Orasi Politik Ketua Umum DPP GMNI | OPINI.id

Disampaikan pada Acara Pembukaan RAPIMNAS GMNI di Lebak, Banten 20 November 2018

quote-mark

Kita harus melangkah maju, untuk mulai memikirkan bagaimana taraf hidup kaum Marhaen dapat meningkat melalui teknologi

ORASI POLITIK KETUA UMUM DPP GMNI

Assalammualaikum Wr Wb, Om Swastyastu, Shalom, Namo Bhuddaya, Salam Sejahtera bagi kita semua, Dan yang saya banggakan, kader GMNI dari seluruh Indonesia. para Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang, yang tetap setia mengawal Pancasila dan terus berkomitmen mewujudkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. MERDEKA…!!! GMNI…!!! MARHAEN…!!! Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan karunianya, kita semua dapat berkumpul di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dalam agenda Rapat Pimpinan Nasional GMNI dengan suasana persaudaraan yang guyub dan sangat berbahagia. 64 tahun sudah GMNI hadir dan berkontribusi seiring pasang - surutnya perjalanan kebangsaan, dengan terus menerus melaksanakan kaderisasi yang tiada putus mencetak kader bangsa, dalam goresan tinta emas pejuang pemikir – pemikir pejuang. Rapat Pimpinan Nasional GMNI kali ini mengangkat tema “Membangun Gerakan Nasional Untuk Menguatkan Pancasila di Era Digital Demi Terwujudnya Kepribadian Bangsa!!!”. Era digital ini adalah penanda dari sebuah perubahan besar yang merambah di segala penjuru dunia. Perubahan itu kita kenal dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke-4 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan politik. Digitalisasi, computing power dan data analytic telah melahirkan terobosan-terobosan yang mengejutkan di berbagai bidang, yang men-disrupsi (mengubah secara fundamental) kehidupan kita. Bahkan men-disrupsi peradaban kita, yang mengubah lanskap ekonomi global, nasional, dan daerah serta laskap politik global, nasional dan daerah. Lanskap interaksi global, nasional, dan daerah. Semuanya akan berubah. Di Amerika Serikat, telah ditemukan sebuah robot bernama Sophia, robot yang bisa mengerjakan semua aktivitas yang selama ini dilakukan manusia, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga berinteraksi dengan manusia. Tentu, hadirnya revolusi industri dan kecerdasan buatan tidak boleh kita maknai hanya semata-mata sekedar euforia kecanggihan semata. Namun bagaimana kita maknai perkembangan teknologi tersebut dalam konteks Marhaenisme. Tentunya, bagaimana revolusi teknologi baru ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Revolusi teknologi menawarkan berbagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, ada pra-syarat agar teknologi dapat maksimal atasi kemiskinan. Pertama, Caranya adalah dengan mengatasi eksklusivitas teknologi dan ketidaksetaraan digital. Apalagi, beberapa studi menyebutkan, masih ada tiga miliar penduduk dunia yang tidak terkoneksi internet pada 2023. Oleh sebab itu, masyarakat harus diedukasi supaya bisa memaksimalkan peran teknologi untuk produktivitas dan daya saing. Kita harus melangkah maju, untuk mulai memikirkan bagaimana taraf hidup kaum Marhaen dapat meningkat melalui teknologi. Kita harus bersama-sama mulai memikirkan bagaimana meningkatkan nilai pertanian Marhaen menggunakan analisis data dan bioteknologi; penggunaan teknologi komunikasi termasuk virtual reality (VR) untuk membantu petani menjual barang produksinya langsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak atau layanan kesehatan jarak jauh untuk daerah-daerah terpencil; serta, menghubungkan sektor informal dan formal lewat platform digital seperti alat transportasi online. Semua ini tentunya membutuhkan dukungan kualitas kebijakan yang baik dari Pemerintah. Strategi pengentasan kemiskinan melalui teknologi dapat terlaksana apabila Pemerintah dapat memastikan kesiapan digital dan penempatan infrastruktur yang tepat. Misalnya, dengan menyediakan infrastruktur telekomunikasi, seperti broadband berkecepatan tinggi dan layanan identifikasi digital atau proses pembayaran secara gratis hingga ke pelosok-pelosok negeri. Selain itu, perlu mendorong inovasi terukur dalam hal regulasi, termasuk perpajakan. Banyak inovasi di negara-negara berkembang, namun seringkali gagal mengatasi kemiskinan akibat pengembangan teknologi di negara tersebut membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Sehingga inovasi hanya sekedar euforia yang berakhir di museum atau hanya menjadi berita hangat dalam satu minggu di media massa. Disini saya menekankan, jangan sampai yang mendapat banyak benefit dari revolusi digital adalah kelas menengah ke atas, karena bisa menjangkau teknologi dengan mudah lewat smartphone. Sedangkan kaum Marhaen masih hidup papa sengsara. Jika pemerintah tidak melakukan pemerataan akses teknologi digital maka akan terlihat secara jelas siapa yang akan bertahan dan yang kalah. Pihak yang akan kalah dalam pertarungan era digital ini adalah masyarakat yang tidak bisa menjangkau teknologi menggunakan ponsel pintar. Terutama, para produsen di kelompok yang tidak memiliki akses teknologi digital ini, seperti petani dan peternak. Untuk itu, tugas kita sebagai kaum Marhaenis di era revolusi digital saat ini adalah memikirkan bagaimana agar kaum Marhaen dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Maka, atas nama Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, saya instruksikan kepada seluruh lapisan GMNI, untuk senantiasa membaca gerak perubahan zaman untuk meningkatkan kualitas gerakan kita, sehingga kita dapat menjadi aktor perubahan yang sadar akan perubahan zaman. Dan kita mampu mengejewantahkan Marhaenisme sebagai azaz perjuangan di era revolusi industri 4.0. Demikian yang dapat saya sampaikan sebagai orasi politik DPP GMNI dalam acara Pembukaan RAPIMNAS GMNI 2018. Dengan mengharapkan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, serta taufik dan hidayah-Nya mari kita bersama-sama SUKSESKAN RAPIMNAS GMNI 2018!!! Wabillaahitaufik walhidayah, warrido walinayah… Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Om Swastyastu, Shalom, Namo Bhuddaya, Salam Sejahtera bagi kita semua, MERDEKA…!!! GMNI…!!! MARHAEN…!!! Kabupaten Lebak, Banten 20 November 2018 ROBAYTULLAH KUSUMA JAYA Ketua Umum DPP GMNI

Komentar

Fresh