Manfaat Hari Raya Nyepi Bagi Kesehatan dan Lingkungan | OPINI.id
Manfaat Hari Raya Nyepi Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Masyarakat atau umat Hindu yang melaksanakan Hari Raya Nyepi biasanya tidak melakukan aktivitas seperti biasa dan lebih mengutamakan untuk melakukan refleksi diri. Semua kegiatan yang menggambarkan urusan duniawi juga ditiadakan, termasuk pelayanan umum, bahkan Bandara Internasional Ngurah Rai pun ditutup, namun tidak untuk pelayanan rumah sakit.

Memperingati Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1941 atau tahun 2019 ini, seperti biasa umat Hindu akan melakukan Catur Brata Penyepian atau empat pantangan yang terdiri dari Amati Karya atau tidak bekerja, Amati Lelungan atau tidak berpergian, Amati Geni atau tidak menyalakan api, dan Amati Lelanguan atau tidak bersenang-senang.  

 

tiket.com

Tujuan utama Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu adalah memohon kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/mikro kosmos) dan Bhuana Agung/makro kosmos (alam semesta).

Ternyata dibalik pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang sunyi, senyap dan penuh dengan niat yang mulia serta sakral ini, terdapat pula beberapa manfaat dan fakta menarik. Tidak hanya bermanfaat bagi umat Hindu yang menjalankan ibadahnya, namun juga berpengaruh besar bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Apa saja manfaatnya? Yuk simak penjelasannya:

1. Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu maupun warga Bali berkontribusi mereduksi gas karbon dioksida (CO2) sebanyak 28.000 ton dalam sehari. Seperti pada Hari Raya Nyepi di tahun 2012 lalu, ada sekitar 2,35 juta kendaraan bermotor tidak beroperasi di Bali. Secara teori, jika satu liter BBM memproduksi 2,4 kilogram CO2 dan per hari rata-rata sepeda motor butuh empat liter dan mobil 10 liter, maka sekitar 28,000 ton CO2 tereduksi.

2. Saat angka polusi udara menurun, maka kamu bisa melihat langit lebih cerah dari biasanya dan akan ada banyak bintang di langit yang dapat terlihat pada malam hari. Selain itu, saat pelaksanaan Catur Brata Penyepian tak ada warga atau umat Hindu yang menyalakan lampu juga, jadi cakrawala malam akan terlihat lebih indah.   

Gotomail.com

3. Pelaksanaan Nyepi di Bali juga telah menghemat 3,000,000 liter bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan bermotor, dikarenakan selama 24 jam tak ada satupun kendaraan bermotor milik warga yang berlalu-lalang di jalan raya.

4. Pada saat Hari Raya Nyepi, umat Hindu tidak menyalakan lampu sama sekali selama 24 jam, yaitu sejak pukul 06.00 WITA pada Kamis 07 Maret 2019 sampai pukul 06.00 WITA pada Jumat 08 Maret 2019. Ini berarti PLN maupun warga Bali dapat menghemat listrik sebanyak 60 persen, atau sekitar 290 (MW) Megawatt, jika di rupiahkan sekitar 5 Miliar.

5. "Word Silent Day" (Hari Hening Sedunia) yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, terinspirasi dari kearifan budaya lokal Hari Raya Nyepi dan disetujui PBB untuk diperingati oleh seluruh penduduk dunia. World Silent Day merupakan sebuah gerakan untuk mengurangi aktivitas yang mengeluarkan sumber daya seperti menyalakan listrik dan mengendarai kendaraan bermotor selama empat jam yang dimulai pada pukul 10.00 hingga 14.00.  World Silent Day diharapkan memberikan kontribusi pada pengurangan ancaman pemanasan global. 

GoToMalls

6. Selama Hari Raya Nyepi juga dapat menghemat 500.000 liter bahan bakar Solar atau sekitar lebih dari 3 miliar rupiah. Hal ini bisa terjadi karena diistirahatkannya dua pembangkit listik di Bali, yaitu:  pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Pemaron dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Gilimanuk.

7. Jika di hari biasa selalu ada mesin yang tetap bekerja bahkan bisa bekerja 24 jam non stop, Maka saat menjalani amati karya di Hari Raya Nyepi, aktivitas pekerjaan tidak terjadi selama 24 jam penuh, sehingga otomatis mesin dan peralatan juga bisa istirahat total selama 24 jam. Hal ini bisa menghemat umur ekonomis (masa manfaat) mesin dan peralatan.

8. Pada Hari Raya Nyepi juga dapat mendekatkan hubungan keluarga, memberikan ketenangan sekaligus kenyamanan yang luar biasa. Hal ini terutama dirasakan bagi mereka yang penat karena bekerja atau aktivitas sehari-hari, maupun mereka yang jarang berkumpul karena keterbatasan waktu untuk bertemu dengan keluarga..

 

Komentar (1)

Fresh