Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#ekonomi

Uang 1.0 Cetakan Peruri yang Viral Ternyata House Note. Apa Itu House Note?

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) melalui akun resmi Instagram-nya menyatakan, uang 1.0 merupakan uang contoh atau uang spesimen yang biasa disebut House Note.

Indra Dahfaldi  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Kemunculan uang 1.0 Rupiah viral di media sosial. Dalam video tersebut diberi caption “Ngasih THR pake uang pecahan ini lucu kali ya.” Jelas saja video tersebut membuat masyarakat bingung. Apa benar uang tersebut adalah resmi sebagai mata uang Indonesia yang dikeluarkan Peruri.

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) melalui akun resmi Instagram-nya menyatakan, uang tersebut merupakan uang contoh atau uang spesimen yang biasa disebut House Note.

“(Uang spesimen) bertujuan untuk mempromosikan kemampuannya dalam mencetak uang dalam mencetak uang menggunakan teknologi security features tertentu,” tulis akun @peruri.indonesia, dilansir Senin (10/5/2021).

Tonton juga:

Uang NKRI cetakan baru dikabarkan gak laku di luar negeri. Kabarnya itu karena uang ilegal atau gak sah, benar gak ya? Subscribe di sini: https://www.youtube.com/c/OpiniID untuk ngeliat video lucu/informatif/motivasi lainnya.

Sekretaris Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Adi Sunardi menegaskan bahwa uang tersebut tidak sah digunakan sebagai alat pembayaran.

Uang tersebut adalah uang Test Note Specimen Pendet Dance Perum PERURI 1.0 Rupiah IDR Indonesia Tahun 2016 "Uang specimen adalah uang contoh dan tidak sah digunakan sebagai alat pembayaran," kata Adi. Lantas ada lagi gak uang-uang unik yang dikeluarkan Peruri? Bagaimana cara membedakannya?

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Apa Itu House Note?

Apa Itu House Note?

Peruri
Peruri

House Note adalah uang specimen (uang contoh yang diterbitkan oleh blanknote printer/perusahaan penetak uang, bertujuan untuk mempromosikan kemampuannya dalam mencetak uang menggunakan teknologi security features tertentu.

Hingga kini Peruri telah mencetak 3 series House Note, yang pertama pada 2015 dengan tema "The Beauty of Indonesia".

Kedua pada 2017 dengan tema "Indonesiaan & Japanese Heritage" dan yang terakhir pada 2020 dengan tema "THe Inspiring Tales".

Sekretaris Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Adi Sunardi menjelaskan, berdasarkan UU Mata Uang nomor 7 Tahun 2011 pasal 2 disebutkan bahwa mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Rupiah, sedangkan uang specimen adalah bukan uang Rupiah.

Sebagaimana dijelaskan ciri-ciri Rupiah, uang specimen Peruri sama sekali tidak memuat hal-hal seperti yang disebutkan pada pasal 5 Undang-undang nomor 7 tahun 2011.

"Peruri membuat uang specimen digunakan sebagai alat pemasaran (marketing tools) untuk mempromosikan contoh produk/uang yang diproduksi oleh Peruri," pungkasnya.

Adapun ciri uang Rupiah menurut pasal 5 UU 7/2011 adalah paling sedikit memuat:

  1. Gambar lambang negara “Garuda Pancasila”;
  2. Frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”;
  3. Sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya;
  4. Tanda tangan pihak Pemerintah dan Bank Indonesia;
  5. Nomor seri pecahan
  6. Teks “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran Yang Sah Dengan Nilai …”
  7. Tahun emisi dan tahun cetak.

Bank Indonesia (BI) Beri Penjelasan Juga

Kepala Departemen Pengedaran Uang BI Marlison Hakim mengatakan uang pecahan 1.0 tersebut merupakan uang pecahan dalam rangka uji cetak yang dilakukan Perum Peruri.

"Gambar uang dalam video tersebut merupakan uang dalam rangka uji cetak di Perum Peruri, sehingga hanya untuk kepentingan internal Peruri," kata Marlinson seperti dilansir Suara.com.

Menurut dia, sesuai dengan UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, yang memiliki wewenang untuk mencetak dan mengedarkan uang rupiah hanya BI.

"BI merupakan satu-satunyanya lembaga yang diberikan kewenangan untuk mencetak dan mengedarkan uang rupiah yang sah di wilayah NKRI," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa BI tidak pernah mengeluarkan dan mengedarkan uang spesimen Perum Peruri seperti dalam video yang viral.

 

 

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation