Kucing Tidak Selalu Ada Dimana-Mana | OPINI.id
Kucing Tidak Selalu Ada Dimana-Mana

Menurut ilmu sains, seluruh daratan di Bumi dulunya pernah menyatu. Nggak heran kalau binatang-binatang di seluruh dunia punya anatomi yang mirip. Misalnya, binatang yang hidup di Indonesia bagian Timur mirip dengan binatang yang hidup di Benua Australia dengan beberapa penyesuaian untuk beradaptasi. Tapi, pernah nggak, sih, kalian terpikir kenapa kucing ada di setiap benua dengan bentuk yang gitu-gitu aja?

Mungkin kalian menyadari perbedaan bentuk dari berbagai jenis anjing. Doberman, Golden Retriever, Siberian Husky, semuanya memiliki wajah dan bentuk yang berbeda. Tetapi, apakah ada perbedaan yang signifikan dari berbagai jenis kucing selain bulu dan besar tubuhnya? Bagaimana persebaran kucing sendiri sehingga pada akhirnya tersebar di seluruh dunia?

Sekarang, kucing dapat ditemukan di semua benua kecuali Benua Antartika. Menurut analisis DNA, nenek moyang kucing liar pertama kali ditemukan 10.000 tahun yang lalu di negara yang saat ini dikenal sebagai Turki. Kucing ini dianggap sangat berguna untuk membasmi hewan pengerat dalam pertanian. Karena itu, saat pertanian mulai meluas, kucing pun ikut dibawa. Pada tahun 2.500 SM, kucing telah sampai di Cyprus. Ribuan tahun kemudian, persebaran kucing meluas sampai ke Bulgaria dan Rumania, sampai pada tahun 800 SM kucing pun sampai di Egypt. Tidak hanya dianggap sebagai hewan yang keramat dan menjadi objek ibadah, kucing pun terkenal sampai ke Romans dan Vikings. Kedua bangsa ini membawa kucing sebagai teman perjalanan mereka di laut.

Perjalanan dari Vikings dan Romans pun berperan besar dalam penyebaran kucing secara menyeluruh ke berbagai daerah sampai benua lainnya, seperti Afrika, Eropa, dan Asia. Saat Bangsa Eropa mulai berlayar menuju Amerika, kucing pun menjadi awak setia kapal mereka. Inilah yang menyebabkan kucing tersebar di seluruh dunia, tanpa adanya perbedaan yang signifikan.

Apakah kalian seorang pecinta kucing?
Iya
Bukan
30 votes

Komentar (2)

Fresh