LaLaLa Festival, Gelaran Musik di Tengah Hutan | OPINI.id
LaLaLa Festival, Gelaran Musik di Tengah Hutan

Suasana alam sejuk di antara tinggi pohon pinus, musik dan selebrasi di tengah hutan. Gelaran LaLaLa Fest kali ketiga ini tak luput dari kritik dan keluhan di media sosial.

Pada 23 Februari 2019 lalu, LaLaLa Festival digelar di Orchid Forest, Lembang, dengan mempertontonkan hutan alam yang natural dalam sebuah malam penuh keindahan. Tak heran festival ini begitu memanjakan generasi muda yang ingin menyalurkan eksistensinya. Belasan ribu pengunjung memenuhi venue acara dengan pemandangan yang indah. LaLaLa Festival juga menyuguhkan lineup yang mampu merangkul pendengar musik dari berbagai genre.

Terlepas dari banyaknya perbincangan di media sosial, LaLaLa Festival telah mengupayakan yang terbaik untuk melakukan transformasi hutan yang indah sebagai area festival yang bisa dinikmati semua orang. Pengunjung disuguhkan begitu banyak gimik serta kejutan di atas panggung, instalasi-instalasi seperti Lights of Tunnel, Garden of Light, dan juga Camping Ground.

Menyuguhkan tiga panggung, masing-masing diisi oleh penampilan-penampilan dinamik dari musisi internasional dan nasional, pengunjung tersebar di LaLaLa Stage, Navajo Stage, dan Ombre Stage.

Terkait beberapa keluhan yang masuk melalui media sosial, pihak LaLaLa Festival sebenarnya telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Pihaknya juga telah menyediakan shuttle untuk mengangkut para penonton dari area parkir menuju venue konser. Lembang saat tak ada festival saja sudah macet, jadi pihak LaLaLa Festival telah memberi informasi jauh hari sebelumnya. Namun banyaknya pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi justru membuat mereka kerepotan sendiri. Pengunjung justru harus memarkir terlebih dulu mobilnya di Cikole sebelum mengikuti antrean dilayanan shuttle.

Meskipun menemui beberapa kendala, festival ini dapat terlaksana oleh karena bantuan seluruh pihak yang telah mendukung penuh sebelum dan sepanjang jalannya acara. LaLaLa Festival memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi selama acara berlangsung dikarenakan oleh hal-hal diluar festival yang tidak dapat dikendalikan oleh pihak panitia.

Namun LaLaLa Festival tetap sukses dan dikunjungi belasan ribu pengunjung yang datang dengan sangat antusias. Meski diguyur hujan, tak membuat pengunjung berhenti menikmati salah satu gelaran festival musik internasional alam terbuka terbesar di Indonesia.

Congratilation LaLaLa Festival!

Kamu suka gak dengan konsep acara musik seperti ini?
Suka
Tidak
8 votes

Komentar

Fresh