Pendemo Dunia Pada Jadi Joker | Opini.id
Next Video

Pendemo Dunia Pada Jadi Joker

Sejak pertama dirilis awal bulan Oktober, film Joker gak cuma sukses kuasai box office tapi juga pengaruhi para penontonnya. Di berbagai belahan dunia, demonstran kompak pakai topeng dan make-up karakter villain yang biasa muncul di serial Batman itu.

Joker menjadi film yang mencoba menyinggung topik yang sensitif seperti mental illness dan dikotomi antara orang kaya dan miskin. Karena film tersebut juga menggambarkan masyarakat yang represif karena sesosok figur otoritas yang sudah korup, pemerintahan China tidak menyetujui film tersebut rilis di negaranya, khawatir akan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Takutnya, konten dari film tersebut malah membuat demo melawan pemerintahan China di Hong Kong semakin menjadi-jadi. Karena isi topik yang disinggung di dalam film tersebut sangat relatable dengan isu yang terjadi sekarang.

Seperti yang dilansir dari France24, masyarakat di Lebanon mulai melukis wajahnya menjadi seperti karakter Joker. Tidak hanya di sana saja, hal ini terjadi sampai ke seluruh dunia seperti Los Angeles dan Hong Kong.

William Blanc, sejarawan terkenal asal Prancis, melihat fenomena ini sebagai bentuk kesadaran kolektif sehingga para demonstran merasa kalau mereka gak berjuang sendirian.

Walau sebenarnya gak berbahaya, tapi penggunaan topeng dan make-up karakter kayak gini bisa sukses bisa bikin pemerintah keder. Buktinya, pemerintah Hongkong udah larang penggunaan topeng/make-up karakter Winnie the Pooh dan Pepe the Frog.

Hmm, tiba-tiba jadi ingat kalau kita baru aja rame-rame demo tolak RKUHP. Andai aksi demo ini terjadi saat film Joker udah tayang, mungkin banyak pendemo yang dandan jadi Joker juga kali, ya?

Fresh