Perahu Kuno Punjulharjo, Perahu Tertua di Indonesia | OPINI.id
Perahu Kuno Punjulharjo, Perahu Tertua di Indonesia

Perahu kuno ini ditemukan sepuluh tahun lalu tepatnya Juli 2008 oleh penduduk Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa  Tengah, saat sedang menggali tanah di pantai untuk membuat tambak garam.

Perahu yang berukuran panjang 17,9 meter dan lebar 5,6 meter ini ditemukan di kedalaman 2 meter. Dengan posisi membujur timur barat. Lokasi penemuan kapal ini berjarak sekitar 500 meter dari tepi pantai dan dikelilingi tambak-tambak garam.

Baca juga:

    Pada tahun 2012, sampel kayu dari kapal ini dikirim ke Amerika untuk diteliti tahun pembuatannya melalui teknologi carbon dating. Analisis radiokarbon terhadap sampel perahu tersebut di Beta Analytic Radiocarbon Laboratory, Miami, Florida, USA, menunjukkan bahwa perahu kuno itu berasal dari abad ke-7–8 Masehi atau seusia dengan pembangunan Candi Borobudur.

    Perahu kuno Punjulharjo merupakan temuan yang sangat penting, selain umurnya yang tua, juga menjadi satu-satunya perahu kuno yang pernah ditemukan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, dengan kondisi yang relatif masih utuh. Tak hanya itu, ukurannya yang besar menyiratkan bahwa perahu itu digunakan untuk keperluan pelayaran jarak jauh.

    Peneliti dari Perancis yang ikut meneliti perahu kuno tersebut, Prof. Pierre Y Manguin, menyebutkan bahwa situs Perahu Kuno Punjulharjo, sangat spektakuler, terutuh yang pernah ada.  Perahu ini identik dengan temuan perahu lain di wilayah Asia Timur dan Tenggara sehingga dinamakan Perahu Nusantara. Sekaligus merupakan satu-satunya bukti sejarah yang ada bahwa Indonesia adalah Negara Maritim.

    Ini adalah perahu berciri-khas Nusantara dan dari besarnya, berbobot sekitar 60 ton serta dapat diawaki oleh 12-24 orang awak kapal. Terdiri dari beberapa komponen kayu yang terdiri dari kayu papan untuk dinding dan lunas perahu, pasak, lalu lengkung kapal menggunakan gading gajah, tambuku, tali ijuk dan stringer.

    Uji laboratorium menunjukkan sample jenis kayu yang digunakan untuk membuat perahu kuno ini juga ada beberapa macam, diantaranya kayu Nyatok berupa papan untuk lambung perahu, kayu Putih untuk pasak, dan kayu Kuling untuk stringer. Kayu-kayu tersebut banyak terdapat di pulau Sumatera dan Kalimantan.

    Dalam perahu kuno ini ditemukan juga barang-barang seperti kapak, kepala patung yang terbuat dari batu, tulang belulang, pecahan mangkuk dan tembikar lain, tutup wakul dari kayu dan tongkat. Untuk kepala patung yang ditemukan di kapal tersebut adalah kepala patung bercorak Cina sedangkan tongkatnya sendiri adalah tongkat komando. Dilihat dari peninggaan kapal tersebut dapat disimpulkan bahwa kapal ini bukanlah kapal biasa melainkan semacam kapal prajurit. 

    Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktoral Jenderal Kebudayaan, berupaya mengkonservasi penemuan perahu kuno Punjulharjo dari kerusakan. Konservasi perahu kuno Punjulharjo merupakan konservasi kayu basah (waterlogged wood) terbesar yang pertama di lakukan di Indonesia.

    Kegiatan konservasi ini dimulai secara bertahap diawali pada 2011 dan berakhir pada awal tahun 2018. Kini pengunjung dapat melihat perahu ini di Situs Perahu Kuno Punjulharjo di Desa Punjulharjo, Rembang, Jawa Tengah. 

    Sudah pernahkah kamu berkunjung ke situs perahu kuno ini?
    Sudah
    Baru tau
    Belum
    146 votes

    Komentar (1)

    Fresh