Akhirnya, Kepala BMKG Ngaku Gagal Juga | OPINI.id
Akhirnya, Kepala BMKG Ngaku Gagal Juga

Mulai dari Palu, sampai sekarang kejadian lagi tsunami di Anyer dan Lampung. Bahkan, BMKG awalnya sempat ngeles dan beranggapan kalau yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami melainkan hanyalah gelombang lautan saja. Nyatanya, ini adalah murni tsunami yang dihasilkan dari erupsi anak gunung Krakatau.

Banyak pihak kecewa, lantaran BMKG kerap kecolongan terus menerus. Lebih lagi setelah kejadian, warga dan masyarakat Indonesia hanya mendapatkan laporan perihal kronologi dan penyebab kejadian saja. Padahal jelas yang ingin ditanyakan, kenapa kita bisa kecolongan tsunami lagi? Berbagai alasan pun dikeluarkan, mulai dari rusaknya alat sampai pencurian alat pendeteksi tsunami. Bukannya itu berarti pihak BMKG gagal mengawasi alatnya yang bisa menyelamatkan ribuan nyawa?

Alhasil karena kecewa banyak yang penasaran dengan sosok pemimpin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dia adalah Prof Dwikoriya Karnawati. Perempuan ini sudah memimpin BMKG sejak November 2017. Ya, akhirnya dirinya mengakui jika lembaga yang dipimpinnya kurang memiliki teknologi dan peralatan canggih.

Perempuan yang pernah jadi Rektor UGM ini juga mengatakan jika pernah mengajukan anggara untuk membeli berbagai peralatan sesuai skala prioritas kepada Presiden Jokowi. Meski sudah disetujui proposalnya, pengkajian pun masih berlangsung di Kementerian Keuangan.

"Harus saya akui, kami gagal meyakinkan bahwa potensi ancaman tsunami dan bencana lain itu nyata sehingga keberadaan berbagai peralatan untuk deteksi dini itu amat mendesak," kata Dwikorita.

Setuju gak kalau ketua BMKG ini harus diganti?
Setuju
Tidak setuju
768 votes

Komentar (8)

Fresh