OPINI.id | Kuasai Dunia Lewat SXSW 2019
Kuasai Dunia Lewat SXSW 2019

Enam perusahaan rintisan (startup), satu program Hello Dangdut, dan musisi penampil Dhira Bongs, siap memukau para pengunjung di Festival South by Southwest (SXSW) 2019, Austin, Texas, Amerika Serikat. Pameran karya anak bangsa ini juga menjadi bagian dalam memperkenalkan inovasi ke komunitas global.

Noore Sport Hijab, Dicoding, Ars., MTarget, Nodeflux, TeleCTG, Knok Percussion, merupakan startup terpilih dari hasil proses seleksi tim kurator Badan Ekonomi
Kreatif (BEKRAF). Sedangkan solois Dhira Bongs terpilih langsung dari hasil proses kurasi ketat SXSW 2019. Khusus untuk Hello Dangdut, ada bagian dari kampanye pemerintah untuk meningkatkan popularitas musik dangdut di dunia internasional.

"Kehadiran Indonesia di SXSW memberikan potensi atau peluang yang sangat besar kepada startup-startup Indonesia yang hadir untuk mendapatkan mitra bisnis ke pasar internasional," kata Wakil Kepala BEKRAF Ricky Pesik, Senin (10/3/2019).

Tahun 2019 adalah kali ketiga Indonesia hadir pada festival yang sengaja dibuat untuk merayakan konvergensi dunia film, musik, seni, hingga kemajuan teknologi
dunia. Para pelaku kreatif Indonesia akan unjuk gigi dan siap memberi impresi positif kepada komunitas global.

"Jadi posisi seperti ini penting (berada di SXSW) bagi para pelaku kreatif kita untuk berada dalam tataran yang lebih baik di tingkat global," jelas Ricky.

Konsul Jenderal RI untuk Houston Amerika Serikat Dr. Nana Yuliana menambahkan, pemerintah berharap para inovator Indonesia bisa melihat potensi yang ada di hadapan mereka dengan hadir di Austin, Texas, pada festival hipster terbesar dan paling diakui dunia saat ini.

Clara Prima/Opini.id

"Ini menjadi momentum yang sangat baik karena startup kita makin dikenal dan kita berharap para milenials, pelaku ekonomi kreatif kita makin maju, dikenal sehingga menjadi economic driver untuk Indonesia, utamanya di kawasan ASEAN," kata Nana. Sebagai informasi para startup akan hadir di pavilion Indonesia sejak 10-17 Maret 2019.

TeleCTG

Hadirnya perusahaan teknologi medis asal Indonesia di festival SXSW membawa misi besar, yakni dapat menjaring mitra strategis dalam pengembangan ataupun pemasaran produk telecardiotocography berbasis portabel.

"Pada hari pertama pameran kami sudah mendapatkan penawaran pertemuan lanjutan dengan salah satu NGO asal Amerika yang fokusnya kesehatan di Afrika. Juga ada perusahaan medical record yang nantinya kami bisa masuk ke dalam integrated system mereka," kata Abraham Auzan, Co-Founder dan CTO TeleCTG.

NOORE

Menurut Adidharma Sudradjat, Founder dan COO NOORE, berada di SXSW 2019 adalah kesempatan bagi produk pakaian olahraga muslim ini, mendunia dan dapat diterima luas oleh pasar internasional. Karena dirinya melihat ada potensi yang luar biasa besar dari bisnis modest activewear, tidak hanya di Indonesia tapi dunia.

"Kenapa seperti itu? Karena potensi itu lahir dari sebuah permasalahan, dimana mereka tidak terfasiltiasi pakaian yang sopan, mengikuti syariah. Jadi banyak muslim di dunia yang menantikan NOORE," ucap Adi kepada Opini.id.

Dicoding

Menghadirkan SDM Indonesia yang menguasai teknik pemrograman adalah misi Dicoding. Hal ini penting karena keterampilan coding sedang dibutuhkan industri zaman sekarang. Dicoding sendiri telah melalui proses penyusunan kurikulum secara komprehensif yang diverifikasi langsung oleh Google untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri digital.

Kehadiran Dicoding dalam SXSW 2019 ingin  merepresentasikan negara. Bahwa Indonesia adalah salah satu tempat bagi mitra yang ingin mencari talenta
digital. "Kami ingin memberi awareness kepada yang hadir di SXSW bahwa kita punya. Selain itu kami juga mencari partner teknologi dalam dalam pengembangan academy online Dicoding," kata Mutiara Arumsari, Program Manager Dicoding.

Nodeflux

Perusahaan ini adalah salah satu startup teknologi yang berbasis distributed-computation platform. Ada penggabungan sumber teks, audio, video, gambar, dan lainnya, untuk kemudian diinterpretasikan menjadi data. Hasil yang didapat, seperti menghitung jumlah orang dalam kerumunan, pengenalan wajah pada media perekaman (CCTV, webcam dan lainnya).

Meidy Fitranto, Co-Founder Nodeflux menerangkan, perusahaannya ingin mencapai mimpi teknologi baru dan menjadi bagian dari kemajuan teknologi di Indonesia.

"Kita pada 2019 akan fokus di vison AI (artificial intelligence) dan pada tahun-tahun mendatang kita merambah ke teknologi terkini yang bisa diimplementasikan di Indonesia secara nyata," ungkap Meidy saat berbicang kepada Opini.id di pavilion Indonesia.

Ars.

Startup yang satu ini banyak mendapat perhatian serius dari pengunjung SXSW 2019. Inovasi yang mereka usung adalah platform global untuk arsitektur interior dan produk rumah. Co-Founder & CEO Ars. Jonathan Aditya menerangkan, pihaknya ingin memberikan kesempatan bagi para pelaku industri untuk menampilkan karya mereka dan menambah jaringan lewat aplikasi Ars.

MTarget.co

Digawangin oleh Yopie Suryadi, MTarget menawarkan fitur pembuatan website tanpa coding dan melakukan kegiatan email marketing serta manajemen media sosial. Dengan mengikuti SXSW adalah membuka pasar baru, khususnya di Amerika Serikat.

Komentar (1)

Top Konten