Jangan Bangga Punya Dua NIK atau E-KTP | OPINI.id
Jangan Bangga Punya Dua NIK atau E-KTP

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, mengingatkan warga terkait kepemilikan dokumen kependudukan khususnya e-KTP. Warga negara Indonesia hanya boleh memiliki satu e-KTP dan satu NIK. Jika lebih akan dikenakan pidana.

"Satu penduduk hanya boleh punya satu NIK, satu e-KTP. Tidak boleh lebih dari satu. Kalau lebih dari satu NIK dan e-KTP adalah tindak pidana. Karena itu saya perlu jelaskan ke masyarakat jangan berbangga hati kalau merasa punya NIK dua, memiliki KTP elektronik dua, pasti salah satunya palsu," tegasnya, Senin (10/12/2018) seperti dikutip dari Liputan6.

Baca juga:

    Zudan juga menerangkan bahwa prosedur distribusi KTP elektronik saat ini berbeda dibandingkan tahun 2011 sampai 2013. KTP elektronik yang dicetak pada 2011, 2012 dan 2013 adalah KTP elektronik generasi pertama yang dicetak konsorsium PNRI dan langsung didistribusikan ke kecamatan.

    Sementara distribusi KTP elektronik generasi kedua atau mulai akhir 2014 didistribusikan dari perusahaan ke Dirjen Dukcapil Kemendagri. Kemudian dari Dirjen Dukcapil dikirim ke Dinas Dukcapil di semua daerah. Baru kemudian Dinas Dukcapil yang mendistribusikan ke masyarakat.

    Apakah kepemilikan 2 NIK atau 2 E-KTP ini merugikan bagi kepentingan warga masyarakat?
    Ya merugikan
    Bisa ya, bisa engga
    Tidak merugikan
    169 votes

    Komentar (2)

    Fresh