Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#ekonomi

Fenomena Dogecoin, Jadi Ujian Mental Bagi Investor Uang Digital

Fenomena dogecoin pada akhir pekan lalu jadi ujian mental berharga bagi para investor. Investasi sekadar ikut-ikutan tren atau serius pakai analisis fundamental?

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Harap tenang, ini adalah ujian! Rasanya kalimat ini tepat dijadikan acuan bagi para investor dogecoin saat ini, terutama mereka yang baru masuk sebelum Elon Mask tampil baru-baru ini di acara SNL. Yup, usai acara, berdasarkan data CoinDesk per Minggu (9/5) pukul 12.32 WIB, harga dogecoin ada dikisaran USD 0,56 sen dolar AS, anjlok 22,6% dibanding posisi 24 jam sebelumnya. Bahkan, penurunan ini masih berlanjut hingga menyentuh posisi 41,8 sen dolar AS di hari yang sama. Jadi masih nyali ikutin fenomena dogecoin?

Meski masih menjadi perdebatan, investasi mata uang digital makin hari makin menggiurkan buat para pencari cuan di tengah pandemi. Kini, fenomena dogecoin sedang menghadapi ujian pertamanya setelah sempat membukukan rekor pertumbuhan tertinggi sepanjang masa sebesar 15.000 persen dan berada di posisi 74 sen dolar AS pada akhir pekan pertama Mei 2021 secara year to date.

Melihat tren sedang turun cepat pada akhir pekan lalu, sejumlah investor mungkin sudah ada yang merealisasikan keuntungannya. Namun, minat investasi terhadap dogecoin yang tetap tinggi berhasil meredam koreksi dan mempertahankan posisi di 51 sen dolar AS pada Senin (10/5) malam. Dengan nilai pertumbuhan tetap di atas 10.000 persen secara year to date. Sementara nilai transaksi dogecoin dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar 8,7 miliar dolar AS.

Terus sentimen apa yang menggerakkan harga dogecoin? Sejauh ini, seperti dilansir CNBC, endorsement dari sejumlah tokoh terkenal, seperti Elon Musk yang menanggap dirinya sebagai Bapak Dogecoin, serta pemilik klub NBA Dallas Mavericks, Mark Cuban, yang menjadi motor pergerakan dogecoin. Tentu saja, pernyataan mereka memicu para dogearmy dan pendatang baru untuk berinvestasi.

Salah satu contohnya pernyataan Elon Musk yang berwacana ingin membuat dogecoin beneran barking at the moon. Dalam tweet-nya doi menyebut akan meluncurkan satelit bulan bernama DOGE-1 menggunakan roket Falcon 9 SpaceX yang dibiayai dengan dogecoin pada 2022 mendatang. 

Tweet Elon ini merupakan upaya mendongkrak kembali kinerja dogecoin usai drama koreksi yang terjadi beberapa hari sebelumnya dan tweet ini bekerja dengan sangat baik meredam pelemahan nilai.

Simbol Dogecoin yang Berasal dari Meme Anjing Ras Shinu Iba/Envato
Simbol Dogecoin yang Berasal dari Meme Anjing Ras Shinu Iba/Envato

Dibuatnya Bercanda, Tapi Cuannya Gak Bercanda

Seperti dijelaskan di awal, investasi dogecoin sedang cuan-cuannya selama tahun 2021 ini. CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan DOGE menjadi mata uang digital terkuat tahun ini, dengan nilai tukar tahun sebelumnya Rp 28 per koin, menjadi Rp 194 per koin. Hal ini membuat orang-orang ikut berinvestasi ke dogecoin.

“Elon Musk menyatakan DOGE adalah aset kripto favoritnya di Twitter. Orang-orang melihat itu, kemudian mereka membeli DOGE. Karena permintaannya masif, tentu berpengaruh terhadap harganya,” ungkapnya dikutip dari Antara.

Sejak saat itu harga doge terus naik secara perlahan. Meskipun fluktuasi harga dogecoin sangat aktif dalam periode waktu singkat.

Padahal dogecoin dibuat oleh dua engineer IT, Billy Markus dan Jackson Palmer untuk lelucon saja. Merespons animo orang karena meme anjing ras Shiba Inu. Analis ekonomi hingga pejabat tinggi bank sentral dunia banyak yang kritis sama mata uang crypto ini. Karena bisa memunculkan risiko bubble hingga membuat harganya bisa nyungsep.

“Cryptocurrency benar-benar kendaraan spekulasi,” kata Gubernur Bank Sentral Amerika, Jerome Powell mengutip The Economic Club of New York.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Sulit Membaca Pergerakannya

Ilustrasi Naik Turun Harga Dogecoin di Pasar Cryptocurrency/Unsplash
Ilustrasi Naik Turun Harga Dogecoin di Pasar Cryptocurrency/Unsplash

Sulit Membaca Fundamentalnya

Asli, pokoknya naik turun harga dogecoin berdasarkan spekulasi Elon Musk dan bandar-bandar cryptocurrency saja. Terbukti cuitan dan pernyataan Elon berkali-kali mempengaruhi fluktuasi harga dogecoin. Risiko dogecoin menjadi sangat tinggi karena fundamentalnya dipengaruhi oleh orang-orang tertentu saja.

“Gak diragukan lagi, sketsa cryptocurrency akan menjadi viral selama berhari-hari dan selanjutnya memotivasi para followers-nya untuk membiayai doge ke bulan,” ungkap Edward Moya, analis ekonomi Oanda.

Tonton juga:

Makin banyak tawaran investasi bodong manfaatin Bitcoin yang lagi naik daun. Gak ada jalan pintas mau jadi kaya. Waspada! Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id

Hal ini juga diamini oleh penulis CoinDesk Kevin Reynold. Menurutnya, performa dogecoin yang berdasarkan spekulasi perilaku orang tertentu menjadikan digital currency ini tidak layak menggantikan dolar amerika sebagai cadangan mata uang dunia.

“Buy the rumor, sell the fact.”

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation