Ribut Bahasa Inggris vs Al Fatihah | OPINI.id
Ribut Bahasa Inggris vs Al Fatihah

Masa kampanye Pilpres 2019 jadi ajang kedua kubu dari capres dan cawapres nomor urut 01 dan 02. Banyak strategi, dana, dan tenaga yang dikeluarkan demi menarik simpatisan. Mulai dari strategi agresif ala Prabowo-Sandi, sampai strategi pasif ala Jokowi-Ma'ruf Amin yang sebenarnya dibantah oleh mereka.

Tapi satu hal yang pasti, jelang Pilpres 2019 justru masing-masing pasangan hanya membongkar dan memberikan tantangan yang sekiranya bisa menjatuhkan satu sama lain. Seperti kubu Prabowo-Sandi yang kerap melontarkan ide untuk memasukan bahasa Inggris pada debat capres 2019 mendatang.

Padahal sudah jelas, tidak semua masyarakat Indonesia yang juga paham dengan bahasa Inggris. Kemudia dari kubu Jokowi, lewat La Nyalla, Prabowo pun ditantang untuk menjadi imam salat dan membaca surat Al-Fatihah. Terlihat jelas jika persaingan dari keduanya semakin tidak sehat. Mereka hanya mengusulkan ide yang saling menjatuhkan satu sama lainnya saja, tanpa memikirkan dampak kepada masyarakat, terutama para pendukungnya.

Penting gak menurutmu?
Gak penting
Penting
114 votes

Komentar (3)

Fresh