Filosofi Nyepi | OPINI.id

Tiap tahun baru Saka, umat Hindu rayakan Nyepi. Ini merupakan hari penyucian dewa-dewa yang ada di pusat samudera yang bawa intisari amerta air hidup.

Umat hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir batin.

null

Baca juga:

    Nyepi Itu Dialog Spiritual

    Seluruh rangkaian Nyepi merupakan sebuah dialog spiritual yang dilakukan umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis sehingga ketenangan dan kedamaian hidup bisa terwujud.

    Tawur Agung

    Tawur Agung dengan segala rangkaiannya adalah dialog spiritual manusia dengan alam sekitar dan ciptaan Tuhan yang lain yaitu para bhuta demi keseimbangan bhuana agung bhuana alit.

    Melasti Sebelum Nyepi

    Selang waktu dua tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi, diadakan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Dihari ini, seluruh perlengkapan persembahan yang yang ada di Pura di arak ke tempat tempat yang mengalirkan dan mengandung air seperti laut, danau dan sungai.

    Itu karena laut, danau dan sungai adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa membersihkan dan menyucikan dari segala kotoran yang ada di dalam diri manusia dan alam.

    Temukan Jati Diri di Nyepi

    Lewat perayaan Nyepi, dalam hening sepi kita kembali ke jati diri (mulat sarira) dan menjaga keseimbangan/keharmonisan hubungan antara kita dengan Tuhan, Alam lingkungan (Butha) dan sesama sehingga Ketenangan dan Kedamaian hidup bisa terwujud.

    Oh iya, sebelum hari Raya Nyepi diadakan upacara Bhuta Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh roh jahat.

    null

    Nyepi Tinggalkan Semua Aktivitas Duniawi

    Menurut tradisi, pada hari Nyepi ini semua orang tinggal dirumah untuk melakukan puasa, meditasi dan bersembahyang, serta menyimpulkan menilai kualitas pribadi diri sendiri.

    Itu sebabnya kenapa saat perayaan Nyepi tidak ada aktivitas di Bali. Karena pada saat itu, umat Hindu fokus dengan perayaan Nyepi.

    Komentar (1)

    Fresh