termasuk sebagai investasi yang berisiko tinggi,” tegas Sidharta.

Satuan Waspada Investasi di bawah Otoritas Jasa Keuangan ikut mengingatkan masyarakat hindari investasi mata uang digital. Karena aset cryptocurrency belum resmi menjadi alat tukar yang sah di Indonesia.

Namun, karena protes besar user terkait peluang investasi ini, OJK hanya mengawasi peredaran uang dari pembelian cryptocurrency. Supaya masyarakat tetap membeli aset mata uang digital di marketplace kripto resmi di Indonesia.

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation