Utang Indonesia Nambah, Aman Apa Bahaya Nih? | OPINI.id
Utang Indonesia Nambah, Aman Apa Bahaya Nih?

Bicara soal hutang dari sisi kehidupan sosial saja, hal ini sangatlah sensitif. Hubungan keluarga, saudara, bahkan teman bisa runyam karena persoalan hutang. Begitu juga dengan negara Indonesia yang saat ini kerap disorot persoalan hutang piutang. Gak heran, ini jadi senjata bagi kubu kontra pemerintahan Joko Widodo.

Kamu sendiri tahu gak berapa hutang Indonesia sekarang ini? Nah, di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara alias APBN di bulan Januari 2019, tercatat guys kalau utang pemerintah selama tahun 2018 ini totalnya mencapai Rp 4.418,3 triliun. Beda jumlahnya sama tahun 2017, dimana saat itu hutang kita hanya sebesar Rp 3.995,1 triliun. Ibaratnya, hutang kita nambah sebesar Rp 423,2 triliun.

Waduh gede banget ya utang kita, maklum saat ini kita lagi kejar setoran perbaikan infrastruktur. Ah dasar penulisnya cebong! Oke, kita baca dulu nih tanggapan Menteri Keuangan yang kerap dapat awards nih Ibu Sri Mulyani dan juga Dewan Gubernur Bank Indonesia. Menurut mereka nih para pakar yang gak usah diragukan lagi dipersoalan keuangan, utang kita saat ini aman kok yaitu 30 persen dari PDB alias Produk Domestik Bruto.

Alah yang ngomong cebong juga nih! Santai guys, selalu ada dua sisi, yaitu sisi bertahan dan sisi menyerang, makanya ada pro dan kontra. Pendapat para senior ini dibantah oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira kepada CNBC Indonesia. Menurutnya, saat ini utang pemerintah sudah sampai di lampu kuning. Soalnya nih, pertumbuhan utang pemerintah itu meningkat sangat signifikan, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor malah bergerak lambat.

Namun ada alasan tersendiri kenapa Joko Widodo fokus kepada infrastruktur. Semuanya dikarenakan untuk mengejar ketertinggalan, namun juga menumbuhkan sentra ekonomi baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah di seluruh penjuru tanah air. Oleh karena itu, orang nomor satu di Indonesia ini mengungkapkan infrastruktur tidak hanya dibangun di Jawa, tapi di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara, sampai Tanah Papua.

Bisakah membangun negara tanpa berhutang?
Mana bisa
Bisa aja
39 votes

Komentar (1)

Fresh