Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
 
SCROLL
 
 
 
 
 
 
 
 
Kementerian Ketenagakerjaan RI berupaya mendorong angkatan kerja yang berkualitas dalam mempersiapkan diri menjadi bagian dari perubahan. Melihat adanya peningkatan penggunaan teknologi yang pesat di era digital menjadi peluang baru bagi adanya kesempatan dan perluasan kesempatan kerja di Indonesia.
Penggunaan internet di Indonesia saat ini dalam tren yang sangat tinggi. Seperti diungkapkan dalam laporan Google, sejak awal tahun hingga November lalu, jumlah pengguna internet di regional Asia Tenggara melonjak hingga empat kali lipat.

Delapan dari 10 orang di wilayah ini mengatakan teknologi membantu mereka menghadapi virus ini, dan ada banyak alasan mereka menggunakan internet
- VP Google Southeast Asia, Stephanie Davis
 
 
 
 
 
 
 
 
Pengguna Internet Baru di Asia Tenggara
0
2019
0
2020
Sumber: Google
 
 
 
 
 
 
 
 
Laporan Google juga menyatakan, kondisi pandemi juga mendorong peningkatan permintaan dan akses ke layanan digital. Bahkan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina lebih dari setengah orang yang baru menjajal layanan digital berasal dari wilayah non-metropolitan.
Kondisi ini sejalan dengan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyebutkan terjadi peningkatan hingga 25,5 juta pengguna internet baru pada kuartal II/2020 menjadi 196,7 juta jiwa. Pengguna internet baru berasal dari Pulau Jawa 56,4%, kemudian Sumatera 22,1%, Sulawesi 7%, Kalimantan 6,3%, Bali-Nusa Tenggara 5,2%, dan Maluku-Papua 3%. Di mana pengguna internet di Indonesia didominasi oleh penduduk yang tergolong masih muda, yakni umur 19-34 tahun yang mencapai 49,52% dari total pengguna internet.
 
 
 
 
 
 
 
 
Penetrasi Internet di Ibu Kota Provinsi
DKI Jakarta
 
 85%

Bandung
 
 82,5%

Surabaya
 
 83%

Serang
 
 100%

Nasional
 
 73,7%
Sumber: APJII
Kemnaker RI melihat ini sebagai peluang memaksimalkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Lembaga yang dipimpin oleh Menteri Ida Fauziyah ini berusaha memanfaatkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SISNAKER), platform big data ketenagakerajaan Indonesia. Agar masyarakat bisa mendapatkan informasi loker kerja, pendaftaran online, digitalisasi pelayanan perantara kerja, kontrak kerja, penyelesain konflik kerja dan pelayanan perizinan ketenagakerjaan yang semua dilakukan secara online. Platform ini bisa digunakan perusahaan sebagai penyalur kerja, pencari kerja dan diawasi oleh pemerintah.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker RI, Suhartono mengatakan inisiatif ini berdasarkan aturan Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data.

Kebijakan ini adalah kebijakan tata kelola data pemerintah di sektor ketenagakerjaan untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dipertanggungjawabkan.
- Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker RI, Suhartono


Harapannya pemanfaatan teknologi mampu menyerap tenaga kerja Indonesia di tengah pandemi. Selain itu meningkatkan kompentensi diri tenaga kerja (lifelong learning through re-skilling and up-skilling) yang mampu beradaptasi perkembangan teknologi.

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini, menjadi momentum bagi Kemnaker RI untuk mengakselerasi terwujudnya ekosistem ketenagakerjaan digital. Terutama, para pekerja yang ter-PHK dan atau dirumahkan dapat langsung dilacak oleh sistem sehingga kebijakan yang digelontorkan bagi mereka tepat sasaran. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebutkan berdasarkan data BPS 29,12 juta orang usia kerja terdampak pandemi COVID-19.
 
 
 
 
 
 
 
 
Kategori Usia Kerja Terdampak COVID-19
Pengurangan Jam Kerja
24,03
juta orang
Pengangguran Karena Pandemi
2,56
juta orang
Tidak Bekerja
1,77
juta orang
Bukan Angkatan Kerja
0,76
juta orang
Sumber: BPS
Menaker Ida Fauziyah juga menyinggung jumlah pengangguran naik karena pandemi. “Jumlah penganggur menjadi 9,7 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07% di Indonesia,” ungkap Ida.

Perubahan perilaku dalam aktivitas dan cara orang membeli barang dan jasa yang semakin digital di masa pandemi, menciptakan sebuah harapan perluasan kesempatan kerja. Dari jauh hari, konsultan bisnis Ernst & Young telah memperkirakan nilai penjualan bisnis online naik 40% tiap tahun. Meski tak sebesar estimasi Ernst & Young, Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) mencatat penjualan e-commerce naik sebesar 25% selama pandemi4. Ini juga diamini oleh Tokopedia yang mencatat penjualan produk makanan dan minuman di platformnya naik 2,5 kali lipat.

Kemungkinan industri ini akan terus naik mengingat orang sudah terbiasa belanja online. Jelas, ini akan berpengaruh ke lapangan kerja di industri marketplace. E-commerce bakal membuka kesempatan kerja besar-besaran dari segala profesi. Industri ini tidak hanya melibatkan kegiatan jual beli dan jasa internet. Juga melibatkan jasa logistik, pengembang software, provider telekomunikasi dan marketing.

Jumlah penganggur menjadi 9,7 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen di Indonesia.
- Menaker Ida Fauziyah
 
 
 
 
 
 
 
 
Sejumlah Lowongan yang Paling Dicari
di Industri E-commerce
1.
Web Developer
2.
Data Analyst Marketing
3.
Software Engineer
4.
Pegawai Logistik
5.
Manager Operasional Logistik
6.
Customer Service
7.
Marketing Manager
8.
Business Development
9.
Communication Brand
10.
Designer
 
 
 
 
 
 
 
 
Regulasi Naker RI Kayak Kanebo Kering
Salah satu tantangan kurangnya penyerapan tenaga kerja karena kondisi ekosistem ketenagakerjaan yang terlalu kaku di Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (2014-2019) pernah menyinggung sistem ketenagakerjaan kita seperti ‘kanebo kering’. “Perkembangan dunia sekarang itu apa, yang sudah mengarah ke pasar kerja yang lebih fleksibel. Nah sementara, UU dan regulasi ketenagakerjaan kita ini kaku seperti kanebo kering,” ungkap Hanif bulan Juni 2019 di Istana Negara.

Perkembangan dunia sekarang itu apa, yang sudah mengarah ke pasar kerja yang lebih fleksibel. Nah sementara, UU dan regulasi ketenagakerjaan kita ini kaku seperti kanebo kering.
- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (2014-2019)



 
 
 
 
 
 
 
 
Sisnaker Bantu Cari Kerja
Inisiatif Kemenaker RI ini berupaya memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lewat SISNAKER. Platform ini diharapkan bisa membantu masyarakat di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Dan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, terbuka, dan adaptif di tengah kemajuan teknologi.