Rona Mentari Mendongeng untuk Indonesia | OPINI.id

Dongeng adalah sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Rona Mentari. Ia rela habiskan waktunya untuk lestarikan budaya mendongeng. Kerja kerasnya berhasil mengantarkan Rona keliling Indonesia dan ke sejumlah negara. Namun siapa sangka awalnya Rona adalah seorang anak yang minder dan tidak percaya diri. Bahkan tidak memiliki teman. Kuy kenalan lebih dekat dengan juru dongeng muda berbakat ini.

Bakat mendongeng sejak kecil

Bakat dongeng Rona sudah terlihat sejak usia empat tahun. Ia terinspirasi oleh guru TK nya yang pada waktu itu sangat pandai mendongeng. Saat ia mendengar dongeng yang dibacakan oleh gurunya, imajinasinya langsung terbangun dan mulai menunjukkan bakat mendongengnya. Tiap pulang sekolah, ia menceritakan apa yang diceritakan guru di sekolah kepada orangtuanya. Ayahnya yang menyadari bakat mendongengnya kemudian mengundang teman-teman Rona ke rumah agar Rona bisa bercerita di depan teman-teman rumahnya. Dari situlah Rona kemudian belajar berbicara di depan umum dan mendongeng.

quote-mark

Dongeng itu mengubah aku dari anak yang minder menjadi anak yang lebih percaya diri

Dirikan Rumah Dongeng Mentari (RDM)

Kecintaannya pada dongeng terus berlanjut hingga besar. Tahun 2010 bungsu dari tiga bersaudara ini mendirikan Rumah Dongeng Mentari (RDM) bersama kedua kakaknya. RDM berfokus untuk memopulerkan kembali budaya mendongeng di masyarakat yang makin lama makin ditinggalkan. RDM memfasilitasi anak-anak dalam pengembangan karakternya dan menjadikan dongeng sebagai media aktif dalam membangun karakter anak. Fokus kegiatan RDM antara lain adalah kelas mendongeng, mendongeng dalam kegiatan sosial (mendongeng di rumah sakit, radio, tempat umum, dsb), JOY (Jogja Storytelling) circle, Awicarita Festival. Tidak hanya itu saja, RDM juga mengadakan kegiatan seperti outbond, workhop, lomba, sampai saluran dongeng digital yang semuanya berbasis sosial.

Upaya menarik perhatian anak-anak

Menurutnya, mendongeng sangat penting bagi perkembangan anak-anak. Dongeng adalah cara indah untuk mengajari anak-anak tanpa menggurui. Dongeng juga meningkatkan minat baca dan tulis anak, sedangkan kedua hal tersebut adalah salah satu aspek penting untuk mencerdaskan bangsa. Rona menggunakan gitar untuk menarik minat anak-anak. Gitar juga menjadi bagian pendukung ia mendongeng. Gitar juga bisa membuat dongeng menjadi lebih hidup. Selain itu biasanya ia menggunakan wayang untuk menarik perhatian anak-anak. Tak hanya itu, ia pun sekarang mulai menulis cerita dongeng sendiri. Penulis: Maria Septia

quote-mark

Saya bermimpi budaya mendongeng menjadi populer lagi di Indonesia dan dongeng hadir di seluruh keluarga lewat orangtua.

Komentar

Fresh