Wisata Halal di Bali, Jangan Mimpi Bung Sandi | OPINI.id
Wisata Halal di Bali, Jangan Mimpi Bung Sandi

Mimpi itu adalah hak setiap orang. Bahkan ada pepatah yang bilang, hiduplah dari mimpi-mimpimu, dan jangan hanya orang yang hanya hidup bermimpi saja. Tapi ada kalanya kita mengakui, terkadang mewujudkan sebuah mimpi yang tidak masuk akal itu sangatlah susah.

Tanpa maksud menghakimi mimpi orang apalagi menjadi Tuhan di dunia, mari kita lihat terlebih dahulu seperti apa sih mimpi Sandiaga Uno ini. Mantan Wagub DKI Jakarta ini kembali mengulang janji yang pernah diutarakannya saat mendampingi Anies Baswedan yaitu membuat wisata halal di Ibu Kota Jakarta.

Kali ini dia ingin merealisasikan hal serupa hanya saja berbeda wilayah yaitu di Bali. Rencananya, Sandiaga akan menjadikan Bali sebagai tujuan wisata halal. Ups, oke sepertinya sedikit dejavu nih. Oh ternyata tidak, Sandiaga memang kerap mengaplikasikan ide-ide racikannya yang kurang oke saat menjabat jadi Wagub dulu ke masa Pilpres 2019, seperti halnya Ok Oce.

Kalau kata sebagian warga Jakarta dan Ahokers, cukup Jakarta sajalah yang merasakan ‘manfaat’ Ok Oce abang Sandi ini.  Bicara soal rencana wisata halal, ada alasan sendiri kenapa Sandi memilih pulau Dewata. Menurutnya di Bali pariwisata akan lebih baik dan multiplayer-nya banyak sekali kepada UMKM.

Salah satunya juga pariwisata halal. Banyak potensi dan sekarang diambil oleh Bangkok. Pulau Bali sendiri punya potensi tersebut. Sandi melihat ada ceruk pasar yang bisa menarik uang hingga triliunan rupiah jika pariwisata halal diterapkan. "Secara umum potensi pariwisata halal konon kabarnya di atas Rp3.000 triliun. Ini sangat luar biasa kalau bisa kita ambil untuk gerakan ekonomi di Bali."

Wah jadi kita bisa travel halal nih. Tapi optimisme Sandi berbanding terbalik dengan apa yang diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra. Bukan cuma memberikan ruang, kata Yuniartha, wisata halal tak mungkin dikembangkan sama sekali. Ia pun menolak gagasan tersebut.

Seperti diketahui, selama beberapa dekade pariwisata budaya yang ditonjolkan oleh Bali adalah keseragaman dan keselarasan bukan fokus terhadap agama tertentu saja. Pariwisata ini buktinya mampu menarik minat jutaan wisatawan.

Bahkan nih menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menyebutkan kalau sepanjang tahun lalu ada sekitar 6.070.473 turis yang datang ke Pulau Dewata. Angka ini naik hingga 6,54 persen dibanding 2017. Turis terbanyak berasal dari Cina (1.362.326), diikuti oleh Australia (1.155.240), India (352.652) dan Inggris (267.210).

Sebenarnya tidak butuh pengamat untuk menanggapi ide dari Sandiaga ini. Kita saja sebagai masyarakat umum tahu jika bicara soal Bali sudah pasti bicara soal keragaman, multikultural, dan toleransi. Bicara soal halal, kita pun tak sulit menemukan restoran halal di Bali. Keberagaman inilah yang mungkin menjadikan Raja Salman memilih datang ke Bali, padahal sebenarnya Raja Arab Saudi ini bisa memilih pulau Lombok yang sudah masuk kategori wisata halal. Jadi rencana ini terdengar seperti pepesan kosong belaka dan hanya akan menambah kontroversi bahkan polemik di masyarakat Bali.

Kamu setuju gak ada wisata halal di Bali?
Setuju kalau niatnya bagus
Tidak setuju, Bali adalah keragaman
No comment ah
155 votes

Komentar (1)

Fresh